Share

SEPENGGAL KISAH RIFKA

Suasana di sebuah makam di dekat rumah sakit Miranti terlihat cukup ramai. Rupanya, orang-orang tersebut sedang ikut mengantar jenazah salah satu pasien yang meninggal kemarin sore akibat gagal jantung. Setelah orang-orang selesai menaburkan bunga ke atas makam itu, mereka satu persatu mulai meninggalkan daerah pemakaman.

Tersisa tiga orang yang masih setia berada di dekat makam. Dua orang wanita dan seorang laki-laki. Ketiga-nya sama-sama menatap sendu ke arah makam di depan mereka. Tubuh sang laki-laki perlahan mulai merosot ke bawah. Ia terduduk di atas tanah kuburan sambil memegang batu nisan yang tertancap di ujung makam itu.

“Awan, ayo kita pulang.” Ajak salah satu dari wanita di sana.

“Tolong tinggalkan aku sendirian,” pinta laki-laki itu dengan suara yang serak khas orang yang menangis.

Wanita yang tadi mengajak laki-laki itu hendak berucap kembali, namun wanita di samping-nya meraih bahunya dan menggelengkan kepalanya dengan pelan. Seolah memberi isyarat untuk tidak menggangg
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status