Share

132. Selalu bisa diandalkan

"Sasha, ibu dan Kian minta maaf ya. Karena Rado kamu jadi pulang malam malam sendirian." Ucap mama Kian ketika kami ada di teras rumah. Tanpa Rado.

Pemuda itu setelah mendapat nomerku langsung melenggang masuk ke kamar.

Tidak ada ucapan terima kasih atau maaf karena tadi sempat berkata kasar dengan menyinggung namaku. Tapi untung saja aku bukan perempuan yang mudah tersinggung.

Aku tersenyum lalu menggeleng. "Tidak apa apa bu. Kalau saya jadi Kian pasti saya juga akan mengutamakan keluarga. Saya anggap ini sebagai balas budi dan terimakasih saya sama Kian."

"Maksudnya?"

Aku melirik Kian sekilas yang hanya diam memperhatikanku.

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

DMCA.com Protection Status