Catalog
49 chapters
Monster berupa
Rena terduduk di kursi setelah mendapat tamparan dari Rizal. Air matanya terus mengalir karena menahan rasa sakit.Rizal adalah sosok laki laki yang 4 tahun ini menjadi suaminya. Lelaki kurus tinggi berkulit coklat, sorotan mata tajam, dan kini menjadi bengis.Setahun belakangan Rizal sering menyakiti Rena. Dia sering berjudi dan pulang subuh. Ia bahkan tidak segan menyiksa rena kalau keinginannya tidak terpenuhi. Termasuk meminta uang untuk berjudi.Hari ini Rizal pulang dalam keadaan kacau. Entah masalah apa lagi yang diperbuatnya, setiap hari menyisakan kenangan buruk buat Rena.Dulu, Rizal adalah sosok yang penyayang dan humoris. Selalu menciptakan kenangan manis bagi Rena.Dulu, Rizal juga sering memanjakan Rena. Entah apa yang terjadi, suatu ketika Rizal berubah jadi pribadi yang menakutkan. Pagi ini dia pulang marah-marah tidak jelas"Rena aku perlu uang," katanya dengan kasar sehingga membuat Rena terperanjat dan kaget."Aku gak ada
Read more
Rasa sakit
Rena menatap pancaran keemasan sang surya memberikan semburat kehangatan, terasa oleh kulit putihnya. Pagi ini cukup cerah. Meskipun sedikit angin yang bertiup sejuk, membelai lembut wajah nan tirus lebam itu.Ada sedikit rasa nyaman yang terpancar dari hangatnya mentari pagi ini. Dia berupaya menekan kesedihannya dan mencoba lebih tegar lagi.Rena melangkahkan kakinya meninggalkan rumah sederhana yang ia tempati selama 4 tahun ini. Banyak kenangan yang tersimpan disini.Pujian cinta yang diberikan Rizal mampu melambungkan hatinya ke nirwana. Itu dulu. Tutur kata romantis Rizal membuat dia dipuja bak dewi rembulan yang memancarkan sinar keindahan malam.Tapi, semua itu sudah berlalu. Sekarang, rumah ini penjara tersendiri bagi Rena. Entah itu siksaan dari Rizal atau mungkin takdir yang mempermainkan hidupnya. Setiap hari di rumah ini bagai menjalankan berbagai episode kesengsaraan.Biarlah dia menjalani ini dengan hati yang tertatih- tatih. Ibarat
Read more
Kenangan
Saat Rizal tiba di warung nasi dia segera masuk. Dengan membawa sebungkus bubur ayam.Rizal tampak menghembuskan nafas berat dengan raut muka tak senang. Dia menatap sosok wanita yang duduk di kursi meja makan. Wajah Rena pucat pasi. Keringat membanjiri dahinya. Tangannya yang terkulai lemas menandakan kodisi tubuhnya yang lemah."Rena," teriak Rizal berjalan mendekat.Dia segera meraih tangan kecil istrinya yang sudah terasa dingin. "Kau belum makan, bukan?" Tanya Rizal.Rena yang sudah lemah tidak menjawab Rizal. Ia sudah malas melihat tampang suaminya. Semua yang terjadi pada dirinya kini karena ulah suaminya itu. Dan, sekarang Rizal berpura-pura peduli pada dirinya. Entah apa yang akan terjadi setelah ini.Rena lebih memilih memalingkan mukanya dan melihat ke meja makan di hadapannya, dari pada melihat muka suaminya itu.Rizal menghapus keringat Rena. Keringat dingin tampak mengalir di sudut dahi dan di bawah hidungnya.Read more
Hati yang berbalas
