Sang Pesilat Tangguh

Sang Pesilat Tangguh

By:  GoodNovel  Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
0.0
Not enough ratings
30Chapters
1.1Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

"Di dunia bela diri, dia yang terkuatlah yang dihormati! Tinju dan kuasa saling terhubung, hanya pejuang terhebat yang membuat aturan! Para pemuda bertarung melawan langit, bangkit dengan kuat, dan menciptakan aturannya sendiri.Semua hal bisa diselesaikan dengan satu pedangnya. Jika satu pedang tidak mampu melakukannya, maka serang dengan dua!Naga yang terlelap itu telah dibangkitkan, satu raungannya memindahkan pegunungan! Darah suci mengalir di tubuhnya, ilmu pedang tersimpan dalam nadinya, ditambah kejeniusan yang muncul dalam benaknya, pemuda itu membawakan aturan baru pada dunia! Tidak terima, maka bertarunglah! Itu aturan matinya!"

View More
Sang Pesilat Tangguh Novels Online Free PDF Download

Latest chapter

Interesting books of the same period

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments
No Comments
30 Chapters
Bab 1
Pemandangan di tempat ini sangat indah, terdapat pegunungan hijau dan perairan yang bersih.Terlihat seorang pemuda yang mengenakan jubah dan berwajah maskulin, sedang berbaring di bawah pohon sambil menyaksikan matahari terbenam.Namun, tak berapa lama, seorang pria tua yang mengenakan jubah hijau pun muncul dan menendang pemuda tersebut."Kenapa menendangku? Aku sudah menyelesaikan tugas yang Anda berikan. Kayu bakar di rumah kita juga sudah setumpuk." Pemuda itu menunjuk ke arah tumpukan kayu yang berada di belakang gubuk.Pria tua berjalan ke depan tumpukan kayu bakar tanpa mengucapkan sepatah kata pun, lalu membakarnya. Melihat tindakan pria tua, pemuda itu menatapnya dengan keheranan."Hari ini kita akan meninggalkan tempat ini. Bukankah kamu ingin mempelajari teknik pedang? Kesempatanmu sudah datang, tapi sebelumnya kita harus singgah ke suatu tempat dulu." Setelah selesai bicara, pria tua dan pemuda itu langsung meninggalkan gubuk dan tiba di sebuah lembah.Di lembah itu, terda
Read more
Bab 2
"Jangan memukul aku! Berhenti! Kita bisa membicarakannya baik-baik," Si Gendut berteriak sambil menutup wajahnya.Chen Ming berhenti memukul dan berkata, "Mulai hari ini, aku yang akan menjadi kepala di sini.""Baik, baik, kamu yang menjadi kepala di sini." Si Gendut langsung menyetujuinya.Setelah melihat si Gendut yang mengalah, Chen Ming baru bersedia melepaskannya. Chen Ming bangun dengan disusul oleh si Gendut.Sebenarnya si Gendut sangat marah. Dia menunjuk Chen Ming dan hendak mengatakan sesuatu.Di saat bersamaan, Chen Ming meninju tangga yang berada di sampingnya hingga hancur dan bertanya, "Kamu keberatan?"Begitu melihat tangga yang hancur, wajah si Gendut langsung berubah. Dia sangat ketakutan dan bergegas menggelengkan kepala. Chen Ming terlalu kuat, si Gendut bukanlah lawannya."Silakan mengurusi semua yang ada di sini, tapi jangan mengaturku. Oh iya, kamu juga harus memberikan kamarmu kepadaku. Aku mau tinggal di sana!" kata Chen Ming.Si Gendut hanya bisa mengangguk den
Read more
Bab 3
Sebenarnya, Chen Ming belum sampai di depan perpustakaan. Setibanya di depan gerbang, dia dicegat oleh dua orang murid Sekte Langit Biru yang bertugas berjaga di luar perpustakaan."Perpustakaan adalah tempat yang dihormati, orang-orang pemalas tidak pantas berada di sini!""Aku mengerti bahwa perpustakaan bukanlah tempat sembarangan, tetapi aku adalah murid pembantu di Perguruan Bambu Hijau, aku juga murid Sekte Langit Biru! Aku bukan pemalas seperti yang kamu katakan!" Chen Ming menegakkan tubuhnya. Karena murid penjaga ini mengatakan bahwa pemalas tidak boleh masuk ke dalam perpustakaan, Chen Ming merasa perlu memperkenalkan diri.Kedua murid Sekte Langit Biru yang sedang bertugas pun mengerutkan alisnya. "Kamu adalah murid pembantu. Apakah kamu mengerti? Murid pembantu!""Meskipun murid pembantu, bukankah aku juga bagian dari Sekte Langit Biru? Bukankah kalian berdua juga hanyalah penjaga gerbang? Jangan banyak omong kosong!" Chen Ming marah karena direndahkan. Dia tidak merasa mur
