Share

21. Kedatangan Embun Ke Rumah

"Assalamualaikum, Nak Jevin," ucap Bu Ratih begitu sang menantu membukakan pintu untuknya.

"Walaikum salam, Bu." Jevin membalas ramah. Untuk kesopanan pria itu meraih tangan sang mertua untuk kemudahan diciumnya takzim.

"Untung ibu tidak langsung ke rumah sakit. Kalo iya ... akan sia-sia ibu ke sana, karena ternyata kalian sudah pulang," ujar Bu Ratih lagi.

Wanita itu melangkah masuk. Tangan menenteng dua kotak makanan. Dengan sigap Jevin menggantikan diri untuk membawa bingkisan itu.

"Safia mana?"

"Ada di kamar." Jevin menjawab sembari menunjuk sebuah ruangan di lantai atas dengan ekor matanya.

"Oh ... ya sudah ibu langsung ke atas saja, ya?" pamit Bu Ratih kemudian.

Wanita itu lekas menaiki anak tangga guna menuju kamar sang putri. Jevin sendiri gegas menuju meja makan. Pria itu menaruh barang bawaan ibu mertua.

Jevin membuka kotak kardus berwarna putih. Ada tiga buah bolu gulung yang begitu menggoda jiwa. Lalu dirinya kini beralih membuka kotak makanan bertingkat yang satunya. K
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status