SORRY MY HUSBAND

SORRY MY HUSBAND

By:  Pupe Maelani  Completed
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
0.0
Not enough ratings
59Chapters
11.6Kviews
Read
Add to library
Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

Jeff William, seorang pria kaya berusia 30 tahun yang telah menikahi cinta pertamanya, Renata Ivanova, berusia 25 tahun sejak 6 bulan lalu. Suatu hari, Rena perlahan berubah dan menjadi sosok berbeda seperti jalang serta melakukan perselingkuhan, hingga Jeff memutuskan untuk bercerai. Apa sebenarnya yang terjadi pada istrinya?

View More

Latest chapter

    Interesting books of the same period

    Comments
    No Comments
    59 chapters
    Bab 1 Prolog
    Jeff William, seorang pria kaya berusia 30 tahun yang telah menikahi cinta pertamanya, Renata Ivanova berusia 25 tahun sejak 6 bulan lalu. Kehidupan rumah tangganya sangat harmonis. Hubungan mereka layaknya melihat sepasang teman karib dan lebih sering bercanda. Jeff adalah seorang pria dengan tubuh tinggi dengan mata biru serta rahang yang tajam. Dia seorang pengusaha real estate yang hidupnya terlihat sederhana dan jauh dari hiruk pikuk gemerlap para konglomerat pada umumnya. Sedangkan Renata dikenal sebagai gadis cantik dan cerdas, tapi berasal dari keluarga biasa juga yatim piatu.Ketika mereka sedang menanti datangnya buah cinta yang sedang direncanakan, tiba-tiba semuanya berubah. Istri yang sangat dicintai dalam hitungan semalam berubah perangai 360 derajat. Renata yang biasanya tampil sederhana, periang, dan penurut telah berubah menj
    Read more
    Bab 2 Perubahan Mendadak
    Jeff duduk sambil memijat pelipisnya. Kesibukan di kantor sudah membuatnya pusing dan kini semakin stress menghadapi tingkah istrinya yang memamerkan kemolekan tubuh di akun instagram miliknya yang belum lama dibuat. Sebelumnya, Rena tak suka dengan hal-hal berbau media sosial. Jangankan instagram, foto saja dia tak suka. Namun kini, ada saja foto yang dia post di akun instagramnya yang sudah memiliki follower satu juta lebih dalam waktu 3 hari karena foto sexy dirinya. Perlu Jeff akui, Rena memang memiliki wajah cantik dan tubuh sexy yang selalu membuat libidonya cepat naik dan tak pernah puas bermandi keringat di ranjang bersamanya. Namun, kemolekan tubuh Rena awalnya hanya dia yang menikmati, kini juga bisa dinikmati oleh mata para hidung belang yang menatapnya penuh nafsu, dan membuatnya meradang.“Apa yang terjadi padamu Rena?&rdqu
    Read more
    Bab 3 Hukuman Malam Hari
    Rena baru saja kembali ke rumah sekitar jam 10 malam. Dia terlihat sumringah sambil membawa beberapa paperbag hasilnya berbelanja hari ini. Langkahnya pasti tanpa dosa memasuki rumah yang tampak sepi. Ketika melewati ruang keluarga, langkah ringannya terhenti karena mendapati sosok Jeff yang tengah duduk sambil menatapnya tajam. Mendapati sosok Jeff yang menatap tak suka, Rena berhenti dan membalas tatapan tajam Jeff tanpa rasa bersalah, apalagi rasa takut.“Sudah pulang rupanya. Kupikir lembur malam ini. Maaf aku pulang telat karena terlalu asik berbelanja dan menggosip dengan teman,” oceh Rena tenang dan melangkah sambil meletakkan barang bawaannya ke meja.Jeff tak bersuara. Dia hanya menatap nyalang pada penampilan Rena yang begitu mencolok dengan gaun
    Read more
    Bab 4 Masih Hidup
    Di sebuah rumah, seorang pria paruh baya tengah duduk di ranjangnya dengan selimut menutupi sampai pinggang. Terdapat syal putih yang melilit di lehernya. Matanya terbuka lebar karena di depannya tengah duduk seorang wanita berpakaian biasa sedang menyuapinya makan. Pria itu membuka pelan mulutnya ketika makanan yang dikunyahnya habis dan begitu seterusnya hingga makanan di piring sang wanita habis tak tersisa. Diambilnya air dalam gelas yang terletak di nakas dan mendekatkannya pada mulut pria itu yang meminumnya pelan, dikuti  beberapa obat yang terus dikonsumsinya hampir satu tahun.“Sudah selesai. Bapak mau nonton tv?” tanya wanita itu pelan dan dibalas kedipan mata oleh pria tersebut.   