Read more
Bab 4
Biasanya, tebing yang berada di sebelah barat Aula Pembantu tidak ramai. Jadi, Chen Ming memilih tempat itu untuk berlatih pedang.Meskipun Chen Ming memiliki teknik pedang yang relatif rendah, sekarang dia telah memiliki catatan kuno. Pada akhirnya, semua bergantung kembali kepada masing-masing orang.Setibanya di tebing, Chen Ming mengeluarkan pedang dan mulai melatih teknik pedang dasar dengan dipandu oleh catatan kuno. Pedang diayunkan, membelah, menebas, menusuk ... semua ini adalah ilmu dasar.Chen Ming sudah berlatih selama empat jam. Dia baru berhenti ketika si Gendut datang untuk mengantarkan makanan."Em, kenapa ada daging?" Chen Ming bertanya dengan keheranan. Makanan di Aula Pembantu tidak seenak yang lainnya. Jarang sekali ada menyediakan daging."Tadi kami membantu di dapur. Jadi, mereka memberikan sedikit daging sebagai imbalannya. Aku sudah mencicipi daging ini, rasanya enak. Makanya aku membawakannya untuk Kakak juga," kata si Gendut sambil tersenyum. Saat tersenyum, l
Read more
Bab 5
"Apa yang kamu lihat? Tidak pernah melihat murid pembantu yang menerima misi?" Setelah menerima misi, Chen Ming menoleh dan memelototi murid Sekte Langit Biru, lalu baru mengajak Huang Lei pergi.Begitu Chen Ming dan Huang Lei pergi, para murid Sekte Langit Biru mulai bergosip."Kenapa dia begitu galak? Aku memang tidak pernah melihat murid pembantu yang menerima misi," kata salah seorang gadis yang merasa disalahkan.Salah seorang murid pria menggelengkan kepala dan menjawab, "Tidak usah memedulikan dia. Cepat atau lambat, mereka pasti akan membuat masalah. Tidak memiliki ilmu, tetapi berani keluar untuk melaksanakan misi. Jika bertemu dengan monster yang kuat, mereka akan mati."Chen Ming dan Huang Lei meninggalkan Aula Pelayanan, lalu pergi ke hutan belantara."Huang Lei, kamu sudah melihatnya, 'kan? Para murid Sekte Langit Biru menatap kita dengan tatapan jijik dan merendahkan. Jadi, kita harus bangkit dan menunjukkan kemampuan kita! Memangnya kenapa kalau menjadi murid pembantu? K
Read more
Bab 6
Chen Ming mengeluarkan pisau yang dibawa, lalu menguliti beruang dengan dibantu oleh Huang Lei."Hutan belantara sangat berbahaya, pakai otakmu!" Chen Ming menguliti beruang sambil mengomeli Huang Lei.Huang Lei mengangkat kepalanya dan menatap Chen Ming. "Bagaimana aku tahu kalau di sini ada monster ganas?""Di sini adalah hutan belantara yang dihuni oleh beruang ganas. Apakah kamu tidak mencium bau amis? Apakah kamu tidak melihat kotoran beruang? Saat dinasehati, sebaiknya kamu mendengarkan! Jangan malah menjawab!" Chen Ming memelototi Huang Lei.Huang Lei tidak berani menjawab. Sebenarnya, dia sudah melihat beruang, tapi dia malah meremehkannya.Monster level tinggi adalah harta karun. Setelah bekerja keras, mereka mengumpulkan kantong empedu, darah, inti kristal, urat, dan bagian tubuh lainnya untuk dibawa pulang.Kulit dan urat beruang adalah bagian yang paling sulit dibawa. Sekarang, Huang Lei adalah asisten Chen Ming. Jadi, dia yang harus memikul dan membawa semuanya pulang."Se
Read more
Bab 7
