My love My neighbour

My love My neighbour

By:  Alif Khan  Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
0.0
Not enough ratings
43Chapters
2.4Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

Blurb: "Kamu pasti kena karma, Erik. Ingat dunia itu berputar!" sumpah Arini mengacungkan jari telunjuknya pada Erik. Melihat lelaki yang baru saja memintanya menikah hari yang lalu sedang bermadu kasih dengan Susan, seorang model papan atas, membuat hati Arini seperti tertusuk pisau. Arini Rinjani seorang artis tidak terkenal yang sudah tiga tahun berpacaran dengan Erik harus menelan pil pahit. Keberuntungannya tenggelam setelah dia membintangi debut film pertamanya bersama Erik. Sedangkan nama Erik sendiri melambung dengan pesat. Arini rela menjadi asisten demi cintanya pada Erik. Arini bertekad jika dia harus lebih bersinar dari pada mereka. Berulang kali usahanya gagal sehingga dia harus kembali ke kampung. Setelah pulang kampung, Arini bertemu lelaki yang pernah menjadi rekan debut pertamanya. Kebetulan dia tinggal di dekat rumahnya. Apakah Arini akan bersinar sesuai dengan harapannya? Apakah karma Erik akan berlaku?

View More
My love My neighbour Novels Online Free PDF Download

Latest chapter

Interesting books of the same period

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments
No Comments
43 Chapters
Perselingkuhan Itu
“Sayang, terus jangan berhenti,” desah Susan sambil mencengkram punggung Erik dengan kuat. Dia merasa tidak pernah Erik sekuat ini sebelumnya. Ternyata obat yang lelaki itu minum sangat ampuh. “Iya, kamu senang kan. Aku bisa sekuat ini. Obatnya sangat manjur,” ucap Erik menggagahi tubuh Susan dengan semangat membara.   Waktu menunjukkan pukul lima pagi, Susan dan Erik kembali menikmati gairah liar mereka. Tidak peduli dengan pandangan orang, mereka mendesah dan mengerang terus menerus. Mereka tidak seharusnya melakukan ini. Susan itu sudah menikah!   Erik Mahesa adalah seorang aktor terkenal yang bersinar sekitar lima tahun yang lalu. Dia memacari asisten sekaligus managernya sendiri, Arini Rinjani, 23 tahun. Sebenarnya Arini adalah lawan mainnya di film ‘Menggapai Asa’ yang melambungkan nama Erik ke dunia industri hiburan tanah air.   Sayangnya nasib Arini tidak sebagus dan semulus Erik dalam menapaki dunia hibu
Read more
2. Aku Bertahan
Pertengkaran Arini dan Erik akhirnya berakhir dengan perginya Arini dari apartemen Erik. Perasaan sedih, hancur dan terkhianati, Arini rasakan. Dia berjongkok di sudut ruangan tempat lift berada. Menangis sambil memeluk kedua tangannya.   Setelah puas menangis, Arini akhirnya memutuskan untuk pergi ke kantor Suami Susan bekerja. Dia ingin menunjukkan jika Susan itu adalah wanita tidak setia. Arini mengumpulkan semangat dan keberanian untuk bertemu dengan Suami Susan yang terkenal angkuh.   Sesampainya di depan kantor Elfas Sinema, Arini memaksa ingin bertemu Hendri Hanggono, suami Susan. Pada awalnya resepsionis, melarangnya, tetapi Wanita itu berkeras menerobos masuk ke ruangan Hendri.   Sambutan tatapan tajam dari Hendri membuat nyali Arini ciut. Arini menarik napas panjang dengan tangan yang mengepal ponsel miliknya.   “Ada apa kamu menerobos ruangan saya. Sudah berulang kali saya katakan tidak ad
Read more
3. Jangan Mimpi!
  Genangan air sudah menenggelamkan sebagian tubuh Arini. Kontrakan yang dia tempati kini dikepung oleh air banjir yang memenuhi seluruh ruangan. Arini panik. Dia segera bangun untuk menyelamatkan benda berharga miliknya. Untung saja telepon genggam dan juga kartu identitasnya semua ada di dalam tas yang di simpan di atas lemari.   Arini menyelamatkan baju yang masih kering sebisanya. Dia segera dibantu oleh warga dan juga tim SAR untuk pergi ke tempat penampungan. Rasa-rasanya banyak betul cobaan yang dia harus hadapi.     Setelah genangan air mulai surut, Arini akhirnya kembali ke kontrakannya. Dia melakukan aktifitas mencari pekerjaan lain selain casting. Dia melamar sebagai pramuniaga restoran untuk menyambung hidupnya.

