Re-Wedding (Indonesia)

Re-Wedding (Indonesia)

By:  FebyNelson  Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
0.0
Not enough ratings
37Chapters
13.4Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

Hamil? Punya anak? Mana bisa. Dipegang saja tidak pernah. Maharani Aqila Dewi, gadis berumur duapuluh dua tahun itu memiliki IQ di bawah rata-rata, ia sangat mencintai Saka atau bisa dibilang, ia adalah bucinnya Saka. Ia sudah mencintai pria itu bahkan sejak dirinya kecil. Raysaka Wahyu Mahendra, pria yang sangat menjanjikan, cerdas istimewa, dan tentunya sangat tampan bagi Rani. Namun sayang, ia membenci gadis itu, gadis yang ia nikahi. Walaupun begitu, Rani selalu sayang dengan Saka. Rani tentunya tidak tahu mengapa pria yang ia nikahi ini tidak pernah peduli dengan usahanya dan jahat padanya. Tapi, cinta memang tidak membutuhkan alasan, bukan? Itulah yang menguatkan Rani selama ini dengan sikap Saka yang tidak peduli dengannya. Yang terpenting adalah Rani mencintai Raysaka dengan tulus sepenuh hati. Kisah cinta mereka pun dipenuhi dengan kekonyolan Rani dan sikap dingin Saka. Sampai akhirnya ia sadar, bahwa ternyata Saka tidak pernah mencintainya sama sekali. Pria itu hanya menikahinya atas perintah ayahnya sendiri. Akankah Rani masih mempertahankan pernikahannya ataukah perceraian adalah pilihan yang dipilih sebagai akhir dari kisah cintanya dengan Saka?