Setibanya Chen Ming dan Huang Lei, para murid resmi Perguruan Bambu Hijau langsung memberikan jalan dan menghindar. Tak ada seorang pun yang sudi berdekatan dengan mereka.Chen Ming beranjak ke loket pengumpulan misi, lalu mengeluarkan daftar misi dan menyerahkan barang yang didapatkannya secara satu per satu."Huang Lei, barang milikmu cuma segini aja?" Setelah selesai mengeluarkan semua barangnya, Chen Ming menatap ke arah Huang Lei."Aku mengambil semua barang yang temui. Aku juga tidak ingat ada apa saja. Kumpulkan saja dulu misinya. Untuk barang-barang yang tersisa, tolong bantu aku untuk melihatnya," kata Huang Lei sambil berbisik. Dibandingkan dengan Chen Ming, Huang Lei merasa tidak ada apa-apanya.Chen Ming menganggukkan kepala dan berkata, "Baik, aku akan membantumu.""Kamu tidak memarahiku?" tanya Huang Lei dengan heran. Biasanya Chen Ming selalu memarahinya setiap dia melakukan kesalahan.Chen Ming tersenyum dan menjawab, "Aku hanya akan memarahimu di belakang orang. Saat b
Read more
Bab 8
Meskipun dimarahi, murid Perguruan Bambu Hijau tidak berani bergeming karena yang dikatakan oleh Penegak Hukum memang benar. Kemampuan Perguruan Bambu Hijau memang terpaut jauh dengan keenam perguruan lainnya. Perguruan lain selalu menerima misi level lima, sedangkan Perguruan Bambu Hijau tidak pernah mendapatkan misi setinggi itu. Walaupun ada yang memberikan misi level lima, semua itu percuma saja karena tidak ada seorang pun yang bisa menyelesaikannya.Chen Ming dan Huang Lei kembali ke Aula Pembantu. Begitu memasuki aula, Chen Ming dan Huang Lei melihat si Gendut yang tampak menyedihkan. Kali ini, si Gendut benar-benar babak belur. Bibirnya berdarah, dadanya terluka, dan rambutnya berantakan.Chen Ming mengerutkan alis dan bertanya, "Gendut, ada apa ini?""Aula Pembantu kedatangan seorang anak yang bernama Ren Lun. Dia ingin menjadi kepala di sini. Aku memberitahunya kalau di Aula Pembantu sudah ada kepala, tetapi dia malah menghajarku. Saat Kak Chen Ming tidak ada, dia selalu memu
Read more
Bab 9
"Bagus! Murid luar dan murid inti Perguruan Bambu Hijau tidak bisa diandalkan. Sebaliknya, murid pembantu malah sangat berani." Seorang pemuda berjubah putih muncul.Begitu pemuda ini muncul, murid resmi Perguruan Bambu Hijau langsung memberikan hormat. Walaupun telah ditegur, murid Perguruan Bambu Hijau tidak terlihat kesal."Dia adalah Rong Hao, murid Ketua Utama dan sekaligus salah satu murid unggul Sekte Langit Biru." Si Gendut mendekati Chen Ming, lalu berbisik di telinganya.Begitu mendengar ucapan si Gendut, Chen Ming langsung menyimpan pedang dan memberikan salam kepada Rong Hao. Setelah itu, Chen Ming kembali menatap Tan Xin. Dia tahu bahwa dirinya tidak bisa mengalahkan Tan Xin, tapi Tan Xin ingin bertarung. Jadi, Chen Ming tidak akan tinggal diam.Tan Xin memelototi Chen Ming, lalu mundur beberapa langkah dan memberikan hormat kepada Rong Hao. "Kak Rong Hao."Tan Xin memang angkuh dan memiliki sokongan, tapi Rong Hao adalah murid unggul. Meskipun juga akan diangkat menjadi m
Read more
Bab 10
Sembari melaksanakan misi, Chen Ming dan Huang Lei juga berlatih pedang. Setiap bertemu dengan monster, mereka bertarung dengan menggunakan teknik pedang.Pada malam hari, Chen Ming selalu bermeditasi. Meskipun tidak memiliki teknik energi inti, teknik pengumpulan inti yang diajarkan oleh Huang Lei sangat berguna. Pusat energi di dalam tubuhnya terus berputar, lalu menarik energi-energi yang ada di sekitar dan mengubahnya menjadi energi inti.Huang Lei takjub melihat Chen Ming yang duduk dan bermeditasi. Chen Ming mampu menyerap energi dengan sangat cepat, bahkan jauh lebih cepat daripada saat dia berkultivasi. Energi di sekitar tampak berputar dan mengelilingi tubuh Chen Ming.Huang Lei merasa sedikit bersalah dan tidak berdaya. Sebenarnya dia memiliki catatan kuno teknik energi inti, tapi dia tidak bisa memberikannya kepada Chen Ming karena catatan itu adalah warisan keluarganya. Dia tidak boleh menyebarkannya kepada orang luar.Chen Ming telah berkultivasi dan bermeditasi semalaman.
Read more
DMCA.com Protection Status