Share

Lima

Koridor menuju kelas Kianna sudah cukup sepi, meskipun masih ada beberapa orang yang masih berada di kelas, terutama kakak kelasnya. Kianna bergegas kembali ke kelas untuk membereskan alat tulis serta mengambil tas. Dari ambang pintu, Kianna melihat Andara menelungkupkan kepala di atas meja. Suara isak tangis sahabatnya itu terdengar, membuat Kianna segera mendekat.

Baru saja Kianna ingin bertanya, Andara sudah lebih dulu memeluknya dengan erat.

"Kia, maafin aku ya, Ki. Aku janji, gak akan bikin kamu kesel lagi. Aku tahu perbuatan aku salah. Aku minta maaf, Ki. Tolong, maafin aku, Ki." Andara meminta maaf pada Kianna dengan sisa-sisa sesegukan tangisannya.

Kianna memberi pelukan balik pada sahabat baiknya itu. "Udahlah, lupain aja ya, Dar. Aku udah maafin kamu kok."

"Makasih yah, Ki." Kianna mengangguk dan mengajak Andara untuk segera turun meninggalkan kelas mereka.

Langkah kaki Kianna dan Andara melambat ketika mereka hampir mencapai anak tangga terakhir. Gior's squad keluar dari kelas mereka bersamaan.

"Kalian berdua nunggui Ridwan sama Lutfi ya? Mereka berdua udah pulang dari tadi," kata salah satu teman Gior yang bernama Angga memberitahu.

Andara menggeleng, "enggak, kok. Kami gak nungguin kak Ridwan atau kak Lutfi, cuma tadi ada tugas yang kita kerjain bareng di kelas."

"Lo pacaran sama Lutfi ya?" tanya Bambang, teman sekelas Lutfi yang super Kepo dan biang gosip para pria pada Kianna.

Kianna terkejut dan segera menggeleng. "Bukan, saya gak punya pacar, Kak." Gior dan teman-temannya tersenyum mendengar jawaban polos Kianna.

"Masih ada kesempatan dong buat pedekate sama kamu," goda Bambang.

Kianna segera menunduk, salah tingkah, bukan karena godaan dari Bambang padanya, tapi tatapan Gior yang begitu lekat padanya. Apalagi setelah kejadian instastory Gior tadi siang, jantung Kianna berdetak lima kali lipat saat ini.

"Kak, kami permisi pulang duluan," pamit Kianna dan segera gadis itu menarik lengan Andara untuk segera pergi dari sana tanpa menunggu jawaban dari para kakak kelasnya itu.

Gior dan teman-temannya memberikan jalan untuk kedua adik kelas mereka yang begitu polos itu. "Calon pacar, hati-hati ya. Sampai ketemu besok," jerit Bambang masih menggoda Kianna. Toyoran pelan diberikan oleh Gior untuk Bambang.

******

Setelah menyelesaikan tugas sekolahnya, Kianna buru-buru mengambil ponsel untuk mengetik ratusan huruf di laman aplikasi tulis online miliknya. Kianna fokus menuliskan apa yang sedang ia rasakan sepanjang hari. Hati Kianna begitu bahagia ketika post it yang diselipkannya secara diam-diam ternyata diposting sebagai status di i*******m Gior.

Senyum penuh kelegaan terbit di wajah cantik Kianna ketika ia berhasil mengupdate ceritanya. Kianna mengambil sebuat kertas post it berwarna merah jambu dan ia menuliskan quote baru untuk ia berikan pada Gior besok, tentunya secara diam-diam.

Kianna menarik selimutnya dan malam ini ia bisa tidur dengan tenang dan nyenyak. Hanya karena hal kecil yang dilakukan Gior, bisa berimbas besar pada mood Kianna. Sungguh, inilah kenikmatan sebagai secret admirer bagi Kianna.

*****

Hampir dua bulan sudah Kianna melakukan aktivitasnya memberikan Gior post it di laci meja cowok itu secara diam-diam dan rutin. Selama itu pula, tidak ada perubahan yang berarti antara Kianna dan Gior. Gadis itu sekarang lebih senang menghindar jika berpapasan dengan Gior ataupun teman-temannya yang lain. Kianna lebih suka memandangi Gior dari kejauhan.

Melihat Gior tertawa, bercanda gurau dengan sahabatnya dan tentunya keromantisan yang ditampilkan Gior dan Nada setiap hari, merupakan hal-hal rutin yang menjadi aktivitas Kianna akhir-akhir ini.

Siang ini, kelas Kianna sedang ada jam kosong. Para guru sedang melakukan rapat, sehingga para murid dibebaskan untuk melakukan aktivitas apa pun selama masih berada di lingkungan sekolah mereka.

Andara mengajak Kianna untuk pergi mengisi perut ke kantin. Ketika mereka berdua sampai di kantin, ternyata sudah ada Gior dan pacarnya, Nada, beserta teman-temannya yang lain.

Nada terlihat semakin cantik, semakin populer, apalagi semenjak gadis itu memenangi event fashion show. Tidak ada celah untuk menjatuhkan Nada, ia tampak begitu sempurna. Cantik, baik hati, ramah dan tidak sombong selama Kianna menjadi adik kelasnya. Karena itu, Nada disenangi oleh semua orang.

