Share

Bab 21 Berlayar di Samudera

Langit mulai mendung, sebentar lagi akan hujan. Air langit mulai menetes satu dua. Suasana Malang mulai lengang karena orang-orangnya malas keluar. Mendung membuat mereka malas gerak. Namun, tidak dengan si manis Kania. Selepas dari rumah sakit, dia keluar agak cepat. Siang ini dia akan bertemu dengan seseorang.

Tentu saja Wirya, yang pulang agak cepat daripada biasanya. Dia turun piket dan ingin bertemu dengan Kania. Kerinduannya memuncak kendati baru dua hari mereka tak bersua. Sekota membuat Wirya leluasa mengumbar rindu. Terkadang dia menatap Kania dari kejauhan tanpa menyapanya. Agar rindunya bisa terpuaskan tanpa harus mengganggu hidup Kania terlalu banyak. Budak cinta, kata Wirya pada dirinya sendiri.

Kania tersentak melihat pintu mobil di depannya telah dibuka, “lho kok dibukain?”

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status