Catalog
183 chapters
1. KENCAN BUTA
“Len, gue paham betul perasaan lo. Tapi mau sampai kapan lo kayak gini terus?” tanya seorang perempuan yang sedang menepuk-nepuk wajahnya. Dia baru saja mengolesi wajahnya dengan serum yang sedang hits di kalangan anak muda sekarang. Gadis itu bertanya pada seorang temannya yang sedang tidur telungkup di atas kasur. Sang teman sudah hampir satu minggu menginap di rumahnya.“Huh!” temannya menghela nafas kencang. Kemudian gadis itu beranjak dan duduk di samping temannya.“Elaine Venesia Rinjani, lo denger gak sih gue nanya?” ucapnya dengan nada yang cukup keras.“Apa sih Shan? Lo udah nggak mau nampung gue lagi di sini?” tanya Elaine kesal. Kini gadis yang sedari telungkup itu beranjak dan duduk sila di samping temannya, Shani.“Bukan gitu. Gue seneng lo diem di sini, gue ngerasa ada temen. Tapi please lah! Mau sampai kapan lo murung terus?” keluh Shani.Elai
Read more
2. ONE NIGHT STAND
“Darell,” panggil Elaine.“Ya?” respon Darell.“Lo pernah tidur sama cewek?” tanya Elaine sedikit canggung.Pupil Darell membulat. Dia merasa aneh pada gadis yang sedang berdiri di depannya ini. Kenapa gadis yang mungkin baru kenal dunia malam bertanya hal se-private itu pada laki-laki yang jelas-jelas tak dikenalnya.“Maksud lo?” tanya Darell mencoba mengkonfirmasi apa yang baru saja dia dengar.“Making Love sama cewek pernah?” tanya Elaine lagi. Kini gadis itu memperjelas maksudnya. Sontak membuat Darell terkejut, namun disaat yang bersamaan dia juga tertarik dengan gadis yang baru saja dia temui ini.“Pernah. Kenapa?” Darell kembali bertanya.Napas Elaine memburu, Darell bisa melihat dadanya kembang kempis secara cepat.“Lo mau ngga, buat tidur sama gue?” ucap gadis itu polos. Dia menatap Darell bukan dengan tatapan yang ‘pengi
Read more
3. HEARTBREAK
Darell benar-benar tidak habis pikir dengan Elaine. Gadis ini belum pernah melakukan hal yang baru saja mereka lakukan beberapa menit lalu, dengan siapapun. Darell adalah yang pertama. Kenapa dia bisa seyakin itu? Karena dia bisa merasakan pelindung milik Elaine yang berhasil dia terobos. Walau membutuhkan waktu yang lumayan lama.Terlebih tiba-tiba Elaine memintanya untuk tidak saling mengenal, jika suatu saat mereka bertemu kembali. Sepertinya ada sesuatu pada gadis ini, namun Darell tak ingin bertanya.“Gue balik ya,” ucap Darell tiba-tiba. Laki-laki itu tahu betul, bahwa sang gadis sedang ingin sendiri untuk kali ini.“Gue aja yang balik,” sanggah Elaine. Dia mencoba untuk beranjak namun sialnya rasa sakit itu masih tetap bisa dia rasakan. Elaine meringis. “Yakin?” tanya Darell. Laki-laki itu tahu betul, Elaine belum sanggup untuk beranjak dan berjalan. Jelas, ini adalah kali pertamanya pasti rasa sakit itu lu
Read more
4. NOT MY SISTER AGAIN
