Share

Good Bye Masa Kritis!

Dengan sabar, walaupun nggak bisa dikatakan sepenuhnya sabar, Mbak Honey menunggu Prameswari terbangun di sisi tempat tidurnya. Harap-harap cemas, dia terus menggenggam jari-jemari tangan kiri adik angkatnya yang masih terlihat pucat dan terasa dingin. Tanpa lelah, dia terus memandangi wajah Prameswari yang terlihat lelap, berharap tiba-tiba matanya mengerjap-ngerjap lalu terbuka dan tersenyum manis untuknya. Bukan hanya itu yang diharapkan Mbak Honey, sungguh. Meskipun mustahil, tapi dia terus berdoa semoga diagnosa dokter tentang amnesia itu salah. Salah besar. Dalam hati Mbak  Honey bergumam, 'Kalau seperti ini, Mytha terlihat baik-baik saja. Seperti orang yang nggak terkena amnesia. Oh, Allah, kenapa semua ini harus terjadi?'

Satu detik, dua detik hingga sekian menit berlalu, Prameswari belum juga terbangun. Mbak Honey

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status