Share

Lima Puluh Dua

Damar menaruh kembali ponsel di nakas. Ia kembali mengerjakan beberapa pekerjaan miliknya. Ia tidak mau membahas lagi tentang Erika, baginya, perselingkuhan tidak bisa di tolerir walau dengan kata maaf.

Beberapa karyawan sudah berbicara dengannya. Banyak yang bersimpati dengan pria dua anak itu. Bahkan, ia pun di panggil oleh atasannya.

"Pak Damar, di panggil pak bos," ujar Simon.

"Iya, aku ke sana." 

Dengan langkah gontai, Damar menuju ruang bos. Mengetuk pintu dan ia segera masuk ke dalam.

"Ada apa, Pak?" tanya Damar.

"Saya sudah melihat video istri kamu, kamu oke?" Pak Mario mempertanyakan kondisi Damar.

"Saya oke, ya, walau sedikit perih." Damar menjawab dengan tawa. 

"Saya mau memastikan kamu baik-baik saja."

"Saya masih bisa bekerja dengan baik kok, Pak. Tenang saja," jawab Damar.

"Baik, begini, Pak Damar, kami ada cabang perusahaan di kota Surabaya, di sana
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status