Dia segalanya bagiku (Indonesia)

Dia segalanya bagiku (Indonesia)

By:  Ade Tiwi  Completed
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
0.0
Not enough ratings
44Chapters
3.9Kviews
Read
Add to library
Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

Gavin sosok pemuda tampan yang hidup sederhana dengan sang adik yang bernama Tisha. Keduanya pun saling menyayangi satu sama lain.5 tahun yang lalu, naas sebuah tragedi menimpa Tisha. Hingga membuat gadis itu mengalami kebutaan akibat kecelakaan yang menimpanya oleh orang tak bertanggung jawab.Gavin sosok kakak siaga yang selalu melindungi dan menjaga adiknya, hingga tanpa disadari perasaan yang ia rasa melebihi sekadar rasa sayang dan cinta kepada adiknya, melainkan perasaan cinta sebagai seorang pria kepada wanita.Disaat mereka menjauh, sebuah fakta mengejutkan muncul. Akankah pada akhirnya cinta mereka bisa bersatu? Atau hanya akan menjadi kisah cinta terlarang?

View More
Dia segalanya bagiku (Indonesia) Novels Online Free PDF Download

Latest chapter

Interesting books of the same period

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments
No Comments
44 chapters
Prolog
Aku menyayanginya lebih dari apapun, bahkan aku rela mengorbankan nyawaku untuknya. Dia adalah nafasku, harta terindah di dalam hidupku.Aku tak menginginkan yang lainnya lagi, cukup aku dan dia saja sudah membuatku bahagia. sungguh sempurna dirinya untuk melengkapi hidupku"Kakak!" panggilannya untukku."Iya sayang?" ah aku sudah terbiasa memanggil adikku dengan kata sayang.Ia berjalan pelan kearahku menggunakan tongkat untuknya berjalan, kalian tahu kenapa ia memakai tongkat saat berjalan?Yupsss, jawabannya adalah karena adikku buta alias tidak dapat melihat. tapi ini bukan dari lahir, semua ini terjadi beberapa tahun silam.Saat itu adikku berusia 17 tahun, ia harus mengalami nasib buruk karena kecelakaan yang menimpanya, oleh orang tak bertanggung jawab. saat itu aku ingin saja menghabisi orang tersebut jika bertemu, aku putus asa melihat adik yang ku sayangi mengalami ini.Tapi berkat keteduhan hatinya yang sabar, selalu membuat hatik
Read more
Part 1
"Tisha, kakak pergi berangkat bekerja dulu ya sayang, kamu di rumah sama Sekar." ucapku pada adik kesayanganku."Iya kakak," ucapnya tersenyum ke arah lain."Hei sayang, kakak disini cantik!" ku putar tubuh adikku agar menghadap ke arahku."Upsss maaf kak, Tisha kan tidak bisa melihat." ucapnya lagi masih tersenyum lebar.Aku pun ikut tersenyum melihatnya, ku usap kepala dan rambutnya dengan sayang. meskipun dalam keadaan seperti ini, tapi dia tetap selalu ceria."Ya sudah, kakak berangkat ya sayang." Tisha mengangguk."Assalamu'alaikum," salam ku padanya."Wa'alaikumsalam." aku pun menutup pintu rumah kami, karena biasanya setelah aku berangkat kerja, maka Sekar akan langsung datang ke rumah.Aku naik angkot untuk berangkat ke tempat kerjaku, aku sudah terbiasa melakukan hal ini. untuk orang seperti kami tidaklah masalah, dari kecil aku dan adikku sudah terbiasa hidup sederhana seperti ini.Pekerjaanku pun hanya seorang kuli bangunan, i
Read more
Part 2
