Share

Part 21 Pria Masa Lalu

Seperti biasa, setelah Syifa berangkat sekolah, aku langsung membantu di toko. Hari ini ada pesanan beberapa jenis kue basah dan roti yang jumlahnya tidak sedikit. Pesanan dari orang yang sedang hajatan, menikahkan putrinya.

"Ti, sudah genap, 'kan, bika ambonnya? Kata Ibu tadi kurang tiga puluh lagi," kataku pada Surti yang sibuk menata kue lemper di loyang.

"Sudah, Mbak. Tadi sudah aku tambahi."

"Ya, sudah."

Aku memasukkan kue pukis ke dalam kotak sedang.

"Ti," panggilku lagi pada gadis di sebelah.

"Ya, Mbak."

"Minggu depan Mbak sudah enggak tinggal di sini lagi. Menurutmu apa perlu tambah karyawan lagi untuk jaga toko. Menemani kamu dan Tarjo?"

"Loh, memangnya Mbak mau ke mana?"

"Mbak dan Syifa akan pulang ke rumah Mas Ilham, Ti."

Sarti menghentikan peker

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Rieca Chandra
Apa sh itu yg kena sensor. Ndak ngerti dh
goodnovel comment avatar
Mimah Sirian
dasar lelaki brengsek.
goodnovel comment avatar
Yung
boleh saja kau memaaf kan ilham vi tapi ingat jangan percaya sepenuh nya,pantau dia setiap saat apa bila di mengulang selingkuh saat nya kau tumpas pelakor itu siapa pun dia jngn lagi di pendam sendiri,ingat itu semangat vi.........
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status