Share

Berangkat ke Jakarta

Ujian sekolah telah selesai, dan hasilnya pun sudah ada. Seperti biasa Dita mendapatkan nilai yang sangat baik. Dia mendapatkan nilai terbaik pertama di sekolahnya. Dia mendapatkan cendera mata dari pihak sekolah berkat prestasi nya menjadi juara kelas dan sebagai murid teladan di sekolahnya.

Dita tersenyum bahagia saat kepala sekolah mengalungkan mendali ke lehernya. Dia juga mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari semua yang hadir di acara pelepasan kelas tiga di sekolahnya. Kedua orang tua Dita selalu menampilkan wajah bahagia selama acara berlangsung. Dita telah mengharumkan nama kedua orang tua. Saat acara itu.

"Dita tak henti-hentinya mengucap kata syukur. Terima kasih untuk pihak sekolah dan guru-guru yang pernah mendidik Dita, tak lupa dita juga mau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang Dita yang sungguh luar biasa. Tanpa kalian, Dita tidak akan bisa seperti ini. Kasih sayang dan support kalian selama ini yang membuat Dita untuk terus bersemangat belajar," ungkap Dita bahkan dirinya sampai meneteskan air mata harunya.

****

Dita merasa sedih saat membantu Mama nya membereskan barang-barang yang akan dia bawa pindah ke rumah baru. Dia merasa sedih karna harus meninggalkan rumah yang sejak lahir dia tempati bersama nenek dan juga kedua orang tuanya.

Dia melihat sorot mata kesedihan dari adik dan Mamanya. Karna mereka harus pindah ke rumah yang lebih kecil dan lebih jauh. Semua ini karna perjuangan orang tuanya untuk kuliahin dirinya. Memang dia kuliah dengan gratis, tetapi di sana dia juga kan perlu mengekos, makan, dan juga transport untuk seharu-hari dan berangkat ke Jakarta. Dan biasa semua itu tidak kecil bagi orang tua Dita yang penghasilannya pas-pasan. Tetapi dia merasa tidak menyesal karna berbuat seperti itu, Dita pantas mendapatkan dukungan untuk meraih cita-citanya. Meskipun kedua orang tuanya telah berkata kepada Dita untuk tidak menjadikan beban untuk dirinya. Karna apa yang di lakukan kedua orang tuanya, tidak mengharapkan balasan dari anaknya. Semua yang di lakukan kepada anaknya tulus dan ini adalah tugas orang tua yang memberikan pendidikan layak untuk anaknya dan menyekolahkan anaknya ke jenjang paling tinggi. Dulu kedua orang tua nya tidak kesampean menduduki bangku kuliah, dan kini mereka berharap anak-anaknya bisa melebihi dirinya.

Rencananya ayah Dita akan mengantarkan Dita ke Jakarta untuk mengurus kuliah dan.mencarikan tempat kos untuk Dita. Karna ini adalah hal pertama bagi Dita menginjakan kota Jakarta.

Semua keperluan Dita dan Ayah sudah di siapkan oleh Mamanya. Rencana Ayah Dita akan cuti selama tiga hari dari tempat kerjanya. Dita dan ayahnya berangkat ke Jakarta dari Malang dengan naik kereta.

Sebelum berangkat ke Jakarta, teman-teman Dita memberikan pesta kejutan untuk Dita. Memberikan acara perpisahan dan juga memberikan sebuah kenang-kenangan untuk Dita. Dita sosok yang sangat menyenagkan, sehingga dirinya memiliki banyak teman.

" Dit... Aku mau ngungkapin sebenarnya aku sudah menaruh hati kepada kamu sejak pertama kali kita masuk sekolah ini. Tapi aku tahu kamu ga pernah mau menjalin hubungan dengan pria manapun. Semoga kita berjodoh ya Dit. Jika nanti kamu lulus kuliah dan sudah menjadi orang sukses sesuai harapan kamu, izinkan aku menikahi mu. " Ungkap Andre dengan serius.

