Mother In-Love

Mother In-Love

By:  Asia July  Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
0.0
Not enough ratings
35Chapters
12.6Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

Hidup Dahlia mulai kacau saat malam dia menghadiri acara pernikahan putri tirinya. Saat tanpa sengaja dia mabuk, keesokan paginya dia mendapati dirinya terbangun dalam pelukan seorang pria. Tidak hanya itu, karena pria yang semalam berbagi kenikmatan bersamanya adalah Kai Ronan, sang mempelai pria. Atau kalau itu tidak cukup jelas; Dahlia tidur dengan menantunya sendiri. Tidak sampai di sana, Kai Ronan malah bersikap seolah apa yang mereka lakukan bukanlah kesalahan. Dan yang lebih buruk adalah … pria itu terobsesi kepadanya. Apakah hidup Dahlia bisa tetap tenang setelah itu? Terlebih ketika kebenaran perlahan terungkap. Dan bisakah dia tetap menganggap Kai sebagai menantunya? *** Written by Asia July. Cover edited in Photoshop. Pic from Unsplash – Jeferson Gomes

View More
Mother In-Love Novels Online Free PDF Download

Latest chapter

Interesting books of the same period

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments
No Comments
35 Chapters
01. Bencana
Dahlia tidur dengan menantunya sendiri.Itu adalah kesadaran pertama yang dia dapatkan sesaat setelah membuka mata dari tidur yang terasa begitu lama dan melelahkan. Tubuhnya menggeliat dari pelukan erat seorang pria, Kai Ronan, suami anak tirinya sendiri. Dan apa yang lebih parah dari itu adalah kesadaran lain bahwa tubuhnya tidak menyesali apa yang dia dan Kai lakukan semalam.Titik-titik sensitif di tubuhnya masih mengingat jejak sentuhan pria itu. Bahkan alkohol yang semalam membuatnya mabuk tidak cukup membuatnya lupa.Pikiran Dahlia jelas sedang tidak waras sekarang.Semalam, pernikahan anak tirinya, Brianna Harrison, baru saja disahkan. Dan bukannya merayakan malam pertama dengan istrinya, sang pengantin pria justru melakukan hal itu dengan ibu mertuanya sendiri.Bagaimana ini? batin Dahlia panik. Pendingin di dalam kamar itu menyala dan berfungsi dengan baik, tapi peluh menetes dari dahinya. Tubuhnya juga sekaku manekin saat lengan
Read more
02. Tidak Sadarkan Diri
Dahlia adalah wanita berusia 27 tahun. Dia menikah dengan suaminya, Louis Harrison, dua tahun lalu. Pernikahan mereka terjadi karena sebuah wasiat yang mengharuskan Dahlia untuk menyetujuinya. Louis memiliki seorang anak gadis dari pernikahan sebelumnya, Brianna Harrison.Brianna hanya berbeda dua tahun lebih muda dari Dahlia. Seharusnya mereka bisa lebih mudah untuk dekat dan akrab, tapi Brianna tidak pernah menyukai ibu tirinya itu. Sehingga sepanjang dua tahun pernikahan Dahlia dengan Louis, Brianna selalu bersikap sinis padanya.Delapan bulan lalu, Louis meninggal dunia karena sebuah penyakit yang telah lama dia derita. Dahlia memiliki tanggung jawab untuk merawat suaminya sehingga itulah yang dia lakukan. Louis adalah teman ayah Dahlia.Semasa hidupnya, Louis sering kali menceritakan kisah-kisah masa mudanya bersama ayah Dahlia. Mungkin itu kenapa, alih-alih melihat Louis sebagai suaminya, Dahlia justru merasa bahwa Louis adalah sosok yang menjadi pengganti
Read more
03. Melarikan Diri
