Gadis Bermata Perak

Gadis Bermata Perak

By:  Choco Almon  Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
Not enough ratings
11Chapters
1.0Kviews
Read
Add to library
Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

Kisah ini jauh sebelum peradaban di mulai di muka bumi ini Kisah dua kerajaan yang begitu melegenda, dan akan terkenang sepanjang masa Pertumpahan darah tidak bisa terhindari lagi, saat mereka tahu penerusnya saling jatuh hati Kisah Aretha dan Aiakos yang mengorbankan semuanya untuk kerajaan masing-masing

View More

Latest chapter

Interesting books of the same period

Comments
No Comments
11 chapters
Bagian 1 Basileia Aretha
Apa kau pernah sangat mencintai seseorang ? atau malah sangat membenci seseorang ? bagaimana jika orang yang kau cintai setulus hati tiba-tiba membencimu, apa yang akan kau lakukan, tetap mempertahankan cintamu, atau pergi dengan patah hati. Inilah awal mula kisah cinta antara dua kerajaan besar yang akan merubah segalanya yang ada di dunia ini.Kisa Antara Basileia Aretha dengan Aiakos Calogero, dua manusia yang di pertemukan dalam keadaan yang hampir  sama.Mereka sama-sama terusir dari rumah mereka setelah terjadinya perang antar saudara. Bedanya Aretha lebih dahulu terusir dari istananya.Basileia Aretha, gadis yang memiliki kekuatan istimewa ini harus tinggal jauh dari tempat ia berasal, ayahnya tidak ingin dia dicelakai oleh sepupunya.Ayahnya tidak tahu jika Aretha  jugamemiliki kekuatan super seperti yang lainnya. Hanya saja kekuatan Aretha tidak mudah muncul, kekuatan itu hanya muncul saat dia tedesak. 
Read more
BAB II (Rio Jangan Mulai)
Setelah sampai dirumah, Rio membaringkan orang itu di atas ranjang yang berada diruang tamu. Aretha sudah terlebih dahulu pergi ke belakang, Aretha datang dengan beberapa ramuan“Tolong ambilk mangkuk itu Rio.” Tunjuknya ke arah mangkuk kecil yang berada di atas meja.Tanpa menunggu perintah dua kali Rio lalu mengambilkan mangkuk itu dan menyerahkan ke Aretha.Aretha mulai memeriksa luka dalam yang di alami orang tersebut, banyak organ dalam yang rusak, dan patah tulang di beberapa bagian. ‘’seperti habis terkena pukulan yang begitu keras, aku tidak yakin bisa menyelamatkannya.” Ucap lirih Aretha setelah memeriksa tubuh orang itu.“Pukulan keras ? kamu yakin Are ?” tanyanya memastikan sekali. “bahkan dia tidak memiliki luka sedikitpun di tubuhnya.” Lanjutnya, lalau ikut memeriksa tubuh orang itu, namun yang ia dapat hanya tubuh putih pucat yang tergeletak tidak berd
Read more
BAB III (Rio jangan mula 2)
Sebelum kembali ke rumah Aretha, Rio dan Azur terlebih dahulu berhenti di sungai untuk membersihkan rusa buruan mereka.Memotong menjadi beberapa bagian dan membungkusnya di dalam daun pisang yang tumbuh subur di samping sungai. “Apa kamu mau pisag Az” tawarnya saat melihat pisang yang telah masak di pohon.Azur hanya mengeluarkan ringikan kecil dan mengangkat sediki kakinya, bertanda ia setuju dengan tawaran Rio.Rio lalu menebang pohon pisang itu dan memotong bagian buahnya. Setelah dirasa cukup Rio dan Azur lalu kembali ke rumah Aretha dengan membawa daging rusa dan buah pisang kesukaan Aretha.Setelah sampai di rumah Aretha, Rio melihat laki-laki itu sudah bangun dan sedang membenarkan pakaiannya.Dengan langkah cepat, Rio mendekati laki-laki itu dan berkata “Apa kau benar-benar sudah sadar?” Laki-laki itu menyingkirkan tangan Rio yang sedang membolak balikan tubuhnya ser
Read more
BAB IV (Makan malam)