Read more

4. Tuhan, Rubahlah Takdirku
“Pergiiii! Pengacau!” usir Arini hingga urat kepalanya menonjol ke luar.     Susan tidak pernah dibentak seperti itu. Jemari lentiknya langsung menarik bisep kekar di sebelahnya. Dia tidak ingin mendapatkan perlakuan yang lebih dari itu.   Erik masih tidak bisa berpaling dari wajah Arini. Hatinya ingin sekali memeluk gadis itu. Mengapa setelah dia pergi rasa itu malah muncul semakin menjadi. Apakah ini yang dinamakan karma?   “Sayang, ayo cepat kita pergi!” Susan mengerutkan keningnya.   “Iya,”   Langkahnya terasa berat. Padahal ia ingin sedikit lebih lama berbincang dengan Arini. Bagaimanapun juga, lima tahun bukanlah waktu yang sebentar. Banyak cerita dan asa yang pernah mereka bangun bersama. Hanya karena hadirnya seorang wanita yang lebih menarik dan juga tingkat koneksinya yang cukup tinggi membuatnya harus melepaskan Wanita berambut coklat itu.  Read more
5. Belum Siap Melupakan
Terlihat jelas ada genangan air mata yang menghiasi wajah gadis cantik itu. Rasa laparnya pun seketika menghilang ketika Tio melakukan hal yang biasa dia lakukan kepadanya dulu. Jelas saja, memori yang selalu ingin dilupakan Arini kembali hadir dan terasa perih. Dia meletakkan sendoknya lalu pergi meninggalkan Tio. Gadis itu berlari dengan kencangnya, dia tidak ingin sakit hati untuk kedua kali dengan orang yang sama. Tidak bisakah dia hanya ada dalam ingatan saja. Mengapa kita harus bertemu kembali?     Tio terkejut melihat Arini pergi meninggalkannya dengan mata yang berkaca-kaca. Tio bergegas membayar sarapannya lalu berusaha mengejar Arini.   Terlihat punggung Arini yang perlahan menjauhi dirinya.   “Rin, tunggu,” panggil Tio.   Arini berpikir, dia ingin Tio mengejarnya, seperti saat dulu ketika dia merajuk. Lama Arini menunggu, Tio tidak kunjung datang. Gadis itu menyeringai, dia se
Read more
Kecemburuan Tio dan Farhan
Tio dan Farhan saling berjabat tangan memperkenalkan diri satu sama lain. Tio banyak menanyakan asal usul Farhan, begitu pun sebaliknya. Di sini, Arini malah menjadi canggung. Keduanya berbincang seolah tidak ada orang lain.     Angin bertiup sangat kencang, rok yang dikenakan Arini tersingkap. Sepasang mata kedua lelaki itu seketika melebar. Wajah cantik itu seketika memerah tatkala melihat ekspresi kedua lelaki yang ada di hadapannya. ‘Mata lelaki semua sama,’ kesalnya dalam hati.   Farhan dan Tio memalingkan wajah mereka, tidak mungkin bagi mereka melewatkan pemandangan langka seperti itu. Sisi lainnya mereka pun merasa seperti lelaki hidung belang jika mereka melihatnya dengan tatapan berhasrat.     Suasana menjadi sangat canggung setelah kejadian tadi. Sesampainya di rumah Farhan, Arini berjalan dengan santainya memasuki rumah yang menjadi kenangan masa kecilnya. “Farhan, kamu masih ingat t
Read more
7. Mulai Syuting
