Catalog
4 chapters
Menyesal
Berita Tisya yang sedang mengandung sampai ke telinga Maura. Maura benar-benar kesal sekali. Ia telah gagal mendidik Tisya. Maura memegang Poto sang suami yang sudah lama meninggal dunia. Bulir-bulir bening jatuh dari pelupuk matanya dan membasahi pipi yang sudah menunjukkan keriput."Mami, maafkan aku. Aku menyesali apa yang telah aku lakukan." Tisya bersimpuh di kaki ibunya. Memohon ampunan atas kesalahan-kesalahan yang ia lakukan. Maura tetap bungkam, aura dingin terlihat di wajahnya. Sedangkan pipinya terus basah akibat genangan air yang terus meluncur dari pelupuk mata."Kumohon!" Tisya juga mengeluarkan air mata yang begitu deras. Ia tak tahu harus berbuat apa agar sang ibu mau memaafkannya."Kau tahu sudah berapa kali mami melarangmu untuk berpacaran dengan Ronald." Maura menarik nafas dalam. Rasa sesak masih terdengar jelas ketika ia sedang bernafas. Kekecewaan jelas terlihat dari wajahnya.yang tua."Kau tahu mami sangat tidak menyukai Ron
Read more
Menikah
Tisya tidak habis pikir dengan perkataan ibunya. Air mata jatuh perlahan membasahi pipinya. Maura tidak tega dengan keadaan Tisya yang rapuh. "Cari laki-laki yang mau menikahimu!" Ucap Maura dengan nada dingin. Tisya mengangguk menyetujui saran yang satu ini yang lebih baik dari yang sebelumnya. Pagi hari di kantor perusahan RV Mounth. Tisya dan Eldo terjebak di sebuah lift. Lift mati mendadak. Tisya merasa takut, ia memakai pakaian seksi dan terjebak bersama Eldo seorang laki-laki normal. Bisa saja terjadi sesuatu padanya. Tapi, alahkah terkejutnya Tisya. Eldo hanya menunduk dan tidak berani melihat kearah Tisya sedikit pun. Ketika lift sudah dapat beroperasi. Tisya penasaran mengapa Eldo bisa menjaga pandangannya. "Kamu..!" Panggil Tisya. "Saya Nona?" Eldo menunduk dengan sopan. "Baru pertama kali aku melihatmu disini. ""Saya karyawan baru di sini." Lagi-lagi pria tersebut menunduk tak beran
Read more
Bahan tertawa
Eldo baru pertama kali memasuki rumah sebesar ini. Ada rasa takjub dan bersyukur memiliki istri cantik sekaligus kaya. Tapi hal diluar nalar masih menjalari pikiran Eldo. Mengapa Tisya mau menikah dengan seorang Eldo, pemuda yang miskin? Mata Maura menatap remeh pada Eldo. Ia sangat tidak menyukai pria di bawah standar seperti Eldo. Eldo merasa canggung yang luar biasa. Eldo tersenyum sekenanya pada Maura akan tetapi di balas senyuman sinis dari Maura. "Oh.. Jadi pria ini yang kau bayar itu?" Tanya Maura tiba-tiba merusak keheningan. "Mami, kumohon jangan bahas ini lagi!" "Kenapa? Seandainya dulu kamu nurutin kata-kata Mami untuk menikah dengan Dion mungkin semua ini tidak akan terjadi." Kesal Maura mengungkit masa lalu. Tisya diam menahan kesal. Tidak sepantasnya Maura berkata demikian. Tisya menarik Eldo untuk menuju ke kamarnya sambil menitikan air mata. "Ada apa sebenarnya?" Tanya Eldo yang masih kebingungan
Read more
Trending
"Nona Tisya, kok bisa ada di sini?" Hendra gelagapan dan wajahnya pucat pasi. Ternyata ucapan Eldo bukanlah lelucon namun sebuah kebenaran. "Jangan sekali-sekali kalian meremehkan Eldo. Dia sekarang adalah suamiku." Pengakuan Tisya membuat para karyawan terheran. Eldo jauh dibawah standar dibandingkan dengan mantan pacar Tisya, Ronald sang CEO kaya. Apa yang membuat Tisya mau menikahi Eldo. Pria miskin dari perkampungan kumuh.Gosip tentang pernikahan Tisya menjadi trending topik utama di kantor RV Mounth. "Kok bisa ya Nona Tisya yang secantik dan sekaya itu menikah dengan Eldo pria dari perkampungan kumuh?" Ucap Gina memulai sebuah gosip. "Dipelet kali," ucap Veni menjawab. "Ah...! Aku enggak percaya yang begituan," Gina membantah jawaban Veni. "Mungkin karena Nona Tisya sakit hati sama si Ronald jadi ya dia menikah dengan Eldo sebagai pelampiasan." Ucap Rose masuk akal menurut para pendengar. Berita pern
Read more
DMCA.com Protection Status