Dengan mulut yang kembali penuh dengan makanan, Rio menunjuk Aiakos yang asik dengan makananya tanpa memperdulikan mereka berdua. “Lihatlah betapa lahapnya dia memakan masakanku.” Lanjutnya setelah menelan makanan di dalam mulutnya.“Ngomong-ngomong siapa namamu?” tanya Rio saat Aia ingin kembali memasukan daging kedalam mulutnya.“Aiakos.”“Kamu ingat nama kamu ? biasanya orang-orang yang terluka parah akan hilang ingatan.” “Rio” panggil Aretha lirih memperingati Rio agar tidak berbicara lebih ngawur“Benerkan Are, kemarin paman Wang aja jatuh dari pohon langsung hilang ingatan.” Lanjut Rio dengan mencari dukungan kepada Aretha. Sedangkan Aretha yang di tanya seperti itu hanya mampu tersenyum dan menggelengkan kepala.“Siapa paman Wang?” tanya nya dengan wajah kebingungan, Aiakos bukan berasal dari bumi wajar jika dia tidak tahu.“Kau tidak tahu paman Wang, dia begitu terkenal di sini, bahkan dia di kenal di seluruh dunai.”“Sebenarnya aku ini dimana”
Read more
BAB 5 (Panik)
Di lain sisi, Aretha saat ini sedang melatih kekuatannya di dalam sungai. Hampir dua bulan ini Aretha belajar tekhnik menghilang,  namun sampai sekarang belum ada kemajuan.  AaaaaaahAretha mennghembuskan nafas begitu kerasa dan menjatuhkan tubuhnya ke dalam air saat usahanya kembali gagal. Ia begitu frustasi dan menenenggelamkan tubuhnya di dalam air, berharap ia dapat menemuka jalan keluar. Setelah cukup beristirahat, ia kembali mencoba dan berkonsentrasi, tangannya lihat bergerak seperti gerakan kungfu, mulutnya tidak berhenti mengucapak mantara yang telah ia hafakan di dalam kitab yang ia temukan di perpustakaan kakeknya. Ia baru tahu jika kakeknya adalah seorang pendekar yang sangat terkenal di masanya, hanya sedikit yang ia tahu tentang kakeknya, itupun hanya lewat sepenggal kisah sejarah yang di simpan kakeknya di dalam perpustakaan.Sekali lagi ia gagal menggunakan teknik itu, kini tubuhnya semakin lemah. Ia kembali mengistirahatkan tubuhnya di a
Read more
BAB 6 (Moster)
“Aku hanya mencari ikan, apa salahnya.” Jawabnya dengan wajah yang berubah menjadi datar. Ia tidak suka dengan orag yang suka bertela-tele dalam ucapannya.“Ini itu gawat.” Wajah Rio semakin terlihat panik.“Aku tidak perdulu.” Sebelum Aiakos pergi, Rio sudah terlebih dahulu memegang tangannya.“Sebentar.” Cegahnya dan masih memegang tangan Aiakos. “Ikan di sungai ini sangat bebahaya, menurut legenda, siapapun yang makan ikan di sungai ini, ia akan berubah menjadi ikan juga.” Jelas Rio dan melepaskan pengangannya dari tanggan Aiakos.“Aku tidak percaya.” Setelah mengatakan itu, Aiakos lalu pergi meninggalkan Rio sediri. Namun di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia juga merasa takut jika apa yang di katakan Rio itu benar.Rio yang melihat reaksi Aiakos mencoba menahan tawanya. Ia tahu walaupun Aiakos bilang dia tidak perduli dengan ucapannya, tapi Rio tahu pasti di dalam lubuh hati paling dalam Aiakos pasti merasa takut juga.Setelah puas tertawa, kini Rio
Read more
BAB 7 (Dimana Aretha & Aiakos)
Notarious Panic orang mengenalnya dengan nama Rio, pemuda desa yang memiliki dua lesung pipi yang membuatnya tampak begitu manis, Rio sebenarnya memiliki hati selembut sutra. Walaupun ia sering bertingkah konyol, semua itu ia gunakan untuk menutupi luka yang di sebabkan oleh klaurganya.Ia seorang anak yatim yang di tinggalkan orang tuanya di desa tempat ia tinggal sekarang. Sebelum mengenal Aretha, ia hanyalah pemuda biasa yang suka mencuri dan mengemis di pinggir jalan. Namun setelah bertemu Aretha, semua hal buruk yang ia bawa sejak kecil, sedikit demi sedikit mulai ia tinggalkan. Rio yang dulu tinggal di pinggir jalan, kini ia memiliki rumah pohon yang di bangun tidak jauh dari rumah Aretha. Aretha juga mengajakan banyak ilmu bela diri kepada Rio, bukan hanya bela diri, Aretha juga mengajarkan tekhnik-tekhnik yang ia miliki kepada Rio yang notabennya hanyalah manusia biasa.Benar saja, sekali Rio mengedipkan matanya, Air mata itu telah membasahi pipiny yang putih.
