Share

Cerita Air Mata

Betapa terkejutnya Giga ketika membaca semua chat Mbak Honey di kantor, keesokan harinya. Sama sekali nggak menyangka kalau ternyata separuh jiwanya itu tengah terhempas badai permasalahan yang luar biasa besarnya. Tanpa berpikir panjang dan berliku-liku, Giga segera mengemasi tas kerja dan berpamitan pada Irfan, kalau pagi ini dia ada meeting penting dengan klien baru. Tentu saja, Irfan hanya bisa memasang sikap percaya dan patuh  pada pimpinannya itu. Bagaimanapun, Giga 1000 lah mata air kehidupannya. Jadi, jangankan harus menggantikan Giga untuk memberikan briefing kepada seluruh karyawan, andai harus membersihkan semua kamar mandi pun dia rela. Terpenting, kepercayaan Giga padanya tetap terjaga dengan baik, begitu juga dengan uangnya, mengalir deras sebagai bonus tambahan. Nah, yang ke dua itu intinya. Namanya juga Irfan sang pemburu bonus dan tiket tutup mulut. Hehe. 

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status