GANTENG-GANTENG ANAK PEMBANTU

GANTENG-GANTENG ANAK PEMBANTU

By:  sutan sati  Completed
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
8.8
Not enough ratings
96Chapters
270.1Kviews
Read
Add to library
Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

Saktiawan Sanjaya a.k.a Awan adalah seorang remaja asal Bukittinggi, Sumatera Barat. Saat ini, remaja yang masih duduk kelas 2 SLTA dari kampungnya sumatera barat tersebut mencoba mencari pengalaman baru untuk sekolah di kota Bandung, karena perintah dari sang Ibu yang bekerja di Kota tersebut. Ibunya (Arini), merupakan seorang pembantu yang bekerja di keluarga kaya raya bernama Agus Wijaya (pemilik perusahaan ternama Wijaya Group), dengan seorang istri yang bernama Lina. mereka mempunyai seorang putri yang sangat cantik, bernama Renata Wijaya, usianya lebih besar 1 tahun dari Saktiawan Sanjaya. Kepindahan Awan sendiri ke kota Bandung bukan tanpa sebab. Pertama, karena kakek dan nenek yang selama ini mengasuh Awan dikampung wafat saat ia masih kelas 1 SLTA. Karena alasan itulah sang ibu meminta Awan untuk pindah sekolah di Kota tempat ia bekerja, disamping bisa lebih dekat dengan anaknya, juga bisa memberikan pendidikan yang lebih baik lagi, karena melihat anaknya punya potensi yang sangat 'baik' dalam pelajarannya. Ayahnya, jangan ditanya dulu, karena sosok ini masih jadi 'misteri' sampai saat ini, bahkan Arini ibunya Awan masih merahasiakan seperti apa sosoknya. Kedepannya, awan akan menghadapi kisah yang menarik dengan wanita-wanita di sekelilingnya sekaligus tantangan kehidupan yang tidak mudah. seperti apa ceritanya, yuk di emut... eh dilanjut.....

View More
GANTENG-GANTENG ANAK PEMBANTU Novels Online Free PDF Download

Latest chapter

Interesting books of the same period

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments
No Comments
96 chapters
1.
"SELAMAT DATANG DI BANDARA INTERNASIONAL HUSEIN SASTRANEGARA." Terdengar suara pramugari lewat pengeras suara, sebagai pertanda pesawat telah mendarat di Bandara kebanggaannya orang Bandung. Akupun mulai bersiap-siap mengemasi barang bawaanku, ketika akan mengangkat ranselku terlihat sebuah surat dan kado antik yang membungkus sebuah kotak kecil.Akupun tersenyum, sekejap ingatanku terbayang ketika sahabat-sahabatku mengantar ke Bandara Internasional Minangkabau untuk melepas kepergianku beberapa jam sebelumnya. Kenapa BIM ? karena aku berasal dari Bukittinggi Sumatera Barat, sebuah Negeri yang kental akan budaya daerahnya. Negeri yang kata orang-orang adalah Negeri yang paling elok budaya dan keramahan masyarakatnya."Selamat jalan sob, jangan lupain kami yah!" ucap salah seorang sahabatku sambil memelukku."Gak terasa ya ? baru kemaren kita main layang-layang
Read more
2.
Didalam kamar, sekali lagi kuperhatikan kamar ini, wah ini mah bukan kamar lagi, seperti berada dalam istana aja rasanya. Akupun menata pakaian dan barang-barangku kedalam lemari, walau sudah kumasukkan semua pakaianku kedalam lemari masih aja banyak slot kosong yang terdapat didalamnya karena saking besarnya lemari ini. Buset dah, kalau jadi orang kaya begini ternyata, kalau dikampungku, lemari besar begini dijadiin kasur plus lemari bisa kayaknya, hehehee. Ketika akan membuka tas kecilku, kulihat sebuah kado dan surat yang diberikan oleh Nisa sebelumnya. Penasaran kubuka suratnya. "Surat ini Nisa tulis semalam, tapi bacanya nanti saat Awan sudah sampai di sana ya." Teringat kata-kata Nisa sebelumnya, tanganku agak sedikit bergetar ketika akan membaca surat ini.

