Share

Hanya ada dua pilihan

"Sha, mau makan apa?" Kian bertanya ketika kami perjalanan pulang ke rumah setelah USG.

"Kian, boleh aku tanya?"

"Apa?"

Kali ini dia tidak lagi menggenggam tanganku seperti yang dia lakukan ketika berangkat ke klinik kandungan. Sungguh aku seperti hanya ditarik ulur olehnya.

"Kenapa tadi kamu lebih banyak diem? Ada yang salah sama USG-nya?"

Kian segera menepikan mobilnya ketika aku bertanya demikian. Rupanya ini adalah pembahasan yang cukup menyentil perasaannya.

"Kamu perhatiin aku?"

Aku mengangguk pelan tanpa melihat wajahnya. "Kamu mikir apa kalau boleh tahu?"

"Aku seneng kamu akhirnya perhatian sama aku."

Aku menoleh lalu mendapatinya sedang menatapku dengan senyum bahagianya. "Maksudnya?"

"Aku sengaja pura-pura sedih biar aku tahu kamu perhatiin aku apa nggak."

Siapa yang tidak kesal mendapati jawaban seperti itu?

Reflek tanganku memukuli lengannya berulang kali hingga Kian tertawa terbahak-bahak sedang aku terus meluapkan amarah dan kekesalanku karena dikerjai oleh
Juniarth

Enjoy reading ...

| Sukai
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (6)
goodnovel comment avatar
Sarti Lestari
boleh g si radi di kasih cianida,,kesel bgt aq
goodnovel comment avatar
rose
dahlah pergi aja sha, biar nanti kian yg menjauh dr rado, mentok paling bunuh diri rado itu ...
goodnovel comment avatar
Eni Junior
buang aja Ke laut tuh si Rado
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status