Share

Dia, Adnan.
Dia, Adnan.
Penulis: Arumaaa

Prolog

Ku tatap lekat foto yang terpajang rapih di samping televisi itu. Tatap matanya, senyumannya, raut wajahnya, suara lembutnya, masih melekat dengan indah di di pikiran dan hatiku hingga detik ini. Haah, rasanya aku sangat merindukan dia, untuk setiap detik waktu yang ku punya. 

Dengan segala keterbatasannya, dia sosol yang teramat sempurna untuk hidupku. Beberapa orang terdekatku sering kali menceritakannya. Menceritakan tentang tingkahnya, dan kisahnya. 

Tuhan, aku bersyukur sekali memiliki dia di dalam hidupku, sampai detik ini dan selamanya. Tuhan, terima kasih telah menghadirkan sosoknya di hidupku. Aku teramat beruntung memilikinya. Biarpun orang lain memandang sosoknya berbeda, merendahkannya, tetapi aku hanya bisa beryukur dan terus bersyukur memilikinya. 

"Hei! Kok malah melamun sih? Kamu kangen, ya?"

Aku terkesiap saat mendengar suara seseorang yang bertanya di samping tubuhku. 

"Eh, bunda. Iya, aku kangen banget." Jawabku agak parau. Tak terasa air mataku mengalir di tengah lamunan yang bahkan tak ku sadari.

"Sini peluk bunda, sayang. Siapa tahu sedikit mengobati rasa kangennya."

Aku segera menyambut rentangan lengan bunda, kemudian memeluknya erat. Pelukan bunda memang terbaik dan selalu membuatku nyaman. 

"Kok bunda malah nangis sih?" Tanyaku, masih dalam peluknya. Aku menyadari ia menangis karena merasa tubuhnya bergetar dan mendengar isak tangisnya yang terdengar lirih. Ah sepertinya bunda juga merasakan hal yang sama dengan yang ku rasakan saat ini. 

"Enggak papa, bunda juga ngerasa kangen, sama kayak kamu. Gimana kalau besok kita samperin dia?"

"Ayo! Bunda."

(Ditulis pada hari Sabtu, 04 september 2021, pukul 22.04 wib).

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status