Pembelot Kultivasi Dunia Tao

Pembelot Kultivasi Dunia Tao

By:  GoodNovel  Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
0.0
Not enough ratings
30Chapters
6.0Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

Pemuda yang berasal dari desa misterius itu tidak memiliki hati, raga, maupun jiwa yang mampu mengultivasi ilmu Tao. Namun, dia bersumpah akan mencapai puncak Tao, bahkan jika dia perlu melangkah ke jalan Taoisme yang berbeda dari orang lain!

View More
Pembelot Kultivasi Dunia Tao Novels Online Free PDF Download

Latest chapter

Interesting books of the same period

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments
No Comments
30 Chapters
Bab 1 - Mandi
Desa Rempah merupakan sebuah desa kecil dengan penduduk sekitar ratusan orang yang tersembunyi di tengah pegunungan yang sangat luas.Malam itu, bulan bersinar terang di atas langit, ditemani dengan suasana yang begitu sunyi seolah alam pun ikut tertidur lelap. Namun, di Desa Rempah terdapat belasan orang anak dengan usia yang beragam sedang duduk bersila. Mereka duduk tegak dengan kedua telapak tangan dan kaki menghadap ke atas sembari melakukan pernapasan dalam. Terlihat pula kabut samar yang mengelilingi tubuh mereka.Di hadapan anak-anak itu tampak seorang pria kekar berbalut kulit hewan berkata dengan suaranya yang dalam, “Bunga Rembulan itu alat kultivasi yang berharga banget untuk kita semua. Apalagi antara jam sebelas malam sampai jam satu subuh di pertengahan bulan itu waktu Bunga Rembulan paling bermekaran. Jadi jangan buang-buang waktu, serap sebanyak mungkin supaya meridian kalian terbuka. Kalau jalur meridian kalian lancar, kekuatan kalian juga otomatis bakal bertambah.”U
Read more
Bab 2 - Bawaan Lahir
Rumah Mei Long yang kecil tampak seperti sebuah kahyangan. Uap panas dan aroma harum memenuhi udara karena di dalam bak mandi tersebut ditaburi beberapa bahan obat.Persiapannya sedikit berbeda karena ini bukan mandi biasa, melainkan mandi obat.Di samping bak mandi, tampak seorang pria tua dengan punggung bongkok dan rambut ubanan sedang sibuk mengaduk air panas menggunakan tongkat kayu.Mei Long merasa tersentuh ketika melihat sosok pria tua yang tidak lain adalah kakeknya. Berkat kakeknya itulah, Mei Long bisa hidup sampai saat ini.“Kakek!” seru Mei Long. Lantas dia membuka pakaiannya dan langsung berjalan menuju ke bak mandi.Tanpa ada kulit hewan yang menutupi, segala bekas luka di tubuh Mei Long pun terlihat sangat jelas. Apalagi ketika melihat bekas luka yang ada di punggungnya. Dari jauh sekilas terlihat seperti membentuk sebuah aksara.Banyak mara bahaya seperti kawanan hewan buas yang siap menanti di gunung. Bagi orang-orang yang sering melakukan ekspedisi ke sana, bertarung
Read more
Bab 3 - Menerima Tantangan
Ucapan Fan Rong membuat Mei Jiang mengernyit. Dia tidak mengerti mengapa tiba-tiba Fan Rong tidak takut lagi kepada Lu Tao.Mei Gang yang saat itu berada di samping Mei Jiang pun berkata, “Paman Jiang, abaikan saja omongan orang itu. Kita lihat saja apa mereka beneran sanggup membantai desa kita!”“Betul, Pak Jiang. Cuma mereka doang, siapa takut!”“Mei Long sudah jadi bagian dari keluarga kita. Siapa pun yang berani nyakitin dia, harus lewatin aku dulu!”Dorongan dari Mei Gang seketika membangkitkan semangat seluruh penduduk Desa Rempah. Mereka semua mengepalkan tangan dengan erat dan bersiap untuk bertarung melawan penduduk Desa Angin.Semua orang yang hidup di Gunung Agung sudah terbiasa menghadapi situasi semacam ini, karena mereka dituntut untuk mengadu nasib melawan berbagai macam hewan buas jika ingin bertahan hidup.Hal ini terbukti dari bekas luka yang ada di tubuh Mei Long. Dia yang baru berumur 16 tahun saja sudah melewati ratusan pertarungan, bahkan sering kali dia hampir k
