Share

Bagian 94

Sembari menunggu, mereka melakukan banyak hal. Melihat-lihat pedagang, berjalan-jalan, atau hanya sekadar main ponsel.

Menjelang Dhuhur, Dinda datang. Dan tidak berapa lama, Fani keluar setelah rangkaian acara selesai.

“Din, kamu bawa benda yang aku minta, ‘kan?” tanya Fani begitu melihat sahabatnya sudah berada di sana.

“Iya. Lipstik, blash on, bedak, sama mascara, ‘kan?” Dinda balik bertanya.

“Gak usah disebutkan kenapa sih?” sungut Fani kesal.

“Lhah, takut salah,” jawab Dinda.

“Kita mau kemana ini? Makan dulu yuk,” ajak Irsya.

“Jangan! Kita mau ke studio foto. Kamu udah booking ‘kan, Din?”

“Iya,” jawab Dinda lagi.

“Kamu asisten Fani, Din?” cibir Nia.

“Pemb

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (8)
goodnovel comment avatar
Evra
kirain ada usaha Pak Arya bukan Saloka...huuuuuuu~
goodnovel comment avatar
Mustika Liacahyani
dukung Fani ma Yuda aja..
goodnovel comment avatar
Ade Nana
kok hari ini zonk gak ada upload nya? hikss
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status