Terjebak Cinta Suami Yandere (Indonesia)

Terjebak Cinta Suami Yandere (Indonesia)

By:  NatsuHika  Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
0.0
Not enough ratings
138Chapters
8.7Kviews
Read
Add to library
Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

*CUTE, SWEET, DAN DANGEROUS LOVE STORY* Update: 4 kali seminggu, kadang lebih. ---------- "Aku tidak mau melakukan perjanjian itu!”yakin Risa mantap dalam nada suaranya, menatap Shouhei berang, kedua tangan mengepal kuat, matanya penuh dendam dan amarah terhadap pria yang sudah mencuri hatinya begitu kejam, begitu jahat, dan sangat licik. Senyum dingin di wajah sang pria langsung melebar indah, berkata tenang: "Sayang sekali, Risa Abdullah. Tapi kau sudah menyetujuinya beberapa saat lalu.” DEG! Risa Abdullah kaget, bagaikan disambar petir. "Salahkan dirimu tidak membaca semua dokumen yang perlu ditanda-tangani, Risa Abdullah.” "BOHONG!”pekiknya marah. CEO tsundere? Itu sudah biasa! Tapi, bagaimana jika menikah dengan CEO yandere, kebalikan dari tsundere? Malapetaka yang manis! Itulah yang dihadapi oleh Risa Abdullah! Terpaksa menikah atas dasar kontrak bisnis dengan Shouhei Shiraishi, seorang CEO yang menyukainya secara terang-terangan, dan sengaja menghancurkan acara pernikahannya, bahkan mengancam keluarga Risa akan dibuat bangkrut dan menderita tujuh turunan kalau menolaknya sebagai menantu?! Cinta? Ok! Tampan? Ok! Berlimpah harta dan kasih sayang? Ok! Tapi sangat pencemburu, licik, dan posesif ekstrem!! Bagaimanakah Risa menghadapi suaminya yang terlihat lembut dan penyayang penuh cinta, tapi diam-diam memiliki jiwa psikopat? Shouhei sanggup melakukan 'apa saja' agar Risa tak pergi dari sisinya dan tak ada yang berusaha mengusik hubungan mereka. Termasuk menghilangkan nyawa orang lain! Seperti apa hari-hari Risa menjalani kehidupan rumah tangganya yang penuh kehebohan dan bikin jantungnya selalu nyaris copot itu? Akankah Risa tetap bertahan dengan sikap suaminya yang berlebihan dan ternyata memiliki andil dalam setiap kesialan kisah cintanya sejak dulu? Ataukah dia akan memilih pria lain? Written by: NatsuHika

