Share

Chapter 22 - Ciuman Manis

"Apa yang kau baca?” celetuk Nicky dan membuatku langsung menyembunyikan surat itu ke tas.

Untung, ia belum sempat membaca dan aku hanya perlu mengatakan hal lain agar ia tak curiga. 

“I-ini surat Ibuku. Aku tak sengaja membawanya,” ucapku berbohong.

“Oh, begitu?”

“Emm … ya.”

“Kalau gitu, apa aku boleh membacanya?”

Hah? Dia mau membacanya? Tidak! Aku tidak boleh membiarkannya. Aku harus mencari alasan lain dan menyuruhnya untuk pergi. Bisa gawat jika ia tahu ini surat dari Tommy.

“Emm … aku malu,” jawabku.

“Kenapa? Apa suratnya aneh?”

“I-iya.”

Astaga! Aku tidak tahu apa yang kukatakan? Padahal aku bisa mengatakan hal lain, tapi kenapa aku tidak mengucapkannya? Ah gila!

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
DMCA.com Protection Status