View More
Re-Wedding (Indonesia) Novels Online Free PDF Download

Latest chapter

Interesting books of the same period

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments
No Comments
37 Chapters
Bab 1. Rani sayang Raysaka
"Yah, bajunya ga dipake lagi sama Saka. Padahal Rani udah bangun pagi-pagi supaya Saka bisa kerja pake ini."Ucap Rani dengan sangat lesu sambil menaruh kemeja Saka di atas wajahnya.Aca yang mendengarnya pun langsung kesal."Lagian ya, gua udah bilang, cerai aja sih sama dia, terus cari cowok lain, kenapa mesti sama saka, dia nyakitin hati lu mulu, Ran."Rani langsung menatap Aca dengan sendu."Tapi kan Rani cintanya sama Saka, Ca. Dari nama aja udah jodoh. Rani. Raysaka."Aca berdecak."Capek gua ngomong sama orang IQ dibawah rata-rata kek lu. Yang demen cuma lu sendiri, yang suka cuma lu sendiri, dia mana suka sih sama lu. Udah cukup dia gituin lu mulu, itu artinya kode."Rani menggeleng-gelengkan kepalanya."Pasti maksud dia ga gitu, Ca. Rani tahu kok Saka suka sama Rani. Jelas-jelas waktu kecil dia kejar-kejar Rani."Aca pusing, temannya ini bodohnya kelewatan sekali. Kalau saja dia tidak sayang dengan
Read more
Bab 2. Raysaka
Kalau Raysaka bisa memilih, dia pasti tidak mau menikah dengan Rani.Gadis itu, hanya teman bermainnya saat kecil.Ia tidak pernah berharap bisa berakhir dengan gadis itu.Apalagi semenjak ia tahu siapa gadis itu.Maharani Aqila Dewi, walaupun namanya Maharani, tapi dia bukan ditakdirkan untuk menjadi permaisurinya Saka.Saka tidak pernah menginginkan atau bermimpi menjadi suami dari Rani.Sampai suatu saat, ia sadar, bahwa ayahnya hanyalah bawahan dari ayah Rani.Ayah Rani, Dewangga meminta Saka untuk menjadi suami anaknya.Saka tentu saja awalnya menolak, ia hanya pernah sekedar bermain dan hanya menganggap Rani adalah temannya. Tidak lebih dari itu."Rani kelihatannya suka sama kamu, lebih dari perasaan yang kamu miliki. Saya ingin kamu melamar dia, agar kamu bisa selalu menjaganya."Cih! Saka tahu pikiran Dewangga. Pria itu hanya ingin anaknya mendapatkan apa yang anaknya suka. Saka benci Rani! Anak manja itu hany
Read more
Bab 3. Rani dan kelakuannya
Rani mondar-mandir dari pukul enam sore. Ia sudah siapkan baju untuk Saka tidur, makan malamnya Saka, dan juga siap menanti Saka pulang.Namun sampai pukul sepuluh malam, Saka tak kunjung sampai.Rani takut saja ada apa-apa sama Saka.Rani kan istri yang baik, jadi ia tidak bisa tidur jika suaminya belum pulang. Padahal jam tidur Rani itu pukul sepuluh tepat.Hanya saja, Rani tidak bisa tenang kalau tidur tidak ada Saka di sebelahnya.Walaupun saat tidur mereka tidak... Belum pernah berpelukan, dan belum berbuat apapun di ranjang.Rani merasa ada yang kurang kalau tidur di ranjang yang kosong.Efek sudah terbiasa dengan keadaan Saka."Rani bobok aja, udah malam lho ini."Rani menggeleng-gelengkan kepalanya."Kalau mbok mau bobok duluan, gapapa, mbok. Rani mau tungguin Saka."Mbok pun tak enak meninggalkan Rani untuk kesekian kalinya.Ini bukan pertama kalinya Saka pulang malam.Untung saja Rani sudah makan du
Read more
Bab 4. Rumah Ayah
Begitu mereka sampai di rumah Ayah, Dewangga langsung menyambut anaknya dan tentu saja juga menantunya.Waktu siang hampir sore ini, terbilang cukup pas. Tapi, Saka tentu saja sebenarnya tidak ingin terlalu lama disini.Tujuannya hanya makan siang dan pulang. Kalau seperti ini, tamatlah riwayatnya.Ia dan Rani pasti akan diminta untuk menginap semalam."Ayah kok makin kurus sih! Apa Rani harus kirimin makanan juga ke Ayah?"Dewangga hanya terkekeh. Nada anaknya ini sungguh mirip sekali dengan almarhumah istrinya, Wanda."Boleh juga. Ayah ga tau kalau kamu udah pinter masak sekarang."Pintar memasak? Mbok yang masak kok.Saka hanya bisa diam sambil mengunyah makanannya pelan-pelan.Rani langsung menyingkap rambutnya ke belakang."Kan Rani harus bisa masak biar suami betah di rumah, Yah."Saka langsung tersedak."Lho, lho. Saka makannya pelan-pelan. Rani tahu kok makanannya enak tapi jangan buru-buru."Read more
Bab 5. Ala chef Rani
Sudah dua hari semenjak dari rumah Dewangga.Kalau kemarin Rani tidak bisa memasak untuk membawakan Saka bekal, hari ini ia sudah bangun pukul empat pagi dan memasak bari Mbok.Padahal ia biasanya bangun satu jam sebelum Saka bangun. Namun sekarang ia bangun tiga jam sebelumnya. Ia sudah memperhitungkan semuanya, dua jam lebih untuk memasak, setengah jam untuk mandi agar selalu wangi lalu ia akan mempersiapkan pakaian Saka.Ia merasa darah-darah menjadi istri sejati sudah mengalir di tubuhnya.Sejak kapan Rani seperti ini?Ia sudah berubah total semenjak menjadi istri Saka dalam waktu dua tahun.Ia akan membuat bento yang sangat enak untuk Saka.Setelah mencari tahu, bekal yang paling enak adalah bekal ala jepang yaitu bento.Tempura, telur, daging panggang yang berada di samping nasi, lalu Rani masih ingat Saka yang membeli onigiri, maka ia juga membuat beberapa sushi ala dirinya.Soal rasa makanan
Read more
Bab 6. Rani bisa jadi apa yang Saka mau
Barang Saka ya barang Saka, barang Rani ya barang Rani. Saling menjaga privasi masing-masing adalah prinsip yang seharusnya dijaga.Tapi, Rani tidak suka. Maksudnya, ia lebih suka kalau barang Saka ya barang Rani dan barang Rani ya barang Saka.Kenapa sih harus dipisah?Mereka sudah suami-istri juga, kan?Ponsel Saka jarang sekali berbunyi, Rani sendiri tidak tahu apa kata sandinya, apalagi ponsel Saka begitu redup hingga tidak keliatan.Kaca pelapisnya pun juga gelap.Memang beberapa kali Saka sering meninggalkan ponsel itu begitu saja selagi mandi.Namun entah kenapa saat Rani ingin keluar sebentar, tiba-tiba barang itu bergetar sehingga menarik perhatian Rani.Rani pun mendekat, sisi ingin tahu dirinya sangat kuat terhadap Saka.Hingga ia menunduk dekat ke ponsel Saka, ia tidak akan menyentuhnya karena Rani tahu kalau Saka sangat teliti, barangnya berubah sedikit saja dia sadar.Terbaca dengan sedikit buram.

