Share

18. Kemarahan Ibu Jeni

Jevin tidak mampu menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh sang mama. Pria itu hanya bisa menunduk.

"Kenapa diam?" Bu Jenni menatap serius wajah putranya. "Benar kalian bertengkar? Atau kamu ketahuan menemui Embun?" cecar Bu Jenni emosi. Dan itu semakin membuat Jevin kian gugup.

"Sudah mama duga." Bu Jenni berujar pada diri sendiri. "Jeviiin ... wanita halalmu itu Safia. Bukan Embun!" gertak Bu Jenni naik pitam.

"Tidak mudah melupakan orang yang kita cintai secepat itu, Ma." Jevin berujar lemah dan frustasi. "Hubungan kami sudah berlangsung begitu lama. Sepuluh tahun, Ma." Jevin berargumen sembari merentangkan kelima jarinya. Pria itu seperti membenarkan pendapatnya.

Bu Jenni menggeleng kecewa "Jevin ... di mana mata hatimu, Nak? Kenapa egois seperti ini?" Wanita itu bertanya dengan mata yang mulai berkaca. "Kemarin kamu sendiri yang meminta perjodohan itu dipercepat, lalu kenapa sekarang kamu malah menyia-nyiakan Safia?"

Jevin terdiam. Lelaki itu hanya bisa membuang muka. Dirinya ti
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Lusmiati Mokodompit
kasian bangat si Safia......
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status