Share

Ajakan sekamar berdua

Bohong jika aku tidak bahagia saat Kian mengajakku menambah satu malam di Yogya. Ditambah, ia mengajakku saat kami tengah berpelukan di dalam air pinggiran kolam.

Hati perempuan mana yang tidak meleleh mendengar ajakan manis lelaki tercintanya. Meski kenyataannya aku adalah kandidat yang sudah terlihat kalah. Tapi, perlakuan manis Kian mengaburkan penilaianku yang sebelumnya menganggap 'dia tidak mencintaiku'.

Jika dia mengajakku menambah satu malam lagi apakah itu pertanda dia menyukaiku?

Jika menerima ajakan bermalamnya aku bisa mengetahui isi hati Kian padaku, mengapa tidak mencobanya saja?

Aku menatap mata Kian gugup. "Emang bisa?"

"Besok itu minggu kalau lo lupa. Nanti biaya hotelnya biar gue yang tanggung."

"Beneran?"

"Tapi kamar kita jadi satu di kamar gue. Mau?"

Ajakan seperti apa itu?

Kian mau memporak-porandakan hatiku yang sudah carut marut begini? Atau dia memang tidak peka dengan perasaan perempuan yang lebih cepat baper? Atau malah sengaja mengetes perasaank
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (5)
goodnovel comment avatar
Windi Sumarni
asik semoga citanya terbalas ya
goodnovel comment avatar
Juniarth
udah lanjut kakak
goodnovel comment avatar
Juniarth
selalu update tiap hari selama author tdk kelelahan ...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status