Share

17. Curahan Hati Safia

Cepat hubungi keluargamu! Kita sudah mau pulang," Ghea menyela omongan Vino dengan memerintah Safia.

"Kalo mau pulang, kamu bisa pulang sendiri!" timpal Vino cepat.

"Vinooo!" jerit Ghea kesal. Wanita itu mendelik marah pada suaminya.

"Vin ...." Safia memanggil lirih. "Aku pinjam hapemu, ya. Hape aku lowbat. Aku mau hubungi Yuki," pinta Safia lemah. Dirinya semakin pusing melihat pertengkaran pasutri di hadapannya itu.

"Kok Yuki?" tanya Vino heran dengan mata memincing. "Kenapa gak hubungi suami saja?" Vino bertanya karena semakin penasaran. Safia diam saja. "Kalian sedang ada masalah kah, Fia?" Vino masih perhatian.

"Pliss deh, Vin!" seru Ghea memuncak kesal. "Lo udah gak ada hak nanya-nanya perhatian gitu ke Fia. Hargai gue sebagai istri Lo!" omel Ghea semakin naik pitam. Kalau sudah bicara Lo-Gue berarti amarah Ghea sudah di ubun-ubun. Wanita itu kini berkacak pinggang. Rasa lelah, laper, dan cemburu membuat dia semakin beringas.

Vino sendiri hanya bisa menatap tajam istrinya. Kemud
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status