Pagi ini, garis bibir Tio sudah terangkat sempurna. Sungguh dia benar-benar menantikan hal ini. Skenario yang sudah disimpan selama lima tahun, kini bisa terwujud. Arini adalah pemeran yang sangat pas. Kisah ini memang ditujukan untuknya.     Parfum yang sudah lama tidak pernah dia gunakan setelah lima tahun akhirnya dia kenakan kembali. Aroma musk menyeruak ke sekitarnya. Dia melihat jam di dinding kamarnya, baru jam tujuh pagi. Dia sudah tidak sabar ingin segera menjemput Arini.     Melihat tingkah putranya yang tidak biasa, membuat Cintami (Ibu Tio) penasaran. Anak lelaki kesayangannya itu menghampiri lalu berpamitan kepadanya.   “Mam, Tio pamit ya mau syuting,” ucap Tio.   “Kamu mau ke mana Sayang? Ingat kamu baru dua tahun loh, jangan terlalu lelah,” tanya Cintami sambil mengusap rambut anaknya.   “Mami, akhirnya Tio bertemu dengan Arini. Rasanya Ti
Read more
8. Farhan Merapat
  Setelah menghabiskan seluruh makanan di atas meja, mereka pulang. Selama di perjalanan, Arini dan Tio diam seribu bahasa. Lelaki yang disukai Arini itu terlalu pendiam. Terkadang membuat gadis itu sulit mengerti apa yang sedang dipikirkan olehnya.     “Tio, memangnya kamu ingin ikut festival di mana?” tanya Arini membuyarkan keheningan.   “Oh, aku akan mengikuti festival di Jepang. ‘Shorts Shorts Film Festival’ kamu tahu, kan,” tutur Tio sambil tersenyum manis.   “Ah serius mau ikutan festival itu?” Mata Arini terbelalak dengan membuka mulutnya lebar-lebar.   “Serius.” Menganggukkan kepala.   “Semoga saja film kita masuk nominasi,” harap Arini berbunga-bunga.   “Amiin, aku pun berharap demikian.” Tio menepikan mobilnya. Akhirnya dia sampai di depan gerbang rumah Arini.     Tio kembali membukakan pi
Read more
Terciduk
Ibu Arini mencari putrinya. Dia mendapati Farhan dan Arini sedang di kamar berdua sambil berpegangan tangan. Dalam pikirannya menjadi semakin berkecamuk. Apakah putrinya dan Farhan sudah saling menyatakan perasaan.     “Rin, kamu sedang apa sama Farhan?” tanya Ibu Arini sambil bersandar di kusen pintu.   “Rini tadi kelilipan, jadi Farhan bantu tiup,” jawab Arini berbohong. Farhan ikut menganggukkan kepala, menyetujui ucapan Farhan.   Jelas mereka berdua sedang berbohong, tidak mungkin kelilipan tapi pegangan tangan. Berarti hubungan mereka kini lebih dari sekedar teman, dalam hatinya.   “Ya sud
Read more
Ada Yang Kepanasan
Mata Arini langsung terbelalak saat bibir Farhan membentur bibirnya. Hangat bagi Farhan, menyakitkan untuk Arini. Lelaki itu terkejut lalu bangkit dari tempat tidur. Dia melihat ada luka di bibir Arini. Benturan yang keras menyebabkan bibirnya terkena gigi.   “Ish! Farhaaan!” kesal Arini sambil memegangi bibirnya yang terasa perih.   Farhan menyeringai, dia tidak sengaja melukai Arini. Tangannya mengatup memohon ampun. “Rin, aku minta maaf, tidak sengaja,” sesalnya.   “Pergi!” Arini mengacungkan kepalan tangannya. Dia ingin Farhan segera pergi dari kamarnya.   Farhan tersenyum malu sekaligus merasa bersalah. Ciuman pertamanya tidak terduga. Dilakukan dengan cara yang aneh dan meninggalkan bekas. Farhan memegangi dadanya yang terus berdebar. 'Seharusnya ini dilakukan dengan cara yang lebih manis lagi,' sesalnya dalam hati.   *   Keesokan harinya,  
Read more
DMCA.com Protection Status