Bagaimana mungkin Tuhan begitu baik, memberikan pasangan yang tanpa celah? Gior dan Nada, pasangan serasi yang menjadi kesayangan seisi sekolah ini. Maka dari itu, Kianna memilih untuk menyimpan perasaannya sendiri. Ia tidak mungkin bisa menyaingi Nada. Cukup mengaguminya dari kejauhan dan menjadikan Gior sebagai fantasinya di dunia kehaluan.

"Kak Gior sama kak Nada bener-bener pasangan yang bikin envy," bisik Andara.

Kianna tersenyum mendengar ucapan Andara, dirinya mengiyakan di dalam hati. "Satu cantik, satu cakep banget. Uh ... greget jadinya."

"Kamu sama kak Ridwan juga pasangan serasi kok, Dara. Kamu cantik, kak Ridwan cakep," puji Kianna tulus.

Andara memekik antusias menggenggam telapak tangan Kianna. "Ih, Kia ... bisa aja mujinya. Dara 'kan jadi seneng dengernya."

"Lebay!" ejek Kianna dan dibalas dengan juluran lidah Andara.

Semangkuk bakso serta dua gelas es milo sudah datang menghampiri meja Kianna dan Andara. Kianna hanya memesan es milo, sedangkan yang makan bakso itu Andara.

"Da, demi apa yah, cerita itu makin lama makin bikin baper, gemes banget bacanya." Ucapan Ratna, sahabat Nada membuat Kianna dan Andara menoleh penasaran.

"Cerita siapa?" tanya Nada.

"Itu loh, Da, yang akunnya PanggilakuKey. Judul ceritanya, Secret Admirer," jawab Ratna.

Kianna mendadak tersedak ketika mendengar jawaban Ratna. Andara membantu Kianna menepuk-nepuk punggungnya dan perhatian semua orang terarah ke Kianna saat ini.

"Demi apa, kak Ratna juga baca cerita yang aku bikin. Gila, beneran gila ini!" batin Kianna.

"Kamu gak apa, Ki? Udah mendingan?" tanya Andara panik dan dijawab anggukan oleh Kianna.

"Syukurlah. Sumpah kaget banget, kamu kenapa bisa kesedak? Minum yang bener sih," omel Andara.

"Gak sengaja, Dar," jawab Kianna sekenanya.

Telinganya kembali menyimak percakapan antara Nada dan Ratna yang sepertinya ikut tertunda akibat insiden tersedak yang ditimbulkan Kianna tadi.

"Iya, gue baca itu cerita. Asli, tuh cewek tahan banget nyimpen perasaannya. Tiap hari, cuma ngeliati tuh cowok dengan pacarnya. Baper gue, Rat," ucap Nada.

"Sama, Da. Asli itu cerita bikin baper, gue mau mewek tiap kali bacanya," timpal Ratna.

"Part yang paling gue baperin itu. Di mana tuh cewek diem-diem ngasih post card-post card gitu, padahal selama dia ngasih itu, cowoknya sama sekali gak peka. Hubungan mereka tetap aja jalan di tempat. Malahan di salah satu post card itu, dia nulis kekaguman dia sama hubungan cowok itu ke pacarnya. Demi apa, gue nangis," kata Nada bercerita antusias pada Ratna.

"Iya, gue juga Da. Asli deh, gemes banget tuh penulisnya. Feel dia dapet banget, berasa nulis pake hati atau jangan-jangan berdasarkan pengalaman pribadi dia sendiri ya," kata Ratna.

"Iya, gue sepemikiran sama elo," ucap Nada.

Kianna tersenyum miris dalam hati. Ternyata di sekolahnya ini banyak juga pembacanya, yang lebih mengejutkan Nada juga ikut membaca cerita yang berkisah tentang Dia, Kia dan Gior secara tersembunyi di sana.

"Aku juga baca loh cerita yang diceritain kak Nada sama kak Ratna itu. Kamu baca juga gak, Ki?" tanya Andara selesai ia menghabiskan baksonya.

Kianna mengangguk ragu, "kamu harus baca deh cerita itu. Asli emang bikin baper."

"Kianna!"

Merasa namanya dipanggil membuat Kianna menoleh, ternyata di sampingnya ada Gior yang sudah berdiri. Jantung Kianna kebat kebit tak karuan, hanya karena Gior memanggil namanya dan berdiri di sebelahnya.

Kianna tidak berani menatap Gior, sampai pada akhirnya suara Gior terdengar lagi.

"Kamu cantik hari ini," kata Gior.

Kianna membulatkan kedua mata dan menoleh cepat, telapak tangannya basah, bibirnya kelu dan otaknya mendadak kosong.

"Hah?" hanya kata itu yang keluar dari mulut Kianna

Tidak usah ditanya lagi bagaimana wajahnya, tentu saja sudah merah merona. Suasana kantin yang berisik dan orang-orang sibuk dengan masing-masing aktivitasnya membuat Gior yang berdiri di samping Kianna tidak begitu dipedulikan orang, kecuali Andara.

"Dan aku suka," kata Gior lagi.

Kianna makin melotot mendengar lanjutannya.

"Itu lirik lagunya Lobow yah?" Seketika hancur sudah harapan serta imajinasi Kianna.

'Sialan! Kirain...'

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status