Share

Chapter 2 Dia bukan manusia

~ Wajah cantik berhati mulia, Namun bukan manusia~ Huang renjun.

*****

"Oh ya,tujuan kau kemari ingin memberitahu identitas mu kan?" ucap Renjun.

"Oh ya iyah, aku lupa mengenalkan diri!" ucap wanita itu.

"tidak apa-apa, sekarang kan, aku  sudah mengingatkan mu?" ucap Renjun.

"Baiklah, namaku Tianshi, sesuai dengan artinya, aku adalah seorang angel yang turun ke bumi, membawa sebuah tugas untuk meringankan beban hidup klien ku!" ucap Wanita bernama tianshi itu.

"Angel? apa masih ada makhluk mitos ini dunia?" ucap Renjun masih bingung.

"Kami bukanlah makhluk mitos yang kau sebut itu, kami punya dunia kami sendiri!" ucap Tianshi.

"Maaf kalau perkataan ku menyinggung perasaan mu, tapi aku masih tidak percaya akan perkataan mu barusan?" ucap Renjun.

"Kau masih tak percaya? baiklah akan ku tunjukkan padamu!" ucap Tianshi.

Tianshi mulai membentangkan kedua tangannya, dan seberkas cahaya menyilaukan mata renjun, dimana cahaya itu berasal dari kedua sayap tianshi.

Renjun masih tak percaya akan apa yang ia lihat sekarang, sayap putih nan besar itu, hampir menutupi sebagian ruang tamunya.

"Apa ini mimpi? atau aku yang sedang berhalusinasi?" ucap Renjun.

Plakkk

"Hey , kenapa kau menampar ku?" ucap Renjun kaget saat tianshi menampar pipinya.

"Bagaimana sakit tidak?" ucap Tianshi.

"Tentu saja sakit!" ucap Renjun.

"Baguslah kalau sakit, berarti kau tidak sedang bermimpi ataupun berhalusinasi!" ucap Tianshi.

"Jadi, kau benar-benar angel?" ucap Renjun.

"Yap, kau benar sekali!" ucap Tianshi.

"emm... bisakah kau menyembunyikan sayapmu?" ucap Renjun.

"Ohh maaf, aku lupa menyembunyikan nya kembali!" ucap Tianshi.

Ia pun menyembunyikan sayapnya kembali.

"Oh ya renjun, untuk menjalankan misi ini, aku di tugaskan untuk menjalani hidup sebagai manusia, apa kau mau membantu ku selama aku di sini?" ucap Tianshi.

"baiklah, aku akan berusaha membantu mu!" ucap Renjun.

"Terimakasih renjunnie!" ucap Tianshi sambil memeluk hangat renjun.

"i..i..iyaa!" ucap Renjun gugup saat dirinya di peluk oleh tianshi.

"Oh ya untuk urusan makanan dan kebersihan rumah mu, aku akan mengurus nya setiap hari, jadi kau tak perlu khawatir yah?" ucap Tianshi.

"Apa maksud mu?" ucap Renjun.

"tentu saja aku menjalani hidup ku sebagai manusia dengan tinggal bersama mu disini!" ucap Tianshi yang membuat renjun kaget.

"Tinggal bersama? mungkin itu hal yang cukup buruk bagiku?" ucap Renjun.

"Lho kenapa? apa kau tak suka jika aku tinggal di sini?" ucap Tianshi.

"tidak, hanya saja aku takut tetangga ku salah paham dengan kehadiran mu disini!" ucap Renjun.

"tidak usah takut, aku akan memperkenalkan diriku pada mereka sebagai kakak angkat mu oke?" ucap Tianshi.

"Baiklah kalau itu caramu!" ucap Renjun pasrah.

Akhirnya tianshi dan renjun tinggal bersama.

****

Keesokan harinya

"Renjunnie Xǐng lái!!!" teriak tianshi pada renjun yang masih terbalut selimut.

"15 menit lagi!" ucap Renjun.

"Ehhh? renjun ini sudah jam setengah tujuh, bukannya sebentar lagi bel sekolah mu akan berbunyi?" ucap Tianshi.

"Apa? jam setengah tujuh? kenapa kau tak bilang dari awal?"ucap Renjun yang langsung bangun dari tidurnya.

"hehehe sebenarnya baru jam 6 lebih, aku sengaja membangunkan mu , agar kau lebih disiplin!" teriak Tianshi pada Renjun yang sedang berada dalam kamar mandi.