Sebaik-baiknya seseorang, pasti memiliki batasan. Se-sabar-sabarnya seseorang, pasti ada ujungnya. Kalimat itu selalu ada di kepala Rena. Selama ini dia tenggelam dalam bayang-bayang asmara yang telah padam.Kini, Rena mencoba untuk menerima keadaan. Menjalani hari tanpa keluh kesah. Tapi, sekuat apapun benteng yang ia buat untuk membatasi dirinya, tetap saja ia rapuh sebagai seorang wanita. Mungkin, semua itu diawali sikap suaminya yang berubah drastis. "Rizal kecewa kepadaku," ujar Rena dalam hati. Perlakuan Rizal akhir-akhir ini membuatnya berpikir dua kali untuk terus melanjutkan kehidupan rumah tangganya. Suatu ketika Rena pernah mengatakan bahwa dirinya hanya bisa menjadi teman hidup saja buat Rizal. Hatinya milik orang lain. "Apakah ini yang membuat Rizal bersikap seperti ini. Agar dia tidak terlalu merasakan sakitnya." Banyak pertanyaan muncul di dalam pikiran Rena.Sebagai seorang istri dan seorang wanita, Rena t
Read more
Dilema
Dua hari telah berlalu sejak Rena dan Rizal saling membuka hati.Ia sudah tidak diizinkan lagi bekerja oleh suaminya. Karena Rizal tidak mau membuat istrinya kesulitan. Dia hanya butuh Rena menjaga dirinya baik-baik di rumah.Hari ini Rena menghubungi bu Mega.Mengatakan bahwa dia berhenti bekerja karena alasan suaminya.Rena ingat kemarin Rizal meminta dengan tulus untuk berhenti bekerja. "Biar aku yang bekerja, kamu dirumah aja. Aku mau kamu tetap sehat dan menjaga diri baik-baik dirumah," kata Rizal.Rena menuruti perintah suaminya.Dia harus bisa menjaga kesehatannya dan merawat diri. Selama ini dia selalu cuek dengan penampilannya akibat sibuk bekerja. Dulu Rena selalu menjaga penampilannya. Tubuhnya yang ramping, kulitnya putih bersih, mata sipitnya yang menjadi daya tarik bagi banyak pria. Dulu, Rena begitu mempesona. Sekarang ia jauh dari kata cantik dan tak terawat. *
Read more
Aku sendiri
Hari ini Rizal berangkat ke Jakarta bersama Soni.Rena sudah menyiapkan keperluan suaminya untuk berangkat. Makanan dan minuman disiapkan untuk Rizal dan Soni.Rencananya, Soni dan Rizal berangkat jam 2 ke bandara."Masakanmu enak Ren. Ya gak Zal," kata Soni ke Rizal sambil menyantap lauk kesukaannya."Iya, kamu makan aja. Jangan sungkan," balas Rizal yang melahap makanan dengan nikmatnya. Itu mungkin makanan terakhir buatan Rena yang dimakan karena keduanya tidak akan bertemu dalam beberapa waktu ke depan. Usai makan Rena segera membereskan meja makan. Semuanya habis tak bersisa. Tentu saja Rena senang sekali karena masakannya terbukti enak dan dilahap habis oleh suaminya dan Soni. Rizal dan Soni telah memesan taksi online lewat aplikasi smartphone. Rizal juga sudah siap dengan barang dan tasnya. Ia kemudian menghampiri Rena yang sedang mencuci piring di wastafel."Sayang kamu baik-baik di ru
Read more
++ MATURE ++
Rena membuka matanya yang kecoklatan. Ranjangnya kemudian berderak seperti dinaiki seseorang. Matanya melirik ke samping lalu melihat sosok pria yang ia rindukan hadir di sebelahnya."Kenapa Ren," ujar suaminya Rizal.Rizal kemudian mengejapkan mata lalu menatap Rena. Ia menopang kepala di satu tangan sembari berbaring menghadap ke Rena."Rizaaal..." ujar Rena memeluk sang suami dengan derai air mata. Wanita itu sesegukan dengan isakan pelan. Rizal terkesima."Kenapa Ren? Jangan nangis," jawab Rizal sambil mengusap lembut punggung sang istri. Lalu mengecup sang istri di dahi."Aku kangen kamu Zal, aku gak nyangka kamu udah pulang," ujar Rena yang masih sesegukan."Aku tahu kamu masih tidur, makanya aku tidak membangunkanmu," ujar Rizal mengelus rambut Rena. Sebagai suami Rizal tak tega menganggu tidur istrinya karena masih terlalu pagi. Rizal mengambil penerbangan pukul 4 pagi, kare
