Across : Bayar Aku! (Indonesia)

Across : Bayar Aku! (Indonesia)

By:  FufuHima  Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
0.0
Not enough ratings
35Chapters
5.1Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

"Berikan aku uang! Maka aku, akan menyayangimu," bisik Joya di telinga Agha. Joya Tania, gadis SMA penggila uang. Ia menawarkan sebuah kontrak pernikahan pada Agha Hengkara, laki-laki asing, anak orang kaya yang ingin membalas dendam pada Kakaknya sendiri. Agha, yang dikenal penurut oleh keluarganya. Selama ini, hidup di bawah bayang-bayang Kakaknya yang memanfaatkan hidup Agha sendiri. Menyadari semua itu, Agha sedikit demi sedikit menyingkap topengnya, hanya untuk mengambil kekuasaan dan juga harta yang akan diwariskan oleh Keluarganya. Bagaimana takdir mempermainkan kehidupan yang mereka jalani? Bagaimana kehidupan menyiasati kehidupan mereka? Mampukah mereka berdua mencapai tujuan masing-masing? Mampukah, pernikahan yang didasari oleh uang akan membuat kebahagiaan untuk mereka berdua? Ini kisah manis bercampur pertentangan batin, dan juga intrik yang menyelimuti dua anak manusia, mencapai tujuan mereka.