Read more
BAB 8 (Rumah Emas)
“Berhenti sebentar.” Ucap Rio saat sadar masih ada sesuatu yang ketinggalan di sana.“Kenapa lagi?” laki-laki itu terheran-heran saat Rio tiba-tiba mengeluarkan siulan yang sangat merdu. Rio mengeluarkan siulan sebanyak tiga kali, dan tidak lama setelah itu terdengar derap langkah yang begitu cepat, dan membuat laki-laki di samping Rio kembali waspada. Laki-laki itu semakin waspada saat derap langkah yang begitu cepat terdengar semakin jelas. Dari bali pepohonan Azur datang dengan berlari kencang.Kedatangan Azur di sambut senyum manis oleh Rio. Azur mengangkat dua kaki depannya saat dai berhasil menemukan keberadaan Rio. Dengan anggunnya Azur menghampiri Rio dan mengeluarkan ringikan kecil. Ringikan yang menggambarkan seolah ia telah kembali menemukan tuannya.“Terima kasih Azur, aku kira, aku akan kehilanganmu.” Tangan Rio mengelus lembut rambut di kepala Azur. Interaksi mereka perdua, tidak luput dari pengelihatan laki-laki yang belum mereka ketahui nam
Read more
BAB 9 (Naga datang bulan)
Setlah melewati tangga yang begitu panjang, akhirnya mereka sampai di sebuah rumagan. Laki-laki itu berhenti sebentar dan merapalkan mantara yang bahsanya tidak di mengeri oleh Rio. Rio sedikit tercengan saat pintu itu perlahan mulai terbuka, belum sempat pintu itu terbuka sempurna, tubuh Rio dan laki-laki itu seakan tertarik kedalam.Pertama kali yang dia lihat saat berada di ruangan itu adalah tubuh Aretha yang sedang di obati oleh seorang wanita dan Aiakos. Mereka berdua sama-sama mentransfer kekuatan ke tubuh Aretha, Rio ingin mendekat ke arah mereka namus sebelum langkah pertama, laki-laki itu sudah terlebih dahulu menahan tangan Rio.Mencegahnya untuk mendekat dan mengganggu jalannya pengobatan. Laki-laki itu lalu menarik tangan Rio untuk mengikutinya duduk di dipan yang berada tidak jauh dari tempat Aretha. Setlah menunggu beberapa saat akhirnya pengobatan itu selesai. Tubuh Aretha kembali mereka rebahkan di atas tempat tidur itu, sedangkan Aiakos dan perempuan
Read more
Bab 10 (Si tampan yang cengeng)
“Cia, benarkan ini kakakmu ?” “Tentu saja benar, memangnya kenapa.?” “Kamu terlihat baik dan manis, sedangkan dia ,” ucap Rio dengan senyum jahilnya dan menyuruh Cia mendekat. “Seperti naga yang sedang datang bulan.” Lanjutnya dengan berbisik di telinga Cia.Mereka berdua lalu tertawa, yang membuat Aiakos dan Viper bertanya-tanya sebenarnya apa yang mereka bicarakan.“Kau mengatakan apa kepada Cia.?” Viper memincingkan mata ke arah Rio, yang hanya mendapatkan cengiran darinya.“Ini rahasia kita berdua.” Balas Rio dengan tawa kecilnya. Sedangkan Cia sudah tertawa terpingkal melihat wajah penasaran kakaknya.“Rio!” panggil Aiakos dengan sura dalamnya. Rio lalu menghentikan tawanya dan kembali ke wajah serius.“Bagimana kita bisa mengalahkan moster itu?” kini suasana kembali ke serius saat mendengar pertanyaan Aiakos.“Hanya satu cara untuk memusnakan moster-moster itu,” ucap Viper, ia lalu berdiri dan berjalan ke arah rak buk
Read more
DMCA.com Protection Status