Share

Bab 14

Tepat pukul 19.30 Aku dan Adit sampai di rumah besar Bara. Bingung kenapa mereka tidak melangsungkan pernikahan di gedung. 

"Ra, tunggu … bedakmu dibereskan dulu. Lihat tu gara-gara air mata, make-up kamu jadi rusak." Aku mengeluarkan bedak dari dalam tas berniat untuk merapikan riasanku. Tapi, Adit mengambilnya dan mulai mengaplikasikannya ke wajahku.

"Nah, ini kan rapi. Cengeng si!" goda Adit menarik hidungku. 

"Ayok turun! Jangan kebanyakan drama deh!" sungutku. 

Meski aku sendiri suka diperlakukan seperti ini.

ūüĖ§

Saat kulihat nama yang terpajang di janur kuning, ternyata nama orang tua Sandra memakai Almarhum dan Alamrhumah. Oh, pantas saja acaranya di rumah Bara. 

Terlihat Ilham dan kedua anakku sudah ada di depan pintu masuk. Mereka melambai ke arahku. Aku menyuruhnya masuk terlebih dahulu. Dari turun mobil hingga masuk ke dalam, Adit terus menggandeng tanganku. Sedikit ri
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Mustika Dyah S
Setengahnya lagi dr mimpinya&+dr imajinasinya\khayalannya
goodnovel comment avatar
Mustika Dyah S
Kebanyakan,novel [ karangan ] itu d ambil dari kisah nyata,Dirinya\Orang lain[ d sekitarnya ]
goodnovel comment avatar
Lestarii
ya ampun ini kaya kisah nyata yaa
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status