Seseorang memang datang ke kamar Dahlia malam itu, tapi bukan untuk membangunkannya seperti yang Dahlia pesan.Keesokan paginya ketika Dahlia bangun, bencana itu baru dia sadari. Entah bagaimana Dahlia bisa tidur dengan Kai Ronan, menantunya sendiri. Dahlia mengingat potongan-potongan ingatannya dengan jelas seperti ketika Kai menyentuh tubuhnya atau ketika pria itu menggeram di atasnya dan menghunjam Dahlia sampai mereka berdua mencapai puncak.Apakah ingatan orang mabuk bisa dipilah-pilih?Dahlia hampir bisa dikatakan tidak pernah mabuk. Dia hanya meminum minuman yang mengandung alkohol seperlunya saja, untuk dinikmati sehabis makan malam misalnya. Tapi tidak pernah sampai mabuk atau semabuk kemarin malam.Sesaat setelah Dahlia berhasil keluar dari kamar itu. Dia hampir dibuat berteriak dengan kehadiran seorang pria di hadapannya. Saat melihat Dahlia, pria itu menunduk ke lantai.Melihat dari postur pria itu yang rapi dan kesopanannya, Dahlia men
Read more
04. Pengaman Yang Terlupakan
MIL 04 – Pengaman Yang TerlupakanPernikahan ini benar-benar absurd.Brianna—gadis berusia 25 tahun yang baru saja terbangun di hari pertamanya menjadi istri orang lain—membatin.Sarapan yang dia coba telan ke tenggorokannya terasa seperti segumpalan batu yang dijejalkan masuk ke dalam. Sekali lagi, dia menoleh ke arah pintu, seolah tengah menunggu seseorang. Dan dia memang tengah menunggu.“Apa ucapanku semalam terlalu kasar baginya?” gumam Brianna dengan rasa sedikit bersalah.Kemarin hujan, mereka yang seharusnya berangkat ke tempat bulan madu mereka harus menunggu sampai hujan reda, yang tidak juga reda-reda sehingga proses itu diundur sampai keesokan pagi; pagi ini.Kemudian, pria yang baru saja menjadi suaminya memasuki kamar dalam keadaan mabuk. Teman-teman pria itu katanya merecokinya dengan minuman.Brianna marah, tentu saja. Pernikahannya dengan Kai Ronan bukan
Read more
05. Keputusan Mendadak
Bulan madu antara kedua mempelai akan berlangsung selama seminggu. Selama seminggu itu juga, Dahlia gunakan untuk membenah pikirannya yang sempat kacau.Saat dia pikir dia sudah lebih tenang dari sebelumnya, kini perasaannya kembali berantakan saat dia pulang ke rumah Keluarga Harrison dan mendapati bahwa barang-barang Brianna belum ada satupun yang dipindahkan ke rumah suaminya.“Ada apa ini, Sir Weston? Kenapa barang-barang Brianna masih di sini?” tanya Dahlia pada semua kotak-kotak yang sebelumnya sudah dikeluarkan dan siap untuk dibawa pergi, tapi kini malah kembali dimasukkan ke dalam dan dirapikan seperti semula.Thomas Weston, kepala pelayan Keluarga Harrison yang sudah bekerja selama puluhan tahun itu, menatap terkejut ke arah Dahlia yang baru saja sampai.“Nyonya, Anda sudah kembali?” katanya. Dia terlalu sibuk memberi arahan kepada pelayan sehingga tidak menyadari kepulangan sang nyonya rumah.“Ya,” jaw
Read more
06. Makan Siang
Setelah meyakinkan dirinya cukup lama, Dahlia akhirnya keluar dari kamar dan turun untuk makan siang. Jantungnya berdetak dengan sangat kencang saat membayangkan wajah Kai Ronan. Dan dia juga merasakan perutnya seolah dijungkirbalikkan karena menyadari bahwa Brianna akan ada di sana bersama mereka.Dahlia belum siap oleh pertanyaan apa pun. Dan kemungkinan Brianna akan bertanya ke mana Dahlia pergi selama pesta pernikahannya berlangsung.“Maaf. Apa kalian menunggu lama?” kata Dahlia setelah dia menarik kursinya dan duduk. Kai tengah sibuk dengan layar ponselnya dan duduk dengan jarak satu kursi dari Dahlia, sementara Brianna ada di depannya.“Aku tidak menunggumu. Makanannya belum siap,” sahut Brianna, suaranya terdengar dingin dan sikapnya tampak lebih acuh dari sebelumnya.Dahlia menyadari, bahwa dia telah menyia-nyiakan usahanya selama ini untuk dekat dengan Brianna hanya karena satu hari yang dia kacaukan. Masalahnya, satu hari
Read more
07. Desakan Perasaan
