Share

Bagian 98 (End)

Pangeran Heydar memasuki pondok dengan wajah semringah. Nyanyian terlantun merdu dari bibirnya. Shirin yang tengah mengelus perut seketika mengalihkan pandangan.

"Kau tampak senang, Sayang. Ada apa?"

Pangeran Heydar menghampiri Shirin, mendekap dari belakang. Lengan kekarnya melingkar erat di pinggang sang istri. Dia meletakkan dagu di bahu Shirin, lalu memejamkan mata sejenak.

"Ya, Sayang. Ada kabar yang sangat membahagiakan."

Shirin melepaskan pelukan Pangeran Heydar. Dia berbalik dengan cepat dan menatap antusias. Wanita itu memang paling tak tahan dengan rasa penasaran.

"Kabar gembira apa, Sayang? Jangan membuatku penasaran!" cecarnya.

Pangeran Heydar menyengir lebar, lalu mengecup perut istrinya yang mulai membukit. "Aku mendapat pesan dari Gulzar"

"Apa? Cepat bacakan! Cepat bacakan!" desak Shirin. Dia hampir saja menjambak rambut sang suami.

"Tenanglah, Sayang. Pesannya tidak akan hilang jika kamu sedikit bersabar."

"Jangan membuatku tambah kesal, Heydar! Kau tahu aku sangat mer
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
DMCA.com Protection Status