Share

Kisah Kalingga
Kisah Kalingga
Penulis: Lintang

Mengetahui sifat Kalingga

Kalingga adalah anak kedua dari dua bersaudara, kakaknya bernama Kayla yang kini sedang hamil muda. Suaminya adalah seorang anggota polisi, berpangkat Serda.

Dari kecil Kalingga sungguh di manja oleh keluarganya, selain anak laki-laki ia juga pewaris tunggal perusahaan ayahnya.

Dia selalu bersikap manis di dalam lingkungan keluarganya, yang mengetahui kalau Kalingga adalah seorang lelaki bejad hanyalah Ayya dia seorang ART yang bekerja di rumah orang tuanya.

Setiap malam ialah yang selalu membukakan pintu cendela untuknya, ia juga mendapatkan banyak uang dari Kalingga agar menutup rapat mulutnya dari seluruh keluarganya.

Suatu ketika Kayla meminta tolong kepada adiknya agar mau menggantikannya menghadiri peresmian apartemen ayahnya yang ke 10. Kayla tidak bisa hadir karena sedang tidak enak badan.

Dengan tegas ia mengiyakan permintaan kakaknya. 

"Kapan acaranya di mulai Kak?" sambil mengunyah makan kecil di mulutnya.

"Besok lusa sayang" 

"Kalau begitu hari ini aku bisa jalan dong sama teman-teman, ada touring ke pantai nanti malam mungkin besok udah balik" ujarnya.

"Jangan sering-sering keluyuran gak baik" nasehat ibunya sambil menepuk bahunya pelan.

"Gak Bu, kan jarang-jarang Angga main" jawabnya lalu mencium pipi ibunya dan berlalu pergi.

Seperti biasa Kayla dan Ayahnya pergi bersama ke kantor, sedang suaminya kini sedang bertugas di luar kota besok baru akan pulang ke rumah.

Mereka berdua baru saja sampai di kantor tapi suasana kantor sepertinya sedang mengalami masalah, terbukti dari beberapa karyawan ada yang bergerumul sibuk membicarakan seseorang.

Kayla curiga, kenapa mereka diam setelah melihat ayah. Dengan perasaan yang tak menentu, ia mencoba menanyakan hal itu kepada asistennya.

"Mala, kenapa semua orang berkerumun begitu. Apa yang sedang mereka bicarakan?" sambil membuka layar komputer di hadapanku.

"Em... Anu Bu... Itu?" Mala tak berani mengatakannya kepada Kayla.

"Kenapa gugup begitu, ayo ceritakan Mal. Aku kepo!" ujarku sedikit memaksa karena aku juga tidak mau ketinggalan berita.

"Saya tidak berani Bu..." ujarnya lirih sambil tertunduk.

"Aku tak mungkin mengatakannya, maafkan aku Bu. Ini masalah adik Ibu, aku tidak mau kena masalah hanya karena membicarakan adik Ibu" sambil terbata.

"Adikku, ada apa dengan dia?" tanyaku heran, lalu berdiri dari tempat dudukku semula.

Dengan berat hati Mala memberitahu bahwa adiknya telah melakukan perampokan, di rumah salah satu rekan kerja ayahnya di kantor. Rekaman CCTV memperlihatkan dengan jelas bagaimana muka dari anak pengusaha tersukses di kotanya.

Kayla menyentuh dadanya yang berkecamuk lalu meneteskan air matanya, matanya mendadak gelap dan berakhir dengan pingsan.

Tak sengaja ayahnya mendengar semua ucapan dari asisten putrinya, ia segera membawa Kayla untuk di bawanya pulang ke rumah.

Sepanjang perjalanan, ayahnya di sibukkan dengan menelpon anak lelakinya. Dan sesekali berusaha membangunkan Kayla dari pingsannya.

Dengan sedikit erangan yang panjang ia memukul dasbor mobilnya, ia marah dan tak tau harus berbuat apa untuk memberi pelajaran kepada Kalingga.

Mobil itu sampai saat suami Kayla baru saja tiba dari luar kota.

"Loh Ayah sudah pulang, apa Ayah sedang sakit?" Nico tak melanjutkan ucapannya karena melihat ayah mertuanya sedang berusaha membantu Kayla untuk berjalan.

"Sayang kau kenapa, apa kau sedang sakit?" tanya Nico sambil mengambil alih tangan mertuanya untuk membantu istrinya berjalan.

"Ajak masuk dulu istrimu kasian ia sedang hamil, jangan biarkan ia kelelahan" tutur ayahnya.

Nico membawa Kayla ke dalam kamar mereka, di sana sudah ada Ibu serta ayahnya. 