Read more

Bab 7. Dua nasihat berbeda
"Kamu tuh ya, kapan sih dengerin ibu ngomong? Mau sampai kapan begini, Saka?"Ini masih pagi tapi Saka sudah harus mendengarkan celotehan ibunya."Sudah dua tahun kamu belum bisa terima dia juga? Mau jadi apa, Sak.Walaupun kamu ga mau sama dia. Walaupun kamu ga pernah minta maharani seperti dia dan ga mau punya maharani seperti dia. Ya, tapi kamu ditakdirkan untuk jadi mahendranya dia, Sak. Mahendranya dia."Saka sudah terlatih mendengarkan ini, ia akan menutup rapat bibirnya dan mendengarkan ibunya sampai ibunya lelah sendiri."Ibu kasih nama kamu Mahendra tuh ya biar jadi raja yang sabar, yang bisa diandalkan, lapang dadanya seperti gunung. Jangan bisanya lancipnya doank, lho. Tajam benar kalau ngomong sama orang lain."Saka hanya mengangguk-anggukkan kepalanya."Heh! Ibu ngomong ini, lho. Dijawab. Punya mulut, kan?""Iya, Bu. Iya."Sekar sudah mulai emosi."Jangan iya-iya aja tapi ga dijalani. Itu namanya podo wae
Read more
Bab 8. Rani juga bisa senang
"Kamu engga perlu berbuat apapun, cukup jalani kuliah kamu dengan benar itu sudah cukup untuk jadi istri yang baik bagi aku."Perkataan itu masih selalu Rani ingat.Tidak hanya itu, bahkan seluruh perkataan yang Saka katakan pun ia ingat.Memang tidak banyak percakapan antara Saka dan dirinya yang telah dilalui.Tapi, itu sangat meresap di ingatan Rani.Sangat manis, membuat Rani lupa bahwa hal itu kini hanya tinggal di kenangannya saja.Rani pikir ia sudah melakukan suatu hal yang salah sehingga Saka mendiamkannya dari hari begitu mereka mengucapkan janji hingga hari ini.Tapi mendengar ucapan Saka, entah itu adalah pujian, komentar atau kritik sekalipun. Kata 'cantik' itu memiliki konotasi yang positif.Apakah Sakanya kembali seperti dulu lagi?"Bener, Ca. Saka ngomong begitu tadi malam. Rani ga ngada-ngada kok."Rani membela dirinya sendiri setelah berulang kali Aca mengatakan bahwa dirinya sedang berhalus
Read more
Bab 9. Rani pernah salah apa?
Demi segala dewa-dewi yang ada, dia, Raysaka Wahyu Mahendra. Tidak pernah terpikir ia akan berada dan duduk di tempat yang bernama salon ini, dan menemani Maharani Aqila Dewi, orang yang diperistri oleh dirinya sendiri.Yang benar saja, apa yang sudah ia pikirkan hingga ia malah terbawa arus dan menjawab pesan dengan kata "iya" ke gadis didepannya ini?Ia duduk di belakang Rani yang rambutnya sedang diurus oleh penata rambut. Wajah senyum Rani yang bodoh itu terus mengembang, bola matanya juga terus mengarah kepada Saka.Ia tidak bisa menghentikan tatapannya sendiri kepada laki-laki yang sudah lama menjadi suaminya itu. Dua tahun sudah cukup lama bukan? Ini pertama kalinya Saka menemaninya potong rambut. Biasanya, ia akan pergi dengan Aca. Atau bahkan ia akan pergi sendiri, dulu sekali ia akan pergi dengan Mbok kalau Aca juga tidak bisa."Potong rambut atau gimana, kak?"Pertanyaan ini yang ditunggu-tunggu oleh Rani. Ia pun meny
Read more
Bab 10. Pertemanan atau permusuhan?
Baru saja beberapa hari yang lalu bertemu dengan Farah, kini di hadapan Rani dan Saka sudah terdapat anggota dengan lengkap.Mereka bahkan berada di meja makan yang sama kecuali Ghandi.Karena pria itulah yang sedang menikah di atas panggung sana.Lucunya, Airlangga duduk di sebelah Rani, Rani di sebelah Saka, dan di sebelah Saka ada Farah.Lengkap sudah.Airlangga yang menyukai Rani, Rani yang menyukai Saka, Farah yang juga menyukai Saka, dan Saka yang sekarang sudah menjadi suami dari Rani.Anggraini yang duduk bersama mereka, sudah merasakan hawa-hawa buruk, firasatnya bahkan juga merasa tidak enak, pikirannya sudah menyuruhnya untuk bergerak mundur teratur atau kalau bisa pindah tempat duduk. "Ah, cantik sekali ya istri Ghandi."Basa-basi yang dikeluarkan Anggraini agar memecahkan suara ini pun ditanggapi oleh satu-satunya yang tidak nyambung di dalam kumpulan mereka."Iya ya, cantik banget. Jadi ingat pas kita dulu ya, Saka."Read more
DMCA.com Protection Status