Dahlia benar-benar datang ke kamar Brianna dan seperti dugaannya, wanita itu tengah sibuk membereskan isi kopernya dibantu oleh seorang pelayan.Diketuknya pintu perlahan untuk menarik perhatian mereka.“Bolehkah aku bergabung membantu kalian?” ucap Dahlia, tersenyum ramah.Si pelayan mendongak diam-diam menatap ke arah sang nona, seolah untuk meminta persetujuan.“Yah, terserah kau saja,” sahut Brianna acuh.Dahlia pun masuk dan ikut duduk di lantai di mana Brianna tengah mengeluarkan pakaiannya dari koper yang kemudian dirapikan oleh pelayan yang membantunya.“Di mana Kai?”Dahlia melirik Brianna, terdiam sesaat sebelum menjawab, “Masih di ruang makan.”“Dia harus merapikan pakaiannya juga,” ucap Brianna.Dahlia mengernyit, lalu menoleh pada sebuah koper berwarna hitam yang terletak di dekat ranjang. “Kenapa tidak kau lakukan itu untuk suamimu?” ka
Read more
08. Hadiah Untuk Istri
Pergi.Itulah yang akan Dahlia lakukan.Pergi sejauhnya dari apa pun yang membuatnya terbelenggu di tempat ini. Hanya sesaat, lalu setelah itu dia akan kembali setelah berhasil menguasai dirinya.Saat Dahlia berjalan terburu-buru pada tengah malam dan disaksikan oleh Weston, Dahlia hanya berkata pada pria itu bahwa dia akan pergi.“Aku tidak ingin mengganggu pengantin baru. Mereka butuh waktu berdua untuk saling mengenal.”“Anda sangat bijaksana, Nyonya,” sahut Weston dengan rasa hormat yang tidak berkurang sekalipun usianya jauh lebih tua.Tidak ada orang rumah selain Weston yang tahu bahwa Dahlia pergi. Dan Dahlia juga yakin tidak akan ada yang peduli.Namun di lubuk hatinya yang terdalam, Dahlia bertanya-tanya, apakah Kai akan mencarinya? Besar kemungkinan jawabannya adalah ya. Tapi Dahlia juga tahu maksud pria itu mencarinya adalah untuk mengatakan hal-hal menyakitkan lagi padanya.Dahlia tidak akan
Read more
09. Tidak Bisa Menghindar
Dahlia duduk di sebuah restoran yang baru pertama kali ini dia lihat. Sebuah restoran Jepang dengan konsep kayu dan kesederhanaan seperti di daerah pedesaan. Belum lagi dengan pemandangan yang disuguhkan dari jendela lebar memenuhi satu sisi dinding dan sengaja dibuka sehingga angin sepoi musim panas masuk ke dalam. Dahlia tidak menyangka bahwa investor pentingnya kali ini memintanya untuk bertemu di sini.  Sebuah restoran yang baru dibuka, sangat jauh dari kesan mewah yang Dahlia biasa lihat. Dia berada di sebuah bilik khusus yang telah dipesankan oleh Jaden Miles. Dahlia merasa pernah mendengar nama itu di suatu tempat, tapi dia lupa di mana tepatnya. Dan sembari menunggu pria itu datang, Dahlia memainkan ponsel, mengecek sosial media dan website-website favorit. Saat pikirannya tengah tenggelam di dunia maya, pintu bilik itu terbuka, seseorang masuk. Dahlia buru-buru mengangkat pandangan dan melihat sosok yang kemudian duduk di hadapannya. Ked
Read more
10. Keluar Restoran
Apa pun yang Kai Ronan katakan selama lima belas menit setelahnya, hanya Dahlia tanggapi seadanya saja. Saat Kai mulai lagi mencoba untuk menggodanya dengan kata-kata pria itu yang blak-blakkan, Dahlia memilih untuk diam.“Bisa kah kita makan makan malamnya dengan tenang?”Kai tersenyum, sadar apa yang coba Dahlia perjuangkan. “Kau ingin menghindariku.”Dahlia diam.“Kalau kau melakukannya, aku akan semakin tertarik padamu.”“Aku ibu mertuamu, Ronan. Kau tidak perlu mengejarku. Kita akan bertemu pada makan malam rutin di setiap akhir pekan.”“Apakah itu sebuah isyarat lampu hijau yang aku dengar?”“Itu peringatan,” tukas Dahlia dingin.“Tidak masalah. Kita bisa mengendap-ngendap setelahnya saat semua orang sudah tidur.”Tubuh Dahlia langsung meremang. Dia tidak mengharapkan dirinya akan bereaksi demikian karena siapa pun tahu … yan
Read more
DMCA.com Protection Status