    Read more

    Bab 5 Rahasia Nona Muda
    Rena sudah rapi dengan pakaiannya. Dress sebatas lutut yang membalut tubuh indahnya bak biola dipadukan dengan high heels yang senada. Rambutnya dibiarkan tergerai indah dan sedikit bergelombang. Langkahnya tergesa menuju mobil yang sudah dipanaskan Mang Imun, sopir yang biasanya selalu mengantar ke mana pun dia pergi. Namun, sejak beberapa minggu terakhir, Rena memilih untuk mengemudinya sendiri dan hal itu sudah diketahui oleh Jeff.“Neng, gak Mamang saja yang antar?” tanya Mang Imun menawarkan.“Tak usah, Mang. Saya kemudi sendiri saja. Lagi pula nanti siang Bik Narsih akan belanja bulanan. Jadi nanti tolong temani, ya,” tutur Rena tersenyum.Mang Imun hanya mengangguk
    Read more
    Bab 6 Kunjungan Rahasia
    Hujan turun dengan lebat membuat jalan-jalan digenangi air cukup tinggi serta menimbulkan kemacetan di beberapa ruas jalan. Rena melajukan mobilnya perlahan dan memasuki kawasan perumahan mewah di kawasan Pluit. Mobilnya perlahan memasuki sebuah pintu gerbang yang kembali tertutup ketika mobilnya masuk seolah pintu itu tak pernah dibuka. Dia menghentikan mobilnya tepat di halaman di mana dua orang pria tengah berdiri di ambang pintu dan menatap kedatangannya. Dimatikannya mesin mobil dan terdiam untuk beberapa saat.“Aku akan menyelamatkanmu, Pa. Apa pun akan kulakukan demi membebaskanmu dari mereka,” gumam Rena menatap nanar rumah tersebut.Tangannya membuka pintu mobil dan meraih tas kecil miliknya, lalu berjalan perlahan menuju pintu di mana dua pria tin
    Read more
    Bab 7 Pertemuan
    Waktu menunjukkan jam 3 sore. Terdengar sebuah aktifitas tak wajar yang menyapa telinga bagi siapa pun yang melewati kamar tersebut di mana pintunya tak tertutup rapat. Sepasang anak manusia tengah mengais kenikmatan dunia dan sudah berlangsung sejak sejam lalu. Seorang pekerja wanita yang melewati ruangan tersebut mendadak terhenti langkahnya ketika mendengar samar-samar suara desahan yang tak sengaja didengarnya.“Suara apaan itu?” gumamnya yang berdiri seperti patung dengan indra pendengaran yang lebih dipertajam serta kening mengkerut.Tak berapa lama, terdengar erangan semakin kuat dari balik pintu yang terbuka sedikit dan membuat pekerja tersebut sadar apa yang sedang terjadi. Tanpa sadar, tangan kirinya menyentuh area antara dua pahanya, sedangkan ta
    Read more
    Bab 8 Rencana Jahat
    Rena terpaku mendengar ucapan Tanaya yang kembali mengingatkan jika hari ini dia akan menjalankan rencana selanjutnya demi menghancurkan rumah tangga dia dan Jeff. Terdengar helaan nafas berat yang Rena hembuskan dan tentu didengar serta dilihat oleh Evran yang menatap bingung padanya. Kepala Rena menoleh dan menatap sendu wajah Evran. Dia melihat matanya berkedip beberapa kali seolah bertanya rencana macam apa yang akan dilakukan oleh Rena atas perintah dan di bawah ancaman Tanaya. Tangan Rena yang masih menggenggam erat Evran terasa semakin kencang dan dirasakan olehnya yang tak berdaya."Pa, Rena pergi dulu, ya. Rena janji akan bawa Papa pergi dari sini secepatnya," ucap Rena pelan dan dibalas gumaman oleh Evran yang tentunya berisi larangan agar Rena tak menuruti kemauan Tanaya.

    Read more

    Bab 9 Keanehan Yang ditemukan Jeff
    Di kantor, Jeff tengah meeting dengan para staff untuk membahas rencana pembangunan hotel yang akan didirikan di daerah Malang. Tak lupa, Ferry mendampingi Jeff dan duduk tepat di sebelah kanannya serta Imelda di sebelah kiri Jeff karena bertugas mencatat semua yang dibahas pada meeting tersebut."Apa semua surat izin sudah selesai?" tanya Jeff memastika kelengkapan dokumen sebagai syarat mendirikan hotel di daerah setempat."Sudah ok semua, Pak," jawab Pak Muldoko yang bertugas mengurus segala hal berkaitan tentang surat izin pembangunan hotel dan sebagainya hingga dinyatakan selesai dan siap dibangun."Untuk rancang bangunanya?" lanjut Jeff lagi.

    Read more

    Bab 10 Dua Remaja Pria
    Di sebuah rumah dengan tipe 21, seorang anak laki-laki terlihat sedang membaca buku di atas ranjang dengan sprei bermotif sebuah logo dari club sepak bola. Dia tengah fokus membaca buku ditemani suara musik yang diputarnya pelan dengan lagu Justin Beiber "Yummy" dan terus berulang. Jendela kamarnya terbuka hingga angin dari luar masuk dan membuat kamarnya terasa sejuk, terlebih telat di depan jendela kamar berdiri sebuah pohon jambu cangkok hasil tanaman ayahnya yang sudah meninggal dan tengah berbuah lebat. Tak berala lama, terdengar beberapa notif pesan menyambangi handphone yang dia letakkan di nakas tak jauh dari ranjang. Matanya melirik handphone itu dan dengan malas, tangannya berusaha meraih benda itu tanpa bangun dari tidurnya."Anjir, tanganku pendek banget, sih! Ambil hape saja tak sampai, gimana ambil cewek orang!" gumamnya kesal d
    Read more
    DMCA.com Protection Status