Kisah Manusia Akhir Zaman
Kisah Manusia Akhir Zaman
Author: Santi D.Oktaviani
Awal Penciptaan Manusia

Tersebarlah kabar di langit bahwa Sang Maha Pencipta telah berfirman kepada malaikat. "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mendengar demikian, para malaikat bertanya kepada Sang Maha Pencipta" Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Sang Maha Pencipta berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".

Kabar itu tak hanya tersebar di langit, tetapi juga di bumi yang sudah dihuni oleh para jin. Mendengar kabar itu, sebagian dari golongan jin yang ingin menjadi raja bumi merasa kabar itu adalah sebuah ke gagalan dari harapan mereka selama ini.

Hari itu tiba, Adam telah diciptakan oleh Sang Maha Pencipta. Dipanggilah semua mahkluk untuk berkumpul. Malaikat kembali mempertanyakan atas penciptaan Adam. Kemudian sang Maha Pencipta menantang para malaikat untuk menyebutkan nama-nama benda yang berada disekitar mereka. "Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jikakamu yang benar!" Mereka menjawab, "Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."

Sang Maha Pencipta berfirman, "Wahai Adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu!" Setelah dia Adam menyebutkan nama-namanya, Dia berfirman, "Bukankah telah Aku katakana kepadamu, bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan Aku mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan?"

Kemudian Sang Maha Pencipta menyuruh semua makhluknya untuk bersujud kepada Adam. Sebagian jin yang berada di sana tidak menurut perkataan Sang Maha Pencipta, tat kala para malaikat bersujud dia malah menengadahkan kepalanya kepada mahkluk yang ia anggap lebih rendah darinya.

Sang Maha Pencipta berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud kepada Adam di waktu Aku menyuruhmu?". Mereka menjawab "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".

Mendegar jawaban itu Sang Maha Pencipta marah dan mengusir jin dari surga karena mereka telah menyombongkan diri. Sang Maha Pencipta berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya"

Dengan pengusiran jin dari surga terbagilah mereka menjadi beberapa kelompok. Jin baik, jin jahat, iblis yang selalu ingin membuktikan bahwa manusia tidak lebih baik dari mereka dan setan yang selalu menghasut manusia agar ikut dalam golongannya.

Seandainya iblis tidak membangkang kepada Sang Maha Pencipta tentunya ia tetap berada di surga. Padahal Sang Maha Pencipta hanya ingin melihat siapa diantara makhluknya yang mengikuti perintah dan larangannya tanpa syarat tidak bermaksud menjadikan manusia sebagai makhluk yang harus disembah oleh makhluk ciptaan-Nya yang lain. 

Mendapat pengusiran itu iblis semakin membenci manusia dan ingin membuktikan bahwa manusia adalah makhluk yang lebih rendah daripada mereka.  Oleh karena itu, mereka meminta penangguhan agar tidak dimatikan sampai waktu dibangkitkan para manusia dari kematian nanti. Dan Iblis mendapatkan penangguhan itu dari Sang Maha Pencipta.

Setelah mengusir iblis, Sang Maha Pencipta menyuruh Adam bersama istrinya, Hawa, untuk menempati surga, mereka mendapat kebebasan tinggal dan makan apa saja yang mereka mau kecuali satu buah yang bahkan untuk didekati pohonnya saja tidak boleh. Sang Maha Pencipta juga memperingati mereka agar berhati-hati dengan tipu daya iblis atau setan.

Kabar itu pun sampai ke telinga iblis, larangan dari Sang Maha Pencipta akan mereka gunakan untuk menggoda Adam dan Hawa. Tanpa kenal menyerah iblis terus mengelabui Adam dan Hawa tentang  buah tersebut. Iblis menipu Adam dan Hawa dengan mengarang cerita bahwa buah yang Sang Maha Pencipta larang bernama buah khuldi yang memiliki khasiat siapa yang memakannya akan menjadi makhluk yang kekal di dalam surga. Adam maupun Hawa tidak percaya dengan perkataan iblis, namun iblis bersumpah kepada mereka bahwa apa yang dikatakannya adalah hal yang benar dan iblis hanya memberi nasihat agar mereka kekal di surga tanpa harus merasakan bumi yang tidak ada bandingannya dengan keindahan surga.

Dalam setiap ibadah dan aktivitas Adam dan Hawa, setan turut menyesatkan mereka dengan membisikan kalimat-kalimat iblis agar terngiang-ngiang dikepala mereka. Semakin lama sifat manusiawi Adam dan Hawa terbuka, mereka lemah akan hasutan atau perkataan orang, sehingga akhirnya mereka mencoba memakan buah itu. Tatkala keduanya telah memakan buah kayu itu, tiba-tiba nampaklah aurat-aurat mereka. Keduanya panik kemudian segera menutupi auratnya dengan daun-daun surga.

Sang Maha Pencipta yang Maha Tahu kemudian menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakana kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"

Adam dan Hawa sadar mereka telah durhaka kepada Sang Maha Pencipta karena melanggar perintah. Dengan perasaan penuh penyesalan mereka meminta ampunan, dan Sang Maha Pencipta yang Maha Pemaaf mengampuni mereka, bahkan menuntun mereka cara meminta ampunan atau bertaubat.

Namun nasi telah menjadi bubur. Larangan telah dilanggar sebagai pengingat kembali kesalahan mereka, keduanya diturunkan kebumi dalam keadaan telanjang dan berpisah.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status