Tak berselang lama Nico mendapat telpon dari salah seorang teman polisinya yang menangani kasus Kalingga, ia dan keluarga di minta agar datang ke kantor polisi sekarang juga.

Semua keluarga shock terlebih lagi ibunya, ia masih tak percaya kalau putranya yang begitu lembut dan ramah bisa melakukan hal jahat kepada orang lain.

"Yah... Jelaskan sebenarnya Kalingga ini merampok rumah siapa, dan apa yang sebenarnya terjadi?" ibu Kirani menangis saat meminta penjelasan kepada suaminya.

"Aku juga tidak tau Bu bagaimana kronologis kejadian sebenarnya, tadi pagi asisten pribadi Kayla bercerita kalau Kalingga sudah merampok rumah rekan kerja Ayah Bu, namanya pak Rahmat orang yang begitu Ayah segani di kantor.

Karena tidak mau menerka-nerka kejadian yang sebenarnya, Nico meminta ijin istri dan Ayah mertuanya untuk pergi ke kantor polisi. Sementara Ibu dan Kayla tinggal di rumah karena mengingat Kayla yang sedang hamil muda.

"Nico berangkat dulu Yah" ujarnya berpamitan.

"Ayah ikut nak, Ayah juga ingin bertemu dengan anak brengsek itu. Karena ulahnya membuat muka Ayah tercoreng di kalangan pengusaha yang lainnya" cecar ayah.

"Ingat Yah, jangan melakukan hal tidak di inginkan kepada anak kita, Ibu gak tega kalau dia masuk penjara nantinya" desak ibu dengan menangis, ia tau kalau suaminya marah maka akan terjadi hal yang buruk dengan keluarga ini.

Tanpa mendengarkan celotehan istrinya, Saguna pergi bersama menantunya menuju kantor polisi tempat Kalingga dan teman-temannya tertangkap.

Sekitar 1 jam perjalanan, mereka berdua sampai di kantor polisi. Ayah yang sudah tak sabar ingin segera bertemu dengan Kalingga berlari ke arah polisi yang berjaga.

"Selamat siang Pak, saya ayah dari Kalingga. Saya ingin bertemu dengan anak saya, apa bisa?" 

Polisi itu melihat Serda Nicolas berada di belakang pria yang sudah tak muda ini, ia mengerti dengan kode yang di berikan oleh Serda Nicolas.

"Mari Pak ikut saya ke sel" ajak polisi itu kepada Saguna.

Saguna meremas kedua tangannya, kelihatan sekali buku-buku tangannya nampak memutih. Ia siap untuk menghajar anak yang berada di hadapannya sekarang ini.

Polisi itu membukakan pintu sel, dan meminta Kalingga untuk keluar karena keluarganya akan bertemu.

Kalingga tau ayahnya begitu marah, wajah dan kepalan tangannya hampir memerah tanda tak ada ampun lagi untuknya.

Tanpa berbicara Saguna memukul rahang Kalingga dengan keras, sampai Kalingga tersungkur ke lantai. Kedua polisi itu termasuk Nicolas melerai antara ayah dan anak, Nico tak mau ayah melakukan hal yang dapat membuat Kalingga makin lama mendekam di penjara.

"Kalingga jelaskan kepada Ayah kenapa kau lakukan ini?" tanya ayahnya dengan berteriak.

"Karena Ayah selalu mengatur hidupku, aku sudah besar Yah. Aku ingin melakukan apa yang ku suka dan tidak, tapi Ayah dan Ibu selalu menyuruhku dengan melakukan hal yang tidak ku suka!" jawabnya dengan tak kalah keras.

"Jadi dengan merampok begini kau suka begitu?" 

"Ini karena Ayah membatasi uang jajanku, sehingga aku berbuat nekat seperti ini!" 

"Kau salah adikku, Ayah ingin agar anaknya menjadi orang yang baik begitu juga dengan pekerjaannya. Ayah dan ibu membiasakan kamu memberi uang sedikit agar kamu tidak seenaknya menggunakan uang mereka. Ayah sudah susah payah membangun perusahaannya mulai dari nol, agar bisa menghidupi keluarganya. Agar kalian bisa hidup enak tidak seperti gelandangan di luar sana, Ayah mengajarkan kau lebih bijak dalam menggunakan uang, Ayah bukan orang yang pelit adikku. Resapi lagi perkataanku dan tinggalah di sini beberapa waktu, agar kau makin dewasa dan mengerti. Ayo Yah kita pulang, biar Kalingga aku yang mengurus" ajak Nico dan berlalu meningglakan kantor polisi.

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status