Share

17. Petunjuk Di Ujung Tanduk

Sesampainya di hotel, Zenith langsung masuk ke dalam kamar dan pergi tidur tanpa perlu membereskan barang bawaannya yang begitu banyak. Terlihat jelas jika mata Zenith sudah sisa lima watt sepanjang perjalanan dari Stasiun menuju hotel.

Rasa lelah Anna tersingkirkan dengan rumitnya pikiran Anna saat ini. Belum ingin tidur, Anna mengambil sekaleng soda dari dalam kulkas yang telah di sediakan oleh pihak hotel dan pergi ke balkon. Menghirup udara segar di jam dua belas malam.

Anna kembali memperhatikan kedua kertas merah yang ia miliki saat ini.

“Audisinya hari ini. Apa yang akan gue temui di audisi nanti?”

“Zenith… Seharusnya gue enggak terlalu percaya sama dia. Mau gimana pun status Zenith adalah teman gue. Zenith bukan lagi pacar gue seperti satu tahun yang lalu.”

“Argh… Tapi gue kenal betul Zenith gimana,”

“Gue sendirian sekarang. Kalau bukan Zenith yang gue percaya, terus siapa lagi

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status