"Assalamu'alaikum, kakak pulang!" ucap seorang pria begitu membuka pintu rumahnya."Wa'alaikumsalam." jawab Tisha senang karena akhirnya sang kakak pulang."Apa Sekar sudah pulang sayang?" Tisha mengangguk."Barusan saja pulang kak.""Apa kau sudah makan malam?" Tisha mengangguk lagi."Baiklah, kalau begitu kakak mau mandi dulu, gerah banget soalnya." Gavin melangkah ke kamar mandi.Tisha kembali duduk di ruang tamu, menunggu kakaknya selesai mandi.Tak berapa lama kemudian Gavin selesai mandi dan sudah memakai pakaiannya, ia menghampiri sang adik dan memeluk pinggang rampingnya.Ia kecup rambutnya yang sangat wangi, aromanya membuat Gavin kecanduan untuk mencium rambut adiknya."Kakak lapar sayang." aduh Gavin."Sebaiknya kakak makan malam dulu." usulnya yang di angguki Gavin."Ya sudah, kakak maka
Read more
Part 3
Tisha meraba-raba bibirnya sendiri yang di kecup sang kakak tadi pagi, masih terasa bagaimana rasanya saat Gavin mengecup bibirnya dengan lembut.Ia menggelengkan kepalanya kuat seraya menghilangkan segala pikiran mengenai perasannya pada sang kakak. "Ini tidak benar!" gumamnya."Apanya yang tidak benar cantik?" tanya Sekar heran melihat Tisha."Hah? ah tidak ada apa-apa Sekar.""Kau yakin? lalu kenapa kau geleng-geleng kepala?" Sekar masih penasaran."Itu karena kepala ku agak sedikit pusing." ucap Tisha berbohong."Astaga! kenapa tidak bilang jika kau sakit? ya sudah sini ku bantu untuk istirahat." Sekar membantu Tisha baringan di ranjangnya.Setelah Sekar keluar dari kamarnya, kembali Tisha meraba bibirnya dan tersenyum, entah kenapa ia begitu bahagia saat kakaknya bersikap manis dan lembut padanya."Apakah mungkin ini yang namanya perasaan cinta? lalu rasa cinta yang seperti apa?" batin Tisha bingung.Tak lama Tisha pun m
Read more
Part 4
"Pagi!" sapa Sekar saat masuk ke dalam rumah Gavin dan Tisha."Pagi juga sekar, bagaimana keadaan mu? sudah lebih baikan?" tanya Gavin begitu perhatian."Sudah lumayan agak mendingan Gav." jawab Sekar."Syukurlah kalau begitu." ucap Gavin tersenyum."Emm, Gav...." panggil Sekar menggantungkan kalimatnya."Iya? kenapa Sekar?" tanya Gavin penasaran.Ragu-ragu Sekar ingin mengatakannya, takut jika Gavin marah dan menolak keinginannya."Hari ini sebenarnya aku ingin pergi bersama keluargaku!" kata Sekar."Lalu?" "Bagaimana jika aku membawa serta Tisha bersama ku, hitung-hitung sekalian aku menjaganya, daripada kau harus cuti kan?" usul Sekar.Gavin tampak berpikir. "intinya, sebenarnya kau ingin pergi dan tidak bisa menjaga Tisha. begitu kan?" tanya balik Gavin."Ya awalnya sih gitu, tapi setelah aku pikir-pikir tidak ada salahnya juga aku membawanya pergi bersama ku dan keluarga ku." "Tapi itu sih, terserah kau saja Gav!" ucap
Read more
Part 5
Seorang pemuda tengah menatap foto seorang wanita cantik, wanita itu tersenyum memandang ke arah lain, bukan ke arah kamera.Ia usap foto itu dengan lembut dan ia kecup dengan sayang, seakan-akan foto itu wujud asli sosok wanita tersebut."Kau sangat cantik disini sayang." gumamnya pada foto tersebut.Ia menaruh kembali foto itu di atas nakas samping tempat tidurnya, ia bangkit dan membuka seluruh pakaiannya.Setelahnya ia masuk ke dalam kamar mandi, menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya. mandi di bawah shower telanjang bulat, membuatnya terlihat seksi dari belakang dengan tubuh yang sangat di idolakan banyak wanita.Tak butuh waktu berapa lama untuknya mandi, ia langsung mengenakan pakaian bersihnya. berjalan keluar menuju ruang makan, di sana terlihat orang tuanya yang sudah menunggu kehadirannya."Ayo sayang kita makan malam!" ajak ibu pemuda itu.Pemuda itu
Read more
Part 6
