Share

22. Kejadian Di Lift

Kembali hati Embun terasa sesak. Gadis itu menarik napas dalam-dalam. Berusaha menahan jebolan air mata. Namun, Embun kalah. Dirinya berlalu dengan air mata yang berderai. Ia pergi dengan kekecewaan yang mendalam pada Jevin.

Di pintu gerbang rumah Jevin, Embun berpapasan dengan Yuki. Kebetulan pemuda itu berniat untuk menengok Safia. Namun, demi melihat langkah Embun yang tergesa dengan terus terisak, Yuki membatalkan niat.

Akhirnya, Yuki memutar balikkan motornya guna mengejar gadis impiannya itu. Untung langkah Embun belum jauh.

"Hei, Cantik... ada apa? Kenapa menangis seperti itu?" tanya Yuki peduli. Pemuda itu ikut menemani langkah Embun dengan memelankan laju motornya sepelan mungkin.

"Bukan urusanmu," semprot Embun masih marah. Gadis itu terus melangkah panjang

"Ya elahhhh ... galak amat!" tegur Yuki agak tertegun disemprot seperti itu. "Gak usah judes gitu, Bun! Tar cantiknya hilang lho," goda Yuki dengan cengengesan.

Embun tak menggubris ledekan Yuki. Gadis itu semakin memperc
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status