View More

Latest chapter

    Interesting books of the same period

    Comments
    No Comments
    138 chapters
    Bab 1 Dia adalah Milikku
    Di sebuah gedung tinggi perkantoran yang sangat megah dan modern di Tokyo, Jepang. Setumpuk dokumen dilempar begitu saja di atas sebuah meja. Suara debamnya memekakkan telinga. Dokumen paling atas memperlihatkan sebuah profil seorang wanita lengkap dengan foto pas yang terlihat sangat formal. Rambut perempuan itu hitam panjang dan diikat satu dengan poni indah menghiasi wajahnya. Tertulis jelas di sana nama sang wanita dalam bahasa Indonesia: Risa Abdullah “Apa berita itu benar? Kamu sudah memastikan kabarnya?” tanya sebuah suara berat. Percakapan ini dilakukan dalam bahasa Jepang. Meski ada nada marah dalam suaranya, dia berusaha tetap menjaga ketenangan dirinya. “Iya. Itu benar, tuan muda. Risa Abdullah akan segera menikah minggu depan.” Pria berkacamata tipis yang menyampaikan berita itu berwajah datar dan terkesan dingin dengan rambut disisir sangat rapi. Di tubuhnya melekat jas biru tua dengan sebuah sapu tangan putih mencuat dari sakunya. Dia berdiri dengan sangat tegap me
    Read more
    Bab 2 Wanita yang Selalu Sial dengan Pria
    “Selamat pagi!” sapa seorang wanita berambut pendek pada Risa yang baru saja duduk di kursi kerjanya. “Pagi!” balasnya dengan senyum cerah, tapi begitu wanita tadi berlalu, wajahnya seketika ditekuk suram. Suasana kantor pagi itu masih terbilang sepi, perempuan ini memang terbilang paling rajin jika soal mengejar masa depannya. Sejak kecil, Risa selalu berusaha yang terbaik, termasuk juga masalah percintaannya. Namun, Tuhan sepertinya berkehendak lain. Mau sekeras apa pun dia berusaha sama seperti dia belajar mati-matian dan mengejar karirnya, tetap saja kisah cintanya selalu gagal, dan kini, ayahnya datang dengan proposal perjodohan demi menolong perusahaan mereka yang hampir bangkrut. Sebenarnya, Risa enggan melakukan perjodohan itu. Tapi, jika dia tidak melakukannya, maka seluruh karyawan perusahaan keluarga mereka pasti akan terancam diberhentikan tanpa pesangon. Jika sampai kejadian, bisa-bisa akan terjadi kerusuhan dan mungkin rumah dan anggota keluarga mereka akan menjadi
    Read more
    Bab 3 Calon Suami yang Seperti Menang Lotere!
    Malam hari, di sebuah kafe ternama, Risa duduk di dekat jendela menunggu pria yang katanya akan datang bertemu, sekedar untuk melihat rupa satu sama lain dan saling mengenal singkat. Tapi, ini sudah lewat 15 menit, pria itu belum juga muncul. Padahal, Risa sudah berdandan cetar membahana demi membuat pria itu terpikat, dan memberikan kesan baik dan sopan—atasan pakaiannya berupa lengan panjang putih dengan bordiran indah dan rok biru plisket sebatas betis. Rasanya, semua usahanya akan meleleh seperti es krim yang tidak enak dimakan. Malam ini, dia juga berdandan tidak biasa. Wanita itu menghela napas kecewa. “Harusnya, kan, dia yang menunggu, bukan aku,” gumam Risa, mengeluh dengan wajah cemberut. Seorang pelayan yang berjalan di dekatnya memberikan senyum sopan sambil membawa pesanan meja lain, Risa hanya membalasnya dengan senyum canggung. “Ya, ampun. Dia beneran mau menikah tidak, sih?” Risa menatap layar ponselnya melihat pesan singkat pria itu. Foto profilnya hanya menampilk
    Read more
    Bab 4 Gelang Seharga 10 Juta
    Hari berikutnya, Risa menjalani kegiatan kantornya dengan hati berbunga-bunga. Wanita ini bagaikan terbang ke sana ke mari seperti manusia bersayap, sangat penuh tenaga dengan wajah penuh senyum. Ini membuat para rekan kerjanya kembali terheran-heran. “Dia kenapa lagi, sih? Bukannya kemarin dia sudah seperti mau mati saja?” celutuk seorang wanita di depan meja Vera. Vera, teman Risa hanya memiringkan kepalanya bingung, menatap Risa yang sibuk mengkopi setumpuk kertas sambil bersenandung riang. Dari sejak datang ke kantor, temannya itu sudah diberi banyak tugas, dan sama sekali tidak menolak atau mengeluh sedikit pun. Malahan dia bertanya pada yang lain apakah ada yang bisa dibantu? Sambil bersandar, sambil melipat tangan di kursi melihat kelakuan ajaib Risa. “Apa ini ada hubungannya dengan perjodohan yang disebutkannya itu?” Vera membayangkan kembali kejadian kemarin. Dia memang setuju jika Risa menikah cepat. Tapi, kalau menikah dengan cara yang membuatnya melamun seperti oran
    Read more
    Bab 5 Kecemburuan Shouhei yang Berbahaya
    Didesak dengan pesona pria berkacamata tipis itu, keduanya akhirnya membeli gelang tersebut dan kembali makan malam bersama. Pria berkemeja biru gelap tersebut menatap Risa yang makan dengan perlahan di depannya. “Kamu tidak suka?” Sang wanita menegakkan kepalanya. “Suka, kok. Sangat enak. Dagingnya benar-benar lembut.” Pria di depannya punya sikap yang sangat romantis, selain pintar dan begitu tampan. Bagaimana bisa dia makan seperti orang kesurupan? Malulah! Padahal dagingnya benar-benar bikin saliva Risa nyaris menetes-netes. Tapi, malah harus jaga sikap di saat seperti ini. Bikin sakit hati saja! Dalam hati, Risa menangis kesal. “Lantas, kenapa makannya hanya sedikit?” “Eng... itu... sayang sekali kalau harus berpisah dengan cepat,” cicitnya malu-malu, mata menghindari tatapan sang pria. Yah, sejujurnya bukan itu. Selain jaga image, dia kepikiran dengan perkataan Vera tadi siang. Adnan Budiraharja memang pria yang benar-benar sempurna. Sudah dua kali mereka bertemu, dan