"Aisshh kenapa aku tertipu sih?" batin Renjun sambil mengacak-acak rambutnya.

*****

Terlihat renjun tengah sibuk membaca di perpustakaan.  tak lama kemudian, datang Liu cheng dan kedua anak buahnya, mereka duduk bersama renjun.

"Hey bocah cupu, katakan pada kami

siapa sebenarnya pacarmu itu?" ucap Liu cheng.

"Aku tak tahu, dan aku tak mengenalnya sama sekali!" ucap Renjun.

"Jangan bohong, kau sembunyikan identitas nya kan? cepat katakan pada kami, siapa dia sebenarnya?" ucap Weilong.

"Siapa yang sedang membicarakan ku?" ucap Tianshi yang tiba-tiba saja muncul dan duduk di samping renjun.

"k...k....ka...mi akan pergi ke toilet sekarang!" ucap Liu Cheng sembari lari ketakutan. 

"Terimakasih sudah mengajari kami renjun!" ucap Weilong yang langsung lari menyusul Liu cheng dan Zhou lei.

"Dasarr bocah ingusan tak berguna!" ucap Tianshi.

"Kenapa kau berbicara unformal sekarang?" ucap Renjun.

"Bukankah kita sudah saling kenal? apa salahnya aku bicara unformal pada klien ku?" ucap Tianshi.

"Iya sih, eh tapi kau tau aku di sini dari mana?" ucap Renjun bingung.

"Tentu saja aku tahu, kau kan sudah ku tandai, jadi setiap gerak-gerik mu aku tahu!" ucap Tianshi.

"Hah? menandaiku? apa maksudmu?" ucap Renjun.

"Aku sudah membuat tanda sayap di leher belakang mu, tepat saat pertama kali aku turun ke bumi!" ucap Tianshi.

"Dasar kakak angkat tidak sopan, kenapa tak meminta izin dariku?" ucap Renjun.

"Heh bagaimana bisa seorang angel bertindak seperti itu, kau saja pertama kali melihat sayap ku sudah ketakutan!" ucap Tianshi.

"Hehehe iya kau benar!" ucap Renjun malu.

"Baiklah aku akan pulang sekarang, kau baik-baik di sekolah yah?" ucap Tianshi sambil membelai halus rambut renjun.

"Hmm baiklah hati-hati di jalan kak!" ucap Renjun.

"Oke!" ucap Tianshi yang pergi keluar perpustakaan dan meninggalkan renjun.

*****

Saat perjalanan pulang , renjun di hadang oleh Liu Cheng dan kedua anak buahnya.

"Ada apa ini? apa lagi yang kalian inginkan dari ku?" ucap Renjun.

"Kami hanya ingin melanjutkan misi kami yang belum terpenuhi!" ucap Liu cheng.

"Apa itu? jangan bilang kalian ingin menjual ku lagi?" ucap Renjun.

"Yap kau benar sekali, itu karena kau tak mau mengatakan yang sebenarnya tentang pacarmu itu?" ucap Weilong.

"Tidak, aku tidak akan ikut dengan kalian!" ucap Renjun yang berusaha lari. namun, weilong dan zhou lei berhasil menangkapnya.

"Bagus, bawa dia ke bar!" ucap Liu cheng.

"Baik bos!" ucap Weilong dan Zhou lei.

"Lepaskan aku, kakak tolong!" teriak Renjun.

Karena merasa terganggu, weilong dan zhou lei membius renjun. dan akhirnya ia di bawa ke dalam mobil, lalu pergi menuju bar yang mereka tuju.

*****

sesampainya di bar, renjun langsung di bawa ke kamar hotel yang sudah di pesan oleh seorang wanita.

"Apa kalian tidak takut pada kakak angkatnya?" ucap wanita itu.

"Mana mungkin cowok cupu kek dia punya kakak angkat, dia kan anak panti asuhan?" ucap Liu cheng.

Wanita itu hanya tersenyum remeh melihat mereka. ia berubah wujud menjadi sosok makhluk yang menyeramkan dengan sepasang sayap di punggungnya.

" Bagaimana kalau wanita di hadapan kalian ini adalah kakak angkatnya? apa kalian masih berani mengganggunya!" ucap wanita itu yang tak lain adalah tianshi.

Mereka ketakutan dan mencoba lari. namun, entah kenapa mereka tidak bisa bergerak. seolah-olah terikat dengan kuat.

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status