Tisha masih terengah-engah dengan ciuman kakaknya, ia merasa kehilangan saat kakaknya menghentikan ciumannya."Kakak...." rengek Tisha.Entah kenapa Tisha seakan lupa ingatan jika yang menciumnya adalah kakaknya sendiri, Gavin semakin sulit mengendalikan dirinya yang tengah di ambang batas kesadarannya."Tisha, k-kau katanya ingin mandi kan? ayo kakak antarkan ke kamar mandi." Gavin mendekat dan menarik pelan tubuh adiknya agar berdiri, ia antar sampai ke kamar mandi."Mandilah!" perintahnya dan mulai berjalan keluar."Kakak, kenapa kau mencium ku?" pertanyaan Tisha menghentikan langkah Gavin."Dan kenapa kakak juga menghentikan ciuman kita, kau tau kak! aku sangat suka saat kakak menciumku, aku sangat menikmatinya." ucap Tisha sedikit mendesah di akhir kalimatnya.Gavin hanya diam mendengarkan ucapan adiknya, ia bingung ingin mengatakan apa.<
Read more
Part 7
Happy reading!"Ini bayaran buat Lo berdua." ucap seorang pemuda memberikan lembaran uang merah yang sangat banyak pada dua orang preman."Sipp, terima kasih bos." ucap preman tersebut mencium uang itu."Tapi bos, bos mukulnya kuat banget, sakit beneran ini!" salah satu preman menunjukkan wajahnya yang lebam akibat pukulan kuat pemuda tersebut."Tapi bayarannya setimpal kan?" alis pemuda itu terangkat."Setimpal kok bos, lain kali kalau butuh bantuan, panggil kita aja ya bos." Fikar tersenyum mengangguk.Setelahnya kedua preman tersebut pergi, Fikar tampak tersenyum puas dengan rencananya hari ini, awal mula dia akan mendekati gadis cantiknya.Fikar menghayalkan wajah Tisha, wajah cantik nan pesona yang sangat menggoda Fikar. tapi selain itu, ada maksud tujuan tertentu lainnya, selain ingin mendapatka
Read more
Part 8
"Aaahhh Gav." rintih Sekar merasakan perih karena Gavin meremas dadanya kuat."Bukankah ini yang kau mau hm?" tanya Gavin menggertakkan giginya geram melihat Sekar."Awwhh! ku mohon pelan-pelan." pinta Sekar lagi.Dengan posisi berdiri menyudutkan punggung Sekar ke dinding tembok, Gavin menyeringai menatap Sekar.Sangat kasar Gavin melumat bibir Sekar, di gigitnya kuat bibir bawah Sekar hingga mengeluarkan darah Segar. Bukannya megap-megap keenakan, Sekar malah megap-megap meringis kesakitan, sungguh tidak ada kelembutan dari Gavin padanya.Di cengkram kuat kedua bahu Sekar. "kau ingin bercinta denganku kan?" Sekar mengangguk."Apakah kau juga ingin vagina mu ini di masuki oleh milikku hah!" desis Gavin di depan wajahnya.Lagi-lagi Sekar mengangguk sambil menitikkan air matanya, satu kata yang tergambar saat ini pada Sekar. memalukan! Read more
Part 9
Gavin menyelimuti tubuh polos Tisha, tampak raut kelelahan dari wajahnya. ia kecup kening sang adik dengan sayang, setelah itu ia bangkit untuk membersihkan tubuhnya.Kalian pasti berpikir jika mereka berdua sudah berhubungan intim bukan? tapi kenyataannya tidak! Gavin memang melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuh Tisha, ia cumbu semua tubuh adiknya habis-habisan. sangking bernafsunya membuat tubuh Tisha memiliki banyak tanda hasil perbuatan Gavin, terlebih di bagian leher dan dada, semua tak luput dari perhatian Gavin.Dan untuk pertama kalinya Gavin menjadi pria brengsek sekaligus kakak yang tidak tau diri, karena dengan lancang dan gairahnya yang tersulut. ia melebarkan paha adiknya hingga terpampang lah milik adiknya yang indah, ia cumbu dengan semangat sampai Tisha menjerit nikmat mendapatkan orgasmenya, yang langsung Gavin hisap habis.Setelahnya Tisha kelelahan dan tertidur, Gavin tersenyum meli
Read more
DMCA.com Protection Status