Read more
Bab 4 - Kekuatan Setara Kultivator
Meski penduduk Desa Rempah khawatir, tidak ada yang bisa menghentikan duel maut ini. Bagaimanapun juga, ini adalah peraturan di Gunung Agung, dan mereka tidak ingin melanggar peraturan itu.Namun, ketika melihat Mei Jiang yang dari tadi diam saja dan tidak menunjukkan ekspresi apa pun, mereka pun jadi merasa lebih tenang.Mereka tidak tahu seberapa kuat Mei Long. Bagaimanapun juga, Mei Long menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menghafal bahan-bahan dan meracik obat. Teman-teman sebayanya juga tidak pernah mengajarinya karena Mei Long memang tidak diizinkan untuk berlatih.Karena alasan itulah, satu-satunya orang yang memahami kekuatan sejati Mei Long hanyalah Mei Jiang.Kalau memang Mei Jiang setenang itu, berarti dia percaya pada kemampuan bertarung Mei Long. Kendati demikian, masih banyak orang yang tidak yakin. Sekuat apa pun Mei Long, apa bisa dia mengalahkan Kai Hong?“Haha, minggir kalian semua, lihat baik-baik kehebatan Kai Hong!”Dari semua orang yang ada di sana, sudah p
Read more
Bab 5 - Pertarungan Hidup dan Mati
“Kamu kalah lagi!”Suara Mei Long sekali lagi menggema di tengah kesunyian.Tiga kata sederhana terdengar bagaikan sambaran petir di siang bolong, menyambar tepat di sanubari setiap orang. Kata-kata “lagi” sungguh merupakan sebuah hinaan bagi Kai Hong.“Mantap, Mei Long!”“Bunuh dia!”Penduduk Desa Rempah langsung bersemangat dan menyerukan dukungan mereka pada Mei Long, bahkan berharap Mei Long akan membunuh Kai Hong.Sudah menyerang secara diam-diam, tidak mengakui kekalahan pula. Semua orang juga bisa lihat bahwa Kai Hong adalah orang yang licik. Jika dibiarkan bebas, dia pasti hanya akan menimbulkan masalah. Lagi pula, Kai Hong juga telah melanggar peraturan di Gunung Agung. Kalaupun Kai Hong mati, penduduk Desa Angin tidak akan bisa berkata apa-apa.“Coba saja kalau berani, Mei Long!”Seketika itu juga, Fan Rong memimpin penduduk Desa Angin lainnya untuk menyerbu. Mei Long merenung sesaat dan menarik kembali pisaunya, tapi satu tangannya lagi melancarkan sebuah pukulan yang cukup
Read more
Bab 6 - Ini adalah Harta Karun
“Mau!” seru Mei Long sembari meraih jimat itu.Akan tetapi, tiba-tiba tangannya berhenti ketika hendak menyentuh jimat tersebut. Baik ucapan kakeknya ataupun jimat yang ada di depan matanya saat ini, kedua hal ini mampu membangkitkan semangat Mei Long. Sejak dulu, Mei Long memiliki impian untuk berlatih dan menjadi seorang kultivator, sama seperti penduduk Desa Rempah lainnya. Dan jalan untuk mewujudkan impiannya ini sudah terbentang di depan mata, tentu saja dia mau.Namun, jika Mei Long ingin berlatih di Sekte Wondo, itu berarti dia harus meninggalkan Gunung Agung, meninggalkan desa yang menjadi tempat tinggalnya, dan meninggalkan keluarga tersayangnya. Kultivasi juga bukanlah suatu hal yang mudah. Mei Long membutuhkan waktu yang sangat lama untuk itu, dan tidak ada yang tahu kapan dia bisa pulang. Dia tidak rela meninggalkan Desa Rempah beserta semua penduduknya, dan lebih tidak rela lagi berpisah dengan sang kakek.Kai Hong akan kembali lima tahun lagi. Jika dia tidak bisa menemuka
Read more
Bab 7 Cermin Mimpi