Read more

3.
POV Author Sementara itu, dalam kamar utama di Rumah mewah tersebut, tampak sepasang Suami Istri, Agus Wijaya dan Istrinya sedang berbincang serius sambil berbaring diatas kasur. "Pah.." pangil si Istri. "hmnnnn..." jawab sang suami sambil mengelus kepala si istri. "Papah yakin mengangkat Awan menjadi anak angkat kita ?" tanya si istri agak serius. "Yakin mah, kenapa ?" tanya balik si Suami. "Gak pah, lagian mamah masih heran aja sama papah, kita baru kali ini lihat Awan langsung, tiba-tiba Papah langsung mengangkatnya sebagai anak angkat kita, yah walau kita tahu mbak Arini sudah lama mengabdi dengan kita dan
Read more
4.
POV Author "Kamu yakin nak ?" Ucap seorang wanita diseberang telphon. "Belum 100% mom, perlu aku pelajari lebih lanjut". "Dekati dia, terserah bagaimanapun caranya. Yang jelas jangan sampai papah atau.. kakekmu mu tahu, kalau tidak kita tidak akan bisa mengorek tentang dirinya lebih jauh, atau lebih parahnya, 'dia' akan disingkirkan". jelas wanita diseberang telphon dengan intonasi yang serius. "Ya mom, akan kulakukan" "Tapi, satu pesan mami. Jangan sampai dia tahu tujuanmu yang sebenarnya, mengerti ?" "okay mom, noted it"

Read more

5.
POV Renata Hari-hariku semakin penuh warna sejak kedatangan Awan. Entah kenapa berada dekat dengannya membuatku senang. Padahal kalau dekat dengannya malah aku yang lebih banyak bicara, dan Awannya lebih sering diam dan menuruti apa saja kemauanku. Tapi meski begitu, aku tahu kalau dia itu sangat cerdas. Kalau ngobrol panjang lebar dengannya selalu saja nyambung. Walau kadang dia akan diam untuk sesuatu hal yang dia tidak tahu. Dan luar biasanya, tidak lama pasti dia akan mencari tahu hal yang belum diketahuinya tersebut. Sayang selama ini Awan tinggalnya di desa sehingga kurang update dengan perkembangan terkini. Coba kalau dari kecilnya sudah hidup dikota, dimana semua informasi bisa di dapat dengan mudah. Balik lagi pada kejadian siang ini. Jam 15.00 Wib. Seharusnya hari ini adalah jam tambahan untuk pelajaran Mate
Read more
6.
POV Radit Bruumm bruumm. Gue sedikit mengeraskan bunyi knalpot motor Aerox kesayangan gue begitu sampai di depan sebuah rumah sederhana yang terletak dipinggir kota Bandung. Sebuah rumah semi permanen, dengan pekarangan yang cukup luas. Tampak beberapa pemuda yang sedang nongkrong depan bengkel yang ada didepan rumah tersebut menatap gue dengan tajamnya."Anjinggg. Gue bakar juga tuh motor lama-lama", teriak seorang pemuda bercodet di kening kirinya begitu keluar dari dalam bengkel."Hehehe, pa kabar bang Ilham ?", jawab gue santai sambil menghampiri bang Ilham kakak sepupu gue. Kami salaman sambil pelukan ala anak jalanan. Beberapa pemuda yang menatap Gue tajam sebelumnya jadi tampak agak santai begitu tahu kalau gue adalah kenalannya bang Ilham.Bang Ilham ini adalah sepupu jauh Gue, masih ada hubungan sodaraan dari jalur bapak. Kebetulan ia adala
Read more
7.
POV Author "Bajingann", teriak Awan begitu melihat di depan matanya sendiri Renata dibekap dan diculik oleh Bowie dan gengnya yang kemudian di bawa paksa menggunakan mobil Van berwarna hitam. Dari kejauhan Awan dan teman-temannya mendengar teriakan minta tolong dari Renata. Tanpa berpikir panjang Awan langsung berlari kearah Renata dengan penuh emosi. Melihat hal itu membuat Radit kembali teringat dengan kata-kata abang sepupunya, Ilham. Kalau Awan bukan sekedar orang 'biasa' yang hanya bermodal nekat dan Radit jadi semakin yakin kalau Awan mempunyai kelebihan dalam dirinya sehingga membuat dia tanpa gentar akan menghajar siapapun yang berani mengusik dirinya atau orang-orang disekitarnya. Melihat hal itu membuat Radit ikut menyusul Awan dengan mengambil sepeda motornya terlebih dahulu yang ada diparkiran.

