Share

Bab 38

Pendar Kebahagiaan

Pagi ini hujan mengguyur begitu deras disertai angin yang teramat kencang. Suasana di luar rumah begitu gelap sehingga Rafan memutuskan untuk libur sendiri saja. Aku duduk di depan televisi sambil membalut diri dengan jaket dan selimut, di samping ada Rafan dengan jaket tebal pula.

“Sayang, bagi selimutnya, dong!”

Aku mengangguk membiarkan Rafan menutupi diri dengan selimut juga. Di depan kami terhidang teh hangat. Cuaca begitu menusuk bahkan aku mengenakan kos kaki karena tidak tahan. Jangankan untuk membuka pintu, menengok di balik jendela saja sudah takut bukan main.

Tadi Ibu sempat menelepon katanya ditemani Dea dan itu membuatku bisa bernapas lega. Suasana yang amat mencekam membuatku ingin berkumpul dengan keluarga, ingin memastikan mereka baik-baik saja. Semoga pula Marsha sedang tidak sendirian di rumah, Rafan bilang WhatsApp-nya tidak aktif sejak tadi malam.

“Ya Allah, aku mohon redakan hujan dan angin

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status