    Read more
    BAB 6 Sebuah Kado dan Tulip Merah
    “Loh, ada apa ini? Kok semuanya pada sibuk?”Risa yang baru saja masuk ke kantor terheran-heran dengan para karyawan yang tampak sibuk mondar-mandir.“Heh! Kamu ini! Kenapa suka sekali ketinggalan berita?”Vera tiba-tiba muncul dari belakang membawa setumpuk dokumen hingga setinggi dagunya.Risa masih kebingungan, kepala dimiringkan.“Memang ada apa, sih? Apa kita dapat klien menyebalkan lagi?”BUK!Dokumen bertumpuk tadi dihempaskan ke atas meja, Vera berkacak pinggang pada rok pensil hijau selututnya, satu tangan menyangga di atas meja lawan bicaranya.“Kita ada pergantian bos Senin ini. Kamu tidak tahu berita besar semacam ini? Tidak baca grup lagi?”Risa memucat pelan, tersenyum kaku.Dia bukannya tidak baca grup, tapi semalam usai diajak oleh Adnan sibuk chat sejenak lalu cepat-cepat tidur saking lelahnya jalan-jalan dengan calon suaminya. Mana sempat dia buka g
    Read more
    Bab 7 Insiden di Bioskop
    “Kau serius? Tidak ada yang membahasku satu pun?” Risa mengangguk cepat. “Kebanyakan nonton drama Korea, tuh, pastinya!” ledek Vera kesal, nadi di pelipisnya berdenyut nyaris meledak. Harga dirinya seolah diremehkan. Padahal tadi sudah sangat heboh sampai bikin beberapa orang jadi iri, ternyata semua hanya menjilat kepadanya! Mentang-mentang dirinya ini adalah bagian keuangan! Wanita berambut sebahu ini terlihat kecewa mendengar pengakuan Risa, dia juga sudah membuat dirinya jadi malu begitu, tapi usahanya sia-sia. “Bos baru itu seperti apa, sih? Sial! Aku sibuk urus laporan, jadinya belum bisa ikut gosip di grup mana pun! Awas saja kalau dia tak seheboh yang mereka bicarakan!” “Hahaha. Sepertinya harapan mereka terlalu tinggi gara-gara bos-bos di sini sudah tua-tua. Kalau pun masih muda, tapi sudah ada pasangan. Daging segar memang selalu menarik, kan? Jangan salahkan mereka. Kau juga, sih, pake heboh pamer kado begitu di saat semua orang sib
    Read more
    Bab 8 Kalung Berlian dan Cokelat Mahal
    Sesampainya di depan rumah Risa, Adnan meminta maaf atas insiden hari ini.“Tidak apa-apa! Sungguh! Itu, kan, bukan salah siapa pun? Kecelakaan semacam itu bisa terjadi kepada siapa saja, kok! Jangan terlalu dipikirkan.”Risa menggerak-gerakkan tangannya di udara, menolak permintaan maaf Adnan yang tampak memasang wajah murung dan gelap.“Aku minta maaf. Kau jadi mendapat hari yang tidak menyenangkan. Harusnya ini menjadi kencan yang menakjubkan,” jelasnya dengan nada sedih.Tanpa disangka-sangka oleh Risa, pria yang kini hanya memakai kemeja putih tanpa jas itu mulai memeluknya kuat-kuat.Risa gelagapan, salah tingkah.“A-Adnan... nanti ada yang lihat...” keluhnya sembari mencoba lepas dari pelukan sang pria.“Oh, maaf,” balasnya dengan wajah malu-malu.Risa tertegun kaget melihat ekspresi wajah itu, sangat tampan dan menggemaskan. Seketika saja sosok marah-marah menakutkannya ta
    Read more
    Bab 9 Kelicikan Seorang Adnan
    Risa terdengar tertawa kaku tidak enak hati di seberang sana, jadi hanya bisa bergumam pelan ‘um’.Merasa Risa mulai menjaga jarak dengannya, Adnan pun mengambil alih: “Ada apa meneleponku pagi-pagi begini?”Risa mulai panik mendengar pertanyaan itu, menatap hadiah di tangannya, merasa ragu-ragu dan takut menjawab pertanyaan itu.“Kenapa diam saja?” ledek sang pria dengan tawa rendahnya yang renyah.“I-itu Adnan... um... apa kau yang memberiku hadiah akhir-akhir ini?”Dengan mata terpejam kuat, Risa akhirnya memberanikan menanyakan hal memalukan itu.Kalau bukan dari Adnan, bagaimana dia menjelaskannya?Kalau bukan dari Adnan, pria itu pasti berpikir dirinya sangat berharap dalam hubungan ini sampai merasa kegeeran, kan?Tidakkah itu agak memalukan meski mereka sudah mau menikah?“Hadiah?”“I-iya. Hadiah. Kemarin ada hadiah buku dan polpen. Um... ha
    Read more
    Bab 10 Kehebohan di Kantor Risa
    Bu Sari menekuk tubuhnya di depan pembatas meja, bertopang dagu tepat di depan meja Risa, dan berkata pelan penuh rayuan, “aku ini tidak begitu murahan, Risa. Tidak seperti mereka yang suka menjilat orang-orang demi keuntungan pribadi. Kau tahu, kan, aku ini suka dengan barang-barang bermerk. Aku hanya ingin tahu lebih banyak apa-apa saja yang sudah diberikannya padamu. Anggap saja aku sedang melakukan riset. Ini demi keuntungan perusahaan juga, kan?” Mulut Bu Sari sungguh licin seperti belut. Orang-orang yang mendengarnya merasa tidak nyaman, tapi ada kebenaran dalam suaranya, tidak bisa membuat mereka protes karenanya. Risa menatapnya datar dan malas, sudah berkedip-kedip manja untuk merayunya, tapi wanita berambut hitam sepunggung ini tidak tergerak sedikit pun. Bagaimana dia ingin menceritakan semuanya? Mereka saja baru bertemu? “Bu Sari, mohon maaf, tapi saya baru berkenalan dengan pria itu. Dia adalah pria yang dijodohkan dengan saya, ja
    Read more
    DMCA.com Protection Status