Cuaca yang tadinya panas berubah menjadi mendung. Mungkin alam pun mendukung Elaine untuk kembali merapati nasib sialnya ini. Gadis itu meninggalkan sekolah tepat setelah mendengar omongan Tirta dan kawan-kawannya. Dia memesan taxi online dan segera pulang ke rumah. Tak peduli dengan acara perpisahan di sekolah yang belum selesai. Dia ingin menenangkan dirinya di rumah. Walau Elaine tahu betul itu bukan hal yang tepat, karena dia pasti akan bertemu dengan pemeran perempuan antagonis dari drama percintaannya ini.'Apa katanya? Elsa tahu aku ada hubungan dengan Tirta, dan dia diam saja?' batin Elaine kesal.“Emang kakak brengsek!” umpatnya pelan. Taxi online yang ditumpangi Elaine sudah sampai tepat di depan rumahnya. Rumah yang tak terlalu besar, namun cukup bagi empat orang untuk tinggal di sana.Gadis bergaun cream itu menarik gaunnya ke atas, kemudian dia melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah. Tidak di kunci, mungkin salah satu anggot
Read more
5. MAHASISWA BARU
Kehidupan baru Elaine dimulai. Kini dia bertekad untuk berubah, dan akan lebih memperhatikan penampilannya. Bukan berarti dulu Elaine adalah anak yang cupu, culun, dan kuper. Hanya saja dulu gadis ini terlalu cuek dengan penampilan. Dia tidak pernah mengenakan bedak dengan benar, tak pernah memoles bibirnya dengan lip balm, dan selalu mengucir rambut panjangnya. Kali ini dia bertekad untuk berubah, gadis ini ingin menunjukkan eksistensi dirinya.“Good! Pokoknya lo harus bikin si Tirta nyesel gak pilih loh!” ucap Grace saat mereka baru saja berbelanja makeup juga baju untuk Elaine kenakan saat dia sudah kuliah.Saat ini Elaine, Shani, dan Grace sedang berada di kosan Elaine. Dua gadis ini sengaja mengunjungi sahabatnya, untuk memastikan bahwa dia baik-baik saja. Persahabatan mereka kini menemukan jarak. Karena kini mereka berkuliah di tiga kampus yang berbeda.“Btw dia sekampus sama lo kan?” tanya Shani memastikan.Elaine m
Read more
6. BERTEMU KEMBALI
Kosan Elaine lumayan jauh dari jalan raya. Dia harus melewati gang sempit yang hanya muat satu motor. Ya, sepertinya memang gang ini diperuntukan untuk mereka yang pejalan kaki.Gadis yang sedang mengenakan kemeja putih dengan corak bunga itu, melangkah dengan santai. Namun ketika dia hendak sampai ke kosannya, tiba-tiba dia dikejutkan oleh kehadiran seorang laki-laki.“Hai, Elaine. Apa kabar?” sapa laki-laki itu.Sontak Elaine menghentikkan langkahnya. Kemudian gadis itu melihat wajah laki-laki yang mencegatnya, ya sebut saja dia mencegat Elaine. Saking terkejutnya melihat wajah laki-laki itu, Elaine memundurkan langkahnya.“Tirta?” ucap Elaine kaget.“Wah, wah!” Tirta menepuk tangannya. “Jadi gini cara lo balas dendam sama gue?” tanya Tirta. Laki-laki itu melangkah dan sekarang posisinya berdiri di depan Elaine.“Hmm … tapi bagi gue lo nggak banyak berubah,” ucap Tirta semb
Read more
7. DARELL SATRIA BUMANTARA
“Darell?” batin Elaine, kini jantungnya berpacu dengan cepat. Dia bisa meraskan wajahnya sedikit panas.Seketika Elaine sadar dan mengalihkan pandangannya ke depan. Tak ingin membuat kecurigaan di depan banyak orang. Dia haraus tenang dan tinggal berpura-pura tidak tahu dan tidak mengenali laki-laki tampan di sampingnya ini. Sesuai dengan kesepakatan yang dia minta pada malam itu.“Len, ngapain bengong mulu dah? Ini buku lo sampe jatuh,” ucap Veni sembari memberikan buku Elaine yang sudah dia ambil dari lantai.“Eh?” Elaine melihat ke arah Veni. “Iya, sorry. Thanks loh udah diambilin,” katannya berterima kasih. Elaine meraih buku yang diberikan oleh Veni. Sejurus kemudian dia langsung menyibukkan dirinya dengan membaca buku.Sesekali Elaine melirik Darell, takut saja laki-laki itu melakukan hal-hal yang mencurigakan. Tapi ternyata dia tidak bergeming sedikitpun. Hal itu membuat Elaine meras
