Share

Contradiction
Contradiction
Penulis: Nurul Haruna

Prolog

"Kau sepertinya, merasa sudah lepas dariku ya?" Arsen mulai berbicara, bahkan mengeluarkan kembali sebatang rokok dan menyalakannya. "Terlihat ingin sekali lepas kah?"

Aruna sempat terpaku, sesekali menutup hidung karena benci asap rokok. "Tentu aja, mana ada orang tahan dengan kelakukan kasar dari lelaki sepertimu!"

Arsen terkekeh, dan melirik sinis. "Nggak tahan, tapi kenapa kau suka denganku?"

Lagi-lagi Aruna mematung, kemudian menggeleng dan mendorong kasar Arsen agar menyingkir. Namun, saat berhasil langkah kakinya tersendat saat ada satu tangan yang melingkarinya dengan erat.

"Kau mau bebas silahkan, tapi ada satu hal dan ini sekali aja."

"Kau mau apa? Kenapa selalu aku yang dijadikan pelampiasan emosi?" Aruna berbalik dan memberanikan diri menatap Arsen secara langsung.

Arsen belum mau menjawab, kembali menghirup rokok dan mengembuskan asapnya.

"Arsen!" Aruna muak.

"Karena aku suka melihatmu menderita mungkin." Arsen berkata santai, bahkan terkekeh.

***

Di mata semua orang, mereka berdua seperti bukan sepasang kekasih.

Satu dari mereka, terus saja menjalin kedekatan dengan yang lain. Sedangkan satunya lagi—seharusnya berada di posisi si orang ketiga—memilih diam. Seakan telah terbiasa, dengan apa yang dilihatnya. Memilih diam, bukan berarti tidak terluka.

Ada masa dirinya lelah, untuk meladeni sikap sang kekasih yang buruk sekali padanya. Sedangkan, dengan yang lain tidak. Seakan disengaja, untuk menyakitinya. Hingga, lelah yang teramat besar menguasainya. Bahkan, hampir memutuskan pergi dari sisi sang kekasih. Namun, selalu terhalang.

Hingga hal tidak terduga pun terjadi, tepatnya saat waktulah yang mengubah segalanya. Dirinya, kembali memutuskan untuk tetap bertahan. Secara tiba-tiba memiliki keyakinan, meskipun kecil. Yakin, ada sebuah alasan terbesar dari sang kekasih terus saja mengacuhkan dan bersikap kasar padanya.

Di balik sifat buruknya. Hanya perlu waktu, untuk menemukan jawabannya.

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status