Share

77

"Tumben sekali anak bujangnya Mama sudah rapi. Sudah..."

"Ma, maaf Satya izin keluar, ya."

"Tapi ini sudah sangat malam, Sayang. Bukannya Mama hendak ikut campur, tetapi kamu mau kemana?"

Satya bergeming untuk memikirkan alasan yang tepat. Beralasan ke rumah Felicia dan Harnefer itu tak mungkin.

Nongkrong bersama teman juga sepertinya justru dia mendapatkan siraman. Sebuah ide alasan muncul di otak Satya.

"Satya, mau ke toko buku cari alat tulis, Ma. Buku tulis Satya hilang dan ballpoint Satya juga hilang."

Yizlia menatap dalam putra keduanya. Pasti putranya berpikir dia akan percaya, karena melupakan rasanya mabuk cinta.

Ah, sayang sekali dugaan anak tengahnya ini salah besar. Putranya sang papa yang selalu memperlakukan kekasih sepenuh hati.

Walau perlakuan Satya bisa dibilang salah. Tetapi mulutnya, Yahziel, dan Kish telah lelah menegur Satya. Biarkanlah kiranya Tuhan memberi jalan untuk hubungan Nada dan Satya.

Yahziel dan Kish baru saja keluar dari ruang kerja si sulung. Mere
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status