Gema tawa dan denting gelas anggur menyambut pasangan itu saat memasuki aula utama Kedutaan Besar Jepang malam itu. Langit-langit tinggi dihiasi lampu kristal, orkestra klasik mengalun lembut di sudut ruangan. Daven, dalam setelan hitam Armani yang sempurna, segera menjadi pusat perhatian. Beberapa kolega dan tokoh penting menyapanya lebih dulu, mengulurkan tangan dan sapaan hangat.“Mr. Callister! What a surprise to see you here,” seru salah satu rekan bisnisnya, Pak Edmund, sambil menepuk bahu Daven dengan akrab.“Tuan Edmund,” jawab Daven singkat dengan anggukan kecil, senyum tipis mengiringi suaranya yang tetap datar.Sejak mereka turun dari mobil, Althea merasakan atmosfer yang berbeda. Mungkin karena ini pertama kalinya ia mengikuti Daven menghadiri acara resmi. Bohong rasanya kalau Althea tak gugup. Apalagi sekarang, di saat Daven banyak ditemui oleh koleganya.Meski Althea berdiri di samping Daven, berada di tengah riuh pem
Última atualização : 2026-04-08 Ler mais