Setelah bimbang cukup lama, akhirnya Mei Long tetap tidak masuk ke dalam rumah. Pria itu hanya berdiri di depan pintu sambil berkata dengan pelan, “Kakek, saya pergi dulu!”Untuk menghindari perasaan sedih karena perpisahan dengan orang-orang yang berada di Desa Jarso, Mei Long memutuskan untuk tidak memberi tahu siapa pun dan pergi secara diam-diam. Namun dirinya sama sekali tidak menyadari bahwa di mana hari itu dia pergi, sejak saat itu juga kakeknya akan terus mengikuti sampai Mei Long kembali dengan selamat.Tentu saja saat itu Mei Jiang dapat mendengar dengan jelas ucapan perpisahan dari cucunya. Namun sayangnya, Mei Jiang masih sibuk berkutat dengan dirinya sendiri, apakah sebaiknya dia menemui cucunya dan memberikan sedikit pesan sebelum cucunya itu berangkat?Setelah berkutat cukup lama, akhirnya pria itu tetap tidak keluar ataupun mengatakan apa pun.“Puk! Puk! Puk!”Mei Long berlutut lalu memberikan tiga kali sujud ke arah tempat tinggal mereka sambil berkata, “Kakek tenang
Read more
Bab 8
Walaupun Mei Gang hanya memandang Sekte Wondo dengan sebelah mata, namun bagi orang-orang di Provinsi Nansha, sekte ini sangatlah terkenal dan banyak sekali diminati oleh para pembina kultivasi lainnya.Meskipun hampir semua orang di tempat itu berkultivasi, namun selama ini hanya orang-orang tertentu saja yang dapat mendalaminya. Hal ini dikarenakan berkultivasi memerlukan berbagai sumber daya yang berharga. Sehingga pada umumnya hanya orang-orang yang berasal dari keluarga berada dan juga orang-orang tertentu yang mendirikan sekte yang dapat berkultivasi.Akibatnya, kalau mereka ingin berkultivasi ke tingkat yang lebih tinggi, mereka terpaksa harus mencari sekte ataupun keluarga berada tertentu untuk meningkatkan kultivasi mereka.Hanya saja berlatih kultivasi di keluarga berada dengan mengikuti sekte tertentu mempunyai perbedaan yang sangat jauh. Keluarga berada hanya bersumber dari satu keluarga, sementara kultivasi sekte berasal dari gabungan ratusan keluarga.Apalagi orang luar y
Read more
Bab 9
Tiba-tiba dari celah pintu pagar sekte, terlihat dengan jelas adanya seberkas cahaya yang datang dari setiap puncak gunung di Sekte Wondo. Kelima berkas cahaya itu semakin lama semakin dekat, hingga akhirnya, berubah menjadi bayangan lima orang yang sedang terbang di udara dan muncul secara menakjubkan di depan semua orang.Kerumunan orang yang sedang menunggu di depan pagar itu pun langsung bergejolak, ketika melihat kelima orang yang muncul secara tiba-tiba dari dalam udara kosong.“Hanya orang-orang di alam Nirwana yang baru mampu untuk menguasai Ilmu Meringankan Tubuh ini. Jangan-jangan kelima orang ini sudah menguasai alam Nirwana? Orang-orang yang berkultivasi di Sekte Wondo ini memang luar biasa!”“Alam Nirwana ini adalah level yang sangat sulit dibayangkan. Asal tahu saja, dari ratusan ribu orang yang berada di Kota Rusan, hanya satu kultivator yang bisa mencapai level ini.”Mei Long juga sama terkejutnya melihat hal ini. Walaupun dia bukanlah seorang kultivator, namun pengetah
Read more
Bab 10 Ujian Masuk
Satu-satunya perempuan dari antara lima orang itu berjalan keluar. Wajahnya terlihat sangat cantik dan lembut, mengenakan pakaian berwarna biru yang berkibar dengan anggun, tangannya memegang sebuah seruling giok. Persis seperti seorang dewi.Perempuan itu melihat ke semua orang, lalu tersenyum dan berkata, “Tao terdiri dari tiga bagian, yaitu hati, jiwa dan raga!”“Ujian pertama adalah mengetes Hati Tao kalian, Hati Tao ini adalah dasar dari kultivasi. Di dalam ujian kali ini, kalian nggak perlu melakukan apa pun. Aku hanya akan meniup seruling lalu kalian cukup bertahan di tempat kalian selama 15 detik, maka kalian sudah lulus.”“Kalau kalian sudah nggak tahan, jangan dipaksakan. Segera duduk bersila, maka kalian sudah dapat lepas dari kekuatan suara serulingku. Tentu saja kalau kalian mempunyai kemampuan untuk bertahan, silakan bertahan. Semakin lama kalian mampu bertahan, maka semakin membuktikan bahwa kalian mempunyai Hati Tao yang teguh.”Dibandingkan dengan Wei Li, sikap dan tin
Read more
DMCA.com Protection Status