Catalog
3 chapters
Gadis desa yang polos
Matahari berada di puncaknya dengan panas yang tercurah hampir sepanjang tahun menjadikan hamparan yang terlihat hijau dan rindang. Mereka bilang negeri tanah kelahiran Fiza adalah tanah surga , apapun yang dilemparkan ke dalam tanah, tanah akan menghadiahi hasil alam apapun yang bisa dimakan dan dimanfaatkan manusia.  Tapi benarkah seperti itu? Fiza seorang gadis desa yang tahun ini memasuki usia 18 tahun selalu bertanya-tanya , kenapa kehidupan keluarganya dan sebagian penduduk di desanya terlihat merana . Fiza hanyalah anak dari keluarga buruh tani. Sejak dulu orang tua Fiza dan generasi sebelumnya hanyalah buruh tani. Mereka hanya mengandalkan tenaga untuk bertani di sawah milik orang lain dengan hasil yang tak seberapa untuk mengisi perut mereka. Fiza selalu bertanya sejak kecil kepada ayahnya kenapa mereka tak punya lahan sendiri untuk dikerjakan . Sang ayah tak menjawab nya, ia hanya seorang lelaki seperti kebanyakan di desanya yang hanya meneri
Read more
Kakak ipar
Tuan dalih tertawa melihat tingkah Fiza yang polos, di dalam hati lelaki berperawakan kekar itu ia tahu Fiza pasti takut melihatnya. Tubuh yang menjulang tinggi, perawakan yang tegap dan wibawa seorang juragan tentu saja membuat ciut nyali orang-orang rendahan seperti Fiza Tuan Dalih membenarkan posisi duduknya,mengambil beberapa lembar uang seratus ribu lalu menyodorkannya kepada Fiza Fiza menatap kakaknya Faiz meminta persetujuan, Faiz tersenyum " ayo diambil, itu uang jajan dari kakak iparmu, jangan ditolak, buat jajan baso besok disekolahan " Fiza menerima uang itu dengan hati-hati "Te...rima...kas...ih tu...tuan Dalih" ucap Fiza terbata-bata Tuan Dalih tertawa Ha ha ha ha ha suaranya memenuhi seisi ruangan rumah. "Kak, Fiza naik ke kamar atas ya"  Faiz mengangguk mengiyakan. Fiza sudah terbiasa menginap di rumah Faiz kakak perempuannya untuk sek
Read more
Apakah kekerasan itu cinta?
Pecutan itu berhenti setelah tuan Dalih melenguh dengan teriakan yang keras, kedua bola matanya berputar setelah mendapatkan kemenangannya. Ikat pinggang itu ia lemparkan ke sembarang arah lalu bibirnya yang penuh nafsu menciumi dan menjilati kulit punggung Faiza yang sudah memar-memar sampai ke lekukan leher lalu dengan satu tangannya ia membalik wajah dan tubuh Faiza . Fiza dapat melihat dengan jelas wajah kakaknya yang sembab berurai airmata.terlihat dengan jelas wajahnya menahan sakit yang amat perih Tanpa terasa bulir-bulir airmata menetes dari sudut kedua mata Fiza kejadian menegangkan penuh gairah sekaligus mengiris hati. Dadanya terasa sesak  Kakaknya bukan saja rela menahan malu dan cibiran karena mau menjadi isteri ketiga tetapi jauh lebih itu, kekerasan seksual yang didapatkan dari suaminya sendiri Fiza berlari ke lantai atas,mengunci dirinya ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang melaporkannya kepada oran
Read more
DMCA.com Protection Status