Share

Bab 43

Perempuan Itu Lagi

Siang ini cuaca begitu cerah seperti menggambarkan hati yang teramat bahagia. Rafan sudah pergi bekerja sejak tadi, hari ini aku berniat mengunjungi rumah Mei sambil membawa buah yang dibawa Ibu kemarin. Nayyara Dress membuat penampilanku lebih terlihat elegant.

Baru saja mengunci gerbang, panggilan dari Diva sudah memekakkan telinga. Aku menoleh dan melihatnya menghampiriku. “Kamu mau ke mana?”

“Rumah Mei.”

“Aku ikut!”

Aku diam tidak tahu harus berkata apa. Ingin membawa Diva sekalian, apa kata Farah? Kalau menolak juga tidak enak karena ia terlihat antusias. 

Napas ini berembus kasar, benar-benar bingung sekarang.

“Kenapa, Lin? Kamu gak mau atau ada janji dengan Farah?”

“Farah nyusul nanti.”

“Ya udah, ayo!”

Mau tidak mau, suka tidak suka, Diva sudah duduk di belakangku. Ia benar-benar cuek padahal baru kemarin ia memb

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status