View More
Across : Bayar Aku! (Indonesia) Novels Online Free PDF Download

Latest chapter

Interesting books of the same period

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments
No Comments
35 Chapters
Gadis Penggila Uang
"Joya!"Suara laki-laki yang memanggil namanya membuat langkah Joya terhenti. Joya berbalik, mengarahkan pandangan matanya ke arah seorang laki-lak
Read more
Bayar, atau Tunggu saja!
Satu per satu kantung berisi kotak nasi, Joya susun di dekat tangga. “Ini pesanan yang dipinta untuk diantar ke lantai sepuluh?” tanya seorang security yang keluar dari dalam gedung. Joya menganggukkan kepalanya saat tiga orang security itu sudah berdiri di hadapannya. Joya mengangkat masing-masing satu kantung berisi kotak nasi di tangan kanan dan kirinya, sedangkan kantung-kantung yang lain dibawa oleh tiga orang security tadi. “Pak, apa kita tidak menggunakan lift?” Joya termangu ketika tiga orang security tadi mengajaknya untuk melewati tangga darurat. “Lift, digunakan hanya untuk mereka yang berkerja, dan juga para client. Jangan banyak bertanya!" sahut salah satu security dengan mengarahkan pandangan tajam ke arah Joya. Read more
Bertolak Belakang
Agha mengejar Joya keluar dari ruang rapat, tangannya meraih dan menggenggam pergelangan Joya ke atas, “berikan ponselmu itu!” perintah Agha sambil melirik ke arah ponsel Joya yang bersembunyi di balik saku seragamnya. “Cobalah ambil sendiri, dan sekaligus … Cobalah lihat ke sekitar, kau akan menggali kuburanmu sendiri jika melakukannya,” jawab Joya sembari tersenyum membalas tatapan Agha. Agha melirik ke atas, dia kembali mengarahkan pandangannya kepada Joya setelah matanya menangkap beberapa buah CCTV yang ada di sekitar. “Berapa harganya? Berapa yang harus aku bayar?” tanyanya setengah berbisik. “Lima ratus ribu,” jawab Joya dengan tetap berusaha melepaskan cengkeraman tangan Agha di tangannya.Read more
Menikahlah Denganku
Joya bersandar di jok mobil, matanya melirik ke arah lampu lalu lintas yang masih berwarna merah. Joya sedikit beranjak saat suara ponsel milik Agha yang ada di sakunya berbunyi, “Lalita,” ucap Joya sembari mengangkat layar ponsel yang berdering itu ke samping Agha. “Matikan saja panggilannya,” balas Agha dengan tetap mengarahkan pandangannya ke depan. Joya melakukan apa yang Agha perintahkan. Ponsel itu kembali berdering saat Joya baru saja hendak menyimpannya kembali ke dalam saku, “dia lagi,” sambung Joya sambil menatap nama Lalita di layar ponsel. “Apa kau membutuhkan uang?” Joya membesarkan pandangannya ke arah Agha, “ap
Read more
Lihatlah!
Joya dan Agha berjalan berdampingan menuruni tangga jembatan, sesekali Agha mengangkat telapak tangannya mengusap keningnya yang banjir akan keringat. “Oi,” tukas Agha ketika Joya telah berjalan melewatinya, “bagaimana, kau akan menjelaskan tentang ponselku yang kau lempar itu?” Agha kembali bersuara sambil melirik ke arah sisa-sisa serpihan ponselnya yang telah hancur lebur di tengah jalan. Joya yang menghentikan langkah kaki karena ucapan Agha, dia hanya dapat menggigit kuat bibirnya lalu berbalik menatap Agha sebelum berjalan mendekatinya, “aku tidak memiliki uang,” ungkapnya sambil meraih ponsel miliknya yang ada di saku, “aku tahu, jika ponselku ini … Tidak akan pernah sebanding dengan ponsel milikmu. Tapi, kau bisa memilikinya jika memang aku harus menggantinya. Dan juga-” Joya menghentikan ucapann
Read more
Aku dan Dia
“Berhenti di sana,” tukas Joya sembari menunjuk ke sebuah rumah kosan besar yang ada di sebelah kanan mereka. Agha melirik ke arah yang Joya tuju, dia menghentikan mobilnya di depan pagar rumah tersebut. “Terima kasih,” ucap Joya kembali ketika dia telah membuka pintu mobil. “Aku pikir, kau manusia yang tidak tahu berterima kasih,” sindir Agha, dia menoleh ke arah Joya sambil menyandarkan tubuhnya ke jok. Joya menoleh ke belakang, “apa kau pikir, aku manusia yang tidak tahu berterima kasih, Sultan? Jaga bicaramu, atau setelah kita menikah … Entah racun apa, yang akan aku berikan di makananmu,” ungkapnya seraya kembali menutup pintu mobil. 
Read more
I'm Saying
Sudah beberapa hari sejak Agha dan Joya bertemu. Tidak ada kelanjutan yang jelas tentang perjanjian mereka, bahkan mereka berdua pun melakukan aktivitas seperti tidak terjadi apa pun. “Apa ada yang ingin kalian tanyakan, anak-anak?” tanya  Akbar, guru matematika sekaligus wali kelas Joya. Akbar melempar pandangan ke arah murid-muridnya yang terdiam, “baiklah, kerjakan hal. 45 untuk tugas di rumah,” seru Akbar, dia merapikan buku-buku miliknya yang ada di atas meja sebelum melenggang keluar. Joya beranjak setelah merapikan buku-bukunya ke dalam tas, “oi Joya!” Joya mengangkat pandangannya ke arah kumpulan anak perempuan yang berjalan mendekat. “Ada apa?” tanya Joya sembari mengenakan tas miliknya itu ke punggun
Read more
Persiapan Pernikahan
Joya berkali-kali mencuri pandang ke arah Agha yang masih memfokuskan matanya ke depan, “ada apa? Apa kau memerlukan sesuatu?” tanya Agha tanpa sedikit pun membuang pandangannya. “Aku selalu memikirkannya dari kemarin, berapa usiamu?” Joya balik bertanya kepadanya. “Dua puluh lima,” jawab Agha singkat, “apa itu mengganggumu?” Dia balas bertanya dengan melirik ke arah Joya yang duduk di sampingnya. Joya menggeleng pelan, “tidak. Aku hanya bertanya, karena akan terdengar aneh jika aku tidak mengetahui apa pun mengenai seseorang yang akan menjadi pasanganku,” tukas Joya yang kembali melempar pandangannya ke depan. “Apa masih jau
Read more
Dia yang Menentukan
Agha melirik ke arah Joya, “kau tinggal hitung saja semuanya,” ucapnya ketika menghentikan langkah kaki di samping sebuah pintu.Joya yang ikut menghentikan langkahnya, masih terdiam menatap Agha yang tengah memencet bel yang ada di samping pintu. Joya menarik napas dengan mencengkeram lengan pakaian Agha saat pintu yang ada di hadapan mereka itu terbuka.Seorang laki-laki berdiri di depan pintu, “Agha?” ucapnya dengan melirik ke arah Joya yang masih terdiam, seakan tak melihat lirikan yang dilakukan laki-laki tersebut.“Apa kau akan membiarkan kami berdiri di sini?!”Joya melirik ke arah Agha yang menatap tajam ke arah laki-laki di hadapan mereka. “Masuklah,” ucap laki-laki tersebut saat dia berjalan mundur, menyingkirkan dirinya dari pintu.Lirikan Joya berpaling ke depan, tatkala Agha sadar kalau Joya sedari tadi tak berpaling darinya. Agha berjalan masuk tanpa mengucapkan sepatah kata pun, disus
Read more
Teman Bicara
Joya melirik ke arah Agha yang meraih ponselnya, lama dia menatap Agha yang masih terfokus dengan ponsel di tangannya itu. “Ada apa?” tanya Joya, keningnya mengernyit saat Agha masih tidak menjawab pertanyaannya. Agha menoleh ke arah Joya, yang di mana semakin membuat Joya mengerutkan keningnya, “ada apa?” tanya Joya sekali lagi kepadanya. Agha menghela napas dengan menundukkan pandangannya, “ganti pakaianmu! Ikut aku pulang ke rumah!” perintahnya sambil beranjak berdiri dengan meraih jas yang sebelumnya ia lempar ke ranjang. “Ke- Ke mana?” tukas Joya gelagapan, mencoba untuk memastikan apa yang ia dengar. “Ikut aku pulang ke rumah! Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi Papaku meminta untuk pulang sekarang,” ucap Agha, dia kembali mengenakan jas miliknya seakan tak mengindahkan Joya. “Joya.” 
Read more
DMCA.com Protection Status