Bagian 45

Genap tiga bulan sudah Rani meninggalkan Iyan dan juga Aira. Rasa sedih terkadang masih hadir dalam hati lelaki yang usianya sudah kepala tiga itu. Rasa cintanya sangat besar terhadap wanita yang ia nikahi saat usianya masih tujuh belas tahun.

Selama itu pula dirinya sudah tidak pernah bertemu Maya. Kabar yang ia dengar dari salah satu tetangga Maya yang kebetulan dikenalnya mengatakan, bahwa wanita yang berstatus janda itu, kini sibuk menjadi guru ngaji.

Suatu pagi yang cerah di hari libur, Iyan sudah bersiap di atas kendaraannya. Ia telah berjanji pada putri semata wayang yang telah menjadi piatu—untuk mengajaknya ke rumah Agam. Aira tentu saja sangat gembira. Selama ini, dirinya tidak pernah mengajak pergi jauh.

“Apa di jalan akan dingin, Ayah?” tanyanya semalam, ketika keduanya menyusun rencana bersama.

“Iya, dingin sekali,” jawab Iyan seraya meletakkan kedua tangan di depan dada, memberikan tanda orang yang tengah kedinginan.

“Seperti saat kita ke rumah Mbak Dinta?” tanya Aira la
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (3)
goodnovel comment avatar
ardy75
sebuah penyesalan yg terlambat..ya terlambat,stlh nyawa seorang istri yg seharusnya di lindungi & di rawat dgn spnh hati dlm kondisi sakit.tp krn kepicikan mu sbg laki" yg di perbudak ke naifan,membuat istri meninggal sia"..laki" pecundang yg tdk pantas sbg ayah & suami. kshn aira yg jd korban ortu.
goodnovel comment avatar
Mom L_Dza
semoga harapannya terkabul
goodnovel comment avatar
Murni Aty
up-nya biasanya banya thor, ko ini cuma 1 bab?
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status