Share

Nyawa taruhannya!

Sesampainya di depan wanteg, aku segera turun dari mobil bocah menyebalkan ini. Gegasku masuk ke warung bercat putih itu dan duduk di bangku paling pojok.

"Kamu ngapain ikut saya masuk?" tanyaku pada bocah menyebalkan yang mengekor dibelakangku.

Bocah itu tidak menjawab, ia hanya tersenyum kemudian duduk di samping ku.

"Tugasmu sudah selesai, kan? Kenapa masih disini?" tanyaku padanya. Lagi-lagi ia tidak menjawab. Dasar bocah menyebalkan!

"Lebih baik kamu segera pergi dari sini, sebelum teman atau saudara kamu melihat kamu makan di warteg dengan seorang pelacur seperti saya!" ucapku menatap lekat wajahnya.

"Hahaha… Mbak ini aneh-aneh aja! Mana mungkin teman dan saudara saya bisa lihat saya disini! Mbak ini ngaco!" sahutnya menggelengkan kepala sambil tertawa seolah mengejekku.

"Kenapa kamu tertawa? Memangnya ucapan saya lucu?"

"Ya jelas lucu lah Mbak! Keluarga dan teman-teman saya semuanya di jakarta! Mana mungkin mereka nyasar

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

DMCA.com Protection Status