Memilih Jalan Taaruf

Memilih Jalan Taaruf

By:  Endah Hao  Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
0.0
Not enough ratings
3Chapters
531views
Read
Add to library
Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

Synopsis

Goodgirl

Jodoh itu rahasia Tuhan, sebab tidak tahu nanti yang akan menjadi pasangan halal. Rasa kecewa dan patah hati dialami oleh seorang gadis bernama Andini. Dia batal menikah dengan tunangannya--Dio--lelaki yang selama ini menemani hari-harinya selama empat tahun. Setelah rasa sakit hatinya dengan Dio, dia pergi merantau ke Yogyakarta. Andini pun memulai hidup barunya dengan membuka usaha baju dan gamis online. Bagaimana kelanjutan kisan Andini? Apakah penyebab dari semua kejadian ini? Apakah Andini mampu keluar dari rasa sakit hati yang mendalam?

View More

Latest chapter

Interesting books of the same period

Comments
No Comments
3 chapters
Bab I (Tentang Dio)
Patah hati, kekecewaan, rasa dikhianati, dan diselingkuhi oleh mantan tunangan membuatku jera untuk menjalin kembali sebuah hubungan. Aku menyibukkan diri dengan usaha bisnis online shop. Usaha yang sudah ditekuni kurang lebih dua tahun ini akhirnya membuahkan hasil dan mempunyai banyak pelanggan.Aku menjual pakaian-pakaian gamis modis zaman sekarang, mengikuti trending dan permintaan pelanggan terus dilakukan, untuk kepercayaan mereka kepada toko kami. Bisnis ini dimulai saat Dio—mantan tunanganku—meninggalkan diri ini bersama perempuan yang tak lain adalah adikku sendiri. Saat itu kami sedang mempersiapkan segala kebutuhan pernikahan yang waktunya tinggal dua minggu lagi.Hati ini seketika hancur, tak mau bila semua menjadi seperti ini. Tubuhku serasa dilempar batu, ketika tahu Chika—adik kandungku—tega merebut Dio dariku. Mereka berkhianat saat aku sedang menjalani studiku di UGM Yogyakarta.***<
Read more
Bab 2 (Perpisahan Sementara)
Segala persiapan sudah selesai, hari ini aku akan pergi ke Yogyakarta untuk menjalani studiku. Restu dari kedua orang sudah didapatkan, tinggal memantapkan hati dan merelakan berpisah dengan Dio sementara waktu. Hati begitu risau, karena selama ini kami selalu bersama.Aku sangat mencintai Dio. Pedih rasanya harus meninggalkannya di sini, tetapi hati ini percaya bahwa ia akan selalu setia kepadaku. Begitu pun aku juga akan menjaga hati. Menggapai sesuatu memang harus ada yang dikorbankan, walau sakit akan tetap coba dijalani. Mata ini menatap ke arah papan di mana foto-foto aku dan Dio terpajang di dalamnya, sementara momen itu tidak akan dilakukan sampai empat tahun ke depan.Terlihat mobil berwarna biru tua memasuki halaman depan rumahku, itu adalah Dio yang akan mengantarkanku ke stasiun Jatinegara. Hari ini Dio begitu rapi dengan ciri khasnya yang selalu memakai polo shirt polos, celana chinos, serta sepatu
Read more
BAB III (Hari Pertama di Kampus)
Aku berlari menuju lapangan, semua mahasiswa baru (maba) sudah berkumpul dan mengikuti upacara penyambutan. Terlihat kakak tingkat (kating) sedang berpidato di atas podium. Aku yang baru datang begitu linglung, tak tahu harus masuk ke kelompok yang mana.

Read more

DMCA.com Protection Status