Read more
Ingatan Rena
Pagi ini Rena tinggal sendirian dirumah sementara Rizal pergi bekerja. Rena sedang rebahan di sofa kecil di ruang tamu. Sambil mengingat kenangannya waktu bersekolah dulu. Ingatan Rena kembali pada masa lalu. Suatu ketika ia pernah bertemu dengan Rizal. Mereka dulu seangkatan di sekolah yang sama. Saat itu ia belum mengerti apa itu cinta. Hanya tahu pacaran dan cinta monyet.Siang hari di samping gerbang sekolah menengah pertama terlihat ramai. Saat waktu istirahat. Banyak murid berlalu lalang seperti biasa. Kemudian terdengar bunyi bel menandakan waktu istirahat usai. Semua murid bergegas menuju kelas masing-masing. Tak jauh dari situ ada seorang cewek cantik berjalan pelan menuju kantin. Dia tak berminat masuk kelas seperti kebanyakan temannya. Rena Ardila. Cewek cantik bertubuh tinggi langsing, hidungnya mancung, mata sipitnya begitu menarik sehingga jadi daya tarik tersendiri. Banyak siswa yang mengejarnya, menggoda atau hanya cari
Read more
Perubahan Rena
Satu jam Rena menghabiskan waktu memasak makanan untuk Rizal. Dari tadi ia sibuk di dapur berkeringat. Rena ingin membuat Rizal senang terhadap masakan yang dibuatnya. Sambil memutar lagu di smartphone, Rena menyelesaikan semua bahan-bahan mentah hingga semua tersedia di piring. Usai memasak Rena membereskan dapur yang berantakan. Semua makanan sudah tertata rapi di meja makan. Setelah itu Rena langsung mandi."Hmm... lumayan capek juga," ujarnya sambil meregangkan otot.Usai mandi Rena menuju kamar langsung ke arah lemari dan memilih baju. Dress berwarna putih selutut jadi pilihannya.Setelah itu Rena bersiap-siap menunggu Rizal diruang tamu. Penampilannya terlihat cantik dengan dress putih yang cocok dengan kulit putihnya. Matanya yang sipit dipertajam dengan eyeliner hitam. Bibir tipisnya dipoles dengan lipstik merah ceri, merekah seperti bunga mawar merah. Rena bak dewi rembu
Read more
Hasrat Rena
Matahari sudah menampakkan sebagian cahayanya. Suasana terasa nyaman dan sejuk. Rena mengerjapkan matanya, meregangkan otot kakunya. Ia menoleh ke jam dinding. Hari menunjukkan pukul 5 pagi. Rena mulai menggerakkan badannya untuk duduk, cukup nyaman untuk udara pagi ini. Disampingnya Rizal masih terlelap dengan nafas teratur. Menampilkan wajahnya yang terlihat tampan saat tidur. Hasratnya tiba-tiba muncul melihat wajah sang suami. Dia membangunkan Rizal, hingga Rizal membuka matanya. Rena bangkit dari kasur, dia berdiri lalu menyentuh dada Rizal dan merabanya menggunakan telapak tangan.Rizal memejamkan matanya, sentuhan lembut tangan Rena di dadanya terasa luar biasa. Tubuh Rizal seakan meleleh tak kuasa menahan rasa gairahnya.Rena menurunkan tangannya ke perut Rizal dan terus turun sejengkal di bawah pusarnya. Dia berhenti di sana dan meremasnya pelan. Meski terhalang tebalnya celana yang di kenakan Rizal, tapi Rena bisa merasakan sesuatu di baliknya t
Read more
DMCA.com Protection Status