Share

Bab 19 Penyesalan

"…kalau mau pisah saja baik. Coba dari kemarin baiknya."

"Teh kalau kemanisan jadi eneg. Aku nggak mau diabetes, okay!"

Sungguh, aku rela kena diabetes saat itu juga jika tahu inilah akhir kami. Kenapa aku tak memperlakukannya dengan manis sepanjang waktu? Kenapa harus judes? Kenapa harus kejam padahal aku sangat mencintainya? Kenapa aku hanya bisa manis di saat-saat terakhir, saat kami akan berpisah. Andai saja bisa kembali ke waktu indah saat sekolah, saat kami masih bersama. Sebagai sepasang anak sekolah yang kasmaran.

Penyesalan selalu datang belakangan, kalau di depan itu pendaftaran. Itu kata orang, tapi memang benar. Percayalah di saat usia pernikahan konyol ini sudah seminggu, aku merasa sangat menyesal. Sebab telah memperlakukan Kania dengan sia-sia. Andai saja aku tahu jika begini akhir kami
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status