Read more
8. TEROR
“Gue pernah denger gosip. Banyak cewek yang rela buat jalan sama dia, terus ya gitu menggoda dia buat tidur sama dia. Tapi DITOLAK SEMUA!” ucap Nurri dengan penekanan.“UHUK … UHUK.” Elaine terbatuk, dia tersedak mie ayam yang sedang dia makan. Karena dia terkjeut dengan ucapan yang baru saja dia dengar, dari gadis yang duduk di sampingnya itu.Veni yang melihat Elaine tersedak langsung panik dan memberikan minum pada temannya itu. Sedangkan Timmi dan Nurri, mereka terkejut dan langsung terdiam tak melanjutkan lagi pembicaraannya.“Lo kenapa?” tanya Veni khawatir.Elaine masih meneguk air pemberian Veni. “Duh … keselek,” jawabnya. “UHUK.” Dia terbatuk lagi. Tenggorokannya kini terasa tidak enak sekali, seperti ada sesuatu yang mengganjal.“Kenapa sih bisa keselek, macem bocah aja,” keluh Veni.Elaine merasa sedang diperhatikan oleh dua orang yang sedang dud
Read more
9. TERSELAMATKAN
“Kak, kakak ada kelas lagi habis ini?” tanya Veni ketika pembagian kelompok selesai.“Ada, kenapa?” balas Darell.“Oh, kalau gitu kita bahas untuk materinya nanti ya. Kita coba cari jadwal yang sama-sama kosong. Sekarang saya boleh minta nomor kakak?” tanya Veni dengan sopan. Dia masih tidak tahu sifat Darell seperti apa, jadi dia berbicara secara formal.“Mana handphone lo?” pinta Darell. Sejurus kemudian Veni memberikan ponselnya pada laki-laki tampan itu. Darell langsung memencet layar ponsel milik Veni dan menyimpan nomornya, kemudian memberikan pada Veni. “Nih, nanti calling aja. Btw, ngomongnya santai aja. Pake gue lo juga nggak papa. Sesantainya lo aja,” ucap Darell yang kemudian beranjak dari kursinya.“Oh, oke kalau gitu, Kak,” balas Veni senang. Ternyata anaknya slow juga, nggak kaku dan senioritas.“Yuk ah, gue pamit dulu,” ucapnya dan k
Read more
10. KEBOHONGAN ELAINE
“Kenapa nggak lo aja yang nolongin dan nyamperin dia sih, Rell?” tanya Ghaida kepada laki-laki yang sedang bersamanya itu.Ternyata laki-laki yang meminta Ghaida untuk menyelamatkan Elaine adalah Darell. Ketika dia sedang duduk di selasar FEB, matanya menemukan Elaine yang ditarik paksa oleh seorang laki-laki. Dia bisa melihat bahwa gadis itu tidak suka. Namun apa daya, Elaine terlihat tak bisa melawan.“Gue? Kalau gue yang nyamperin, lo bisa nanggung kalau dia baper sama gue? Dia anak Manajemen 31, sekelas sama gue di matkul Pak Dzul. Kalau dia baper gimana? Lo tau kan, cewek nggak bisa dibaikin sedikit sama cowok. Apalagi cowok ganteng kayak gue,” jawab Darell. Padahal dia tidak Elaine menjadi curiga, bahwa sebenarnya Darell tak sanggup berpura-pura tak mengenal Elaine.Kenangan malam itu selalu muncul di benaknya. Darell sangat menikmatinya, tapi tidak dengan lawan mainnya. Itu merupakan pengalaman pertama, ketika sang wanita tak memba
Read more
DMCA.com Protection Status