Bertemu Ayah

Tiba-tiba hujan turun dengan lebat. Aku yang semula hendak mengajak mereka pulang, kuurungkan, menunggu hujan reda. Kami berteduh. Mepet ke depan pintu, agar tidak basah terkena air hujan. Dinta dan Danis tertidur setelah menangis. Dinta kubaringkan dengan berbantalkan tas. Sedang Danis berada di pangkuan. Gawaiku bergetar. Ada sebuah pesan di aplikasi dari Fani.

[Mbak, udah kuantar semua keripiknya. Tadi bagi tugas sama Anis. Ini dapat uang enam juta.]

[Ya, Fan…]

[Mbak, kapan pulang? Gak kenapa-napa kan di sana?]

[Iya, gak terjadi apa-apa. Bentar lagi pulang. Nunggu hujan reda.] Fani serta Bapak Ibu pasti mengkhawatirkanku. Biar nanti di rumah saja aku cerita sama mereka.

[Paket krimnya tadi ada yang ambil. Temen Mbak katanya. Udah kasih uang juga. Habis mbak, creamnya] Lanjutnya lagi.

Alhamdulillah usahaku maju.

Segera kum

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (54)
goodnovel comment avatar
Rahayu Anita
msh kangen rindu sm agam ? huahahahhaa. .cewe paraah...laki kek agam gitu mah buang pada tempatnya
goodnovel comment avatar
Lady Caroline
kasian liat anaknya....ga pernah di istimewa kan oleh bapaknya malah bapaknya lebih peduli sm keponakannya....bisa ku bayangkan betapa kecil hatinya anak² itu
goodnovel comment avatar
Henlis Enlis
sebenar nya cerita ini sayik banget. seketika koin jadi halangan nya...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status