Read more

8.
POV Awan Aku berada di tengah – tengah kegelapan, rasanya lumayan lama aku terbaring di suatu tempat yang lumayan keras dan sedikit basah. "Dimana aku ?", kataku pelan sambil mengerjap – ngerjapkan mata melihat ke sekeliling. Aku berada di tengah – tengah hutan. Terdengar suara malam di seantero hutan. Mulai dari suara khas burung hantu, kumbang malam, bahkan dari kejauhan terdengar ada lolongan suara serigala melolong tinggi. Astaga, aku baru ingat. Ini adalah memory ketika aku akan menyelesaikan latihan yang diberikan oleh Angku. (Angku=kakek) saat usiaku baru menginjak 16 tahun. Dalam sejarah keluarga besarku, ketika seorang anak laki – laki genap berusia 18 tahun, maka ia wajib melewati sebuah ujian tapa dan tarung di hutan larangan. Namun entah kenapa
Read more
9.
POV Awan Pagi ini ku terbangun dengan perasaan yang tidak enak, setelah apa yang terjadi kemarin membuat hubunganku dengan Ren menjadi serba canggung. Bahkan sejak semalam, Ren tidak menyapaku sama sekali. Yah, mungkin ini lah yang terbaik bagi kami berdua untuk saat ini. Aku harus belajar untuk introspeksi diri, bukan karena apa yang diucapkan Ren bersama teman – temannya tempo hari. Justru karena apa yang di ucapkan Ren waktu itu membuatku sadar akan suatu hal yang penting, Ren dan statusku!. Mungkin bisa saja Ren benar – benar tulus dengan perasaannya padaku, tapi apa yang akan dipikirkan oleh orang lain tentang dirinya. Seorang anak konglomerat berhubungan dengan seorang anak pembantu. Gila! Aku tidak sanggup membayangkan Ren yang akan menjadi malu karena statusku ini. Jika aku dan Ren memang ditakdirkan untuk ber
Read more
10.
POV AwanAku berjalan menuju ruang kelas dengan segudang pikiran yang berkecamuk dibenakku, setelah apa yang disampaikan oleh Angel benar–benar membuatku syok. Urusan Mika, aku sudah bisa menebak apa yang telah dilakukannya terhadap Ren berdasarkan apa yang disampaikan oleh Rachel padaku sebelumnya. Namun bukan itu yang membuat pikiranku kacau saat ini, tapi apa yang disampaikan oleh Angel didalam ruangannya tadi. Bagaimana Angel bisa tahu sangat banyak tentang keluargaku, sedangkan aku sendiri masih bertanya – tanya tentang siapa ayahku sesungguhnya. Ayah yang tidak pernah kukenal sosoknya sejak aku lahir ke dunia ini, seorang ayah yang tidak pernah kulihat wujudnya seperti apa, bahkan Ibuku sendiri tidak pernah menceritakan tentang siapa Ayah kepadaku. Pertanyaan yang lama kupendam sejak aku kecil, siapa Ayahku ? dimana ia ? seperti apa rupanya ? kenapa ia tidak pernah datang ? dan banyak pertanyaan lainnya yang
Read more
DMCA.com Protection Status