Denyut jantung Dita berdegup kencang. Sebenarnya dia juga memiliki perasaan yang sama pada Andre. Tetapi dia tidak mau menaruh harapan terlalu besar. Karna dirinya akan melanjutkan pendidikan cukup lama, dan dia juga rencana nya akan bekerja di sana mengumpulakn pundi-pundi uang untuk bisa membahagiakan keluarganya. Jadi tidak mungkin dirinya meminta Andre menunggu dirinya dalam waktu yang tidak tentu.

" Maaf ya Dre.. Aku ga mau memberikan harapan untuk kamu. Biar berjalan apa adanya. Jangan pernah menunggu aku ! Jika kita suatu saat di pertemukan dalam keadaan tidak memiliki pasangan, mungkin kita ini jodoh. Tetapi kalau salah satu sudah memiliki pasangan berarti kita tidak berjodoh. Jelas Dita.

Sebenarnya dia sedih harus meninggalkan cinta nya di sini, tapi dia harus tetap pada pendiriannya. Jangan karna ungkapan Andre menjadikan dirinya merasa goyah. Lagi pula dia juga tidak bisa mengatur jika hubungan dirinya dengan Andre akan berjalan bahagia, usia mereka masih sangat muda untuk berpikiran hal itu. Bisa saja justru dirinya menemukan jodohnya di Jakarta nanti.

****

Semua perlengkapan sudah semua di siapkan, Dita berpamitan pada Mama dan adiknya. Dia minta doa restu nya untuk meraih kesuksesan. Dita memeluk Mamanya sangat erat, karna ini hal pertama kalinya dirinya jauh dari keluarganya. Meskipun dirinya sangat mandiri dan pemberani, Dita merupakan sosok yang manja terhadap kedua orang tuanya.

Dita juga mencium tangan Mamanya. Mama tidak bisa menutupi rasa sedihnya melepas anak perempuan dirinya satu-satunya. Dia menangisi kepergian Dita. Tetapi ayah berusaha menenangkan Mama agar mengikhlaskan anaknya menggapai cita-citanya.

Dita dan ayah pergi ke stasiun dengan menaiki angkutan umum. Untungnya ayah mengantar Dita ke Jakarta, kalau tidak Dita tidak akan bisa membawa barang-barang semua. Karna dita membawa 1 tas pakaian, magicom, dan juga makanan untuk Dita makan untuk beberapa hari. Mama sudah membuatkan Dita sambel terasi dan juga sambel teri.

Dita menikmati perjalanan di kereta dari Malang sampai Jakarta. Meskipun dirinya terkadang tertidur nyenyak. Dia harus menempuh beberapa jam perjalanan.

Dita selalu menaruh kepalanya di pundak ayahnya saat tertidur. Saat dia merasa sudah puas tidur, dia memilih untuk menikmati pemandangan selama perjalanan. Dia juga sempat berhenti di beberapa stasiun besar.

" Sekarang kamu tidurnya di pundak ayah, suatu saat nanti kamu akan tidur di pundak pria lain yang akan menjadi sandaran hidup kamu nanti. " Ucap ayah dalam hati sambil mengelus rambut anak perempuan satu-satunya.

Dita memang hanya berpakaian sederhana, tetapi semua itu tidak menutupi kecantikan dan kesexyannya. Meskipun dirinya memakai pakaian yang murah, Dita tetap terlihat sangat modis. Dia pandai mempantaskan pakaian. Dia selalu tampil matching. Karna untuk menutupi tubuhnya, dia selalu memakai pakaian yang agak gombrong dan tidak pernah memakai pakaian yang mini. Karna dia tidak merasa pede bila ada laki-laki yang menatap dirinya seperti ingin menerkam dirinya.

Dia juga menyiapkan pakaian yang pas di badan, untuk berjaga-jaga bila dia membutuhkan. Karna ada yang pernah bilang padanya. Kalau saat ujian kuliah, dirinya harus memakai rok yang di atas lutut dan juga pakaian yang pas di badan. Dita bersyukur postur tubuh yang indah seperti model. Dirinya merasa sangat sempurna hidupnya, dia tidak pernah menyesal memiliki orang tua yang tidak membekali dirinya harta, karna dia sangat yakin semua akan bisa di rubah semua dengan kerja kerasnya meraih apa yang dia inginkan.

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status