Share

Hello, Again

Aku mengabaikan chat dari Radit karena merasa itu bukan hal penting untukku yang harus aku gubris. Ya aku bisa saja memang mengatakan hal tersebut, namun kenyataannya chat tersebut sangat mengangguku saat aku berusaha fokus menonton. Sambil menyalakan batang rokok baru, aku pun membalas chat Radit.

“Hah? Gue dari awal nggak pindah kemana-mana kok! Lo salah orang kali? Gue aja nggak tau itu dimana Dit” jawabku.

5 menit berlalu begitu saja dan aku sudah yakin kalau Radit salah orang.

Notifikasi pesan masuk.

“Nggak Sya, I swear to God. We knew each other before Kkuma. Here’s the clue : birthday lunch” ucap Radit yang semakin membuatku bingung.

Aku benar-benar tidak ingat apa-apa soal Radit kalau memang kami pernah bertemu sebelumnya. Ya mau tidak mau aku harus berpikir keras malam ini agar aku bisa tidur tanpa dihantui rasa penasaran.

Birthday lunch? Rasanya

PH Yuna

Hi, it's Yuna the author! I'm sooooo sorry for the long wait you have for next chapter. I was diagnosed for Covid-19 and I lost few family members. And now I have to juggling between writing, work, academic and side-job too. I promise you for weekly update from now as my commitment and balancing all this routine. Enjoy the new chapter! Thank you for your support<3 With love, P.H. Yuna